Puncak Perayaan HPI 2018 (Bagian 1)

IMG_20181108_141300_632

JAKARTA (Litera.co.id) – Yayasan Hari Puisi menggelar puncak perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) setiap tahun di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya No. 73, Cikini, Jakarta Pusat. Tahun ini merupakan puncak perayaan HPI yang keenam, yang akan digelar pada tanggal 17-18 November 2018. Puncak perayaan HPI keenam ini mengusung tema “Puisi Sebagai Renjana dan Sikap Budaya”.

Maman S. Mahayana selaku Ketua Yayasan Hari Puisi mengatakan tema itu dipilih untuk menegaskan bahwa sesungguhnya puisi telah memberikan spirit dan renjana bagi bangsa Indonesia sebagaimana yang tertuang dalam puisi besar bernama Sumpah Pemuda. Tema itu bertujuan supaya bangsa Indonesia punya kesadaran betapa pentingnya membangun bangsa dan negara ini dengan dasar kebudayaan, dan puisi sebagai pintu masuk sekaligus pintu keluar untuk memberikan penyadaran tersebut.

Kesadaran akan persatuan dan kesatuan bangsa akan memperkuat makna toleransi, serta menutup tersebarnya ujaran kebencian. Puisi merangkum itu semua sehingga dapat dikatakan bahwa puisi adalah renjana sekaligus ruh kebudayaan itu sendiri.

Pesta Puisi Rakyat 2018 berlangsung selama dua hari, yakni 17-18 November 2018 mulai pukul 09.00 – 23.00 WIB. Menurut rencana, acara ini akan dibuka oleh Gubernur DKI, Anies Baswedan. Acara ini akan diisi antara lain dengan pembacaan puisi oleh pejabat, guru, artis, tokoh masyarakat, dan penyair baik dari Indonesia maupun dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan negara tetangga lainnya.

Ada juga dua acara bincang-bincang, yang pertama yakni Bincang-Bincang tentang Hari Puisi Indonesia bersama Rida K Liamsi, Maman S Mahayana, Ahmadun Yosi Herfanda, dan Asrizal Nur, yang akan dipandu oleh Ewith Bahar. Kedua, Bincang-Bincang tentang Puisi Dunia bersama Danny Susanto dan Bastian Zulyeno yang akan dipandu oleh Maman S Mahayana.

Selanjutnya, ada pula pertunjukan dramatisasi puisi oleh Teater Tanah Air pimpinan Jose Rizal Manua, musikalisasi puisi oleh Deavies Sanggar Matahari, Vanderwijck, Rinidiyanti Ayahbi, dan lain sebagainya.

Tak kalah menariknya adalah adanya peluncuran buku puisi berjudul Hari Raya Puisi. Buku antologi Hari Raya Puisi merupakan antologi puisi para pemenang anugerah HPI (2013-2017) bersama dewan juri: Sutardji Calzoum Bachri, Abdul Hadi WM, dan Maman S Mahayana yang akan dipandu oleh Sofyan RH Zaid. (R)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *