Penerbitan Antologi Puisi Pemenang Anugerah HPI 2013-2017

IMG_20180901_092430_917

JAKARTA (Litera.co.id) – Yayasan Hari Puisi akan menerbitkan puisi-puisi terbaik para pemenang Anugerah Hari Puisi Indonesia selama lima tahun (2013—2017). Dalam kurun waktu itu, apakah mereka berkembang atau stagnan? Bagaimana capaian estetik, stilistik, dan tematik puisi-puisi mereka? Publik sastra dapat mencermati sendiri.

Berikut Daftar Pemenang Anugerah Hari Puisi (2013—2017):

2013
Acep Zamzam Noor

Hanna Fransiska
Marhalim Zaini
Ulfatin CH
Iverdixon Tinungki

2014
M. Anton Sulistyo

D. Zawawi Imron
Iverdixon Tinungki
Hasta Indriyana
Isbedy Stiawan ZS
Ni Made Purnamasari

2015
Yudhistira ANM Massardi
Soni Farid Maulana

Nissa Rengganis
Aspar Paturusi
Gus tf
Hamdy Salad
Taufik Ikram Jamil

2016
Hasan Aspahani

Ahmadun Yosi Herfanda
Rini Intama
Sosiawan Leak
Tjahjono Widarmanto
Umi Kulsum

2017
Irawan Sandya Wiraatmaja

Acep Zamzam Noor
Din Saja
Candra Malik
Raedu Basha

Atas prakarsa Rida K. Liamsi (Ketua Dewan Pembina Yayasan Hari Puisi), masing-masing 10 puisi karya para pemenang Anugerah Hari Puisi selama lima tahun dihimpun dalam buku yang belum ditentukan judulnya.

Buku akan diberi kata sambutan Rida K Liamsi, pengantar Sutardji Calzoum Bachri, prolog Maman S Mahayana, dan epilog Abdul Hadi WM.

Bertindak sebagai tim penyusun: Ariany Isnamurti. Arief Hasibuan, Asrizal Nur, Bastian Zulyeno, Dani Susanto, Jimmy S Johansyah, Nana Sastrawan, Sihar Ramses Simatupang, dan Sofyan RH. Zaid.

Buku akan diluncurkan pada kegiatan Hari Puisi, pertengahan November 2018 dan Puncak perayaan Hari Puisi, 29 Desember 2018, di Teater Besar TIM, Jakarta. Buku akan dijual kepada publik pada setiap kegiatan Yayasan Hari Puisi. Penjualan buku itu juga dilakukan melalui jejaring sosial, pemesanan lewat sms, facebook, WhatsApp, dan lainnya. Penjualan buku tidak bertujuan komersial.

Hasil penjualan itu, selain untuk mengganti biaya cetak, juga untuk ongkos kirim buku ke kedutaan-kedutaan asing di Jakarta, perpustakaan umum dan sekolah, para kontributor buku sebagai nomor bukti, dan sebagainya. Buku tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai cenderamata untuk peneliti atau penerjemah asing. Dengan penyebarluasan puisi-puisi terbaik Indonesia, diharapkan penyair, peneliti, pengamat, penerjemah, guru-guru sastra, dapat memperoleh rujukan representatif tentang perkembangan mutakhir puisi Indonesia. (R)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *