puisi 

Puisi-puisi T. Rahman Al Habsy

Rahman Al Habsyi, lahir di Bondowoso, dan sekarang berdomisili di Bali. Pengiat literasi di “Perpustakaan Jalanan Lentera Merah Singaraja”. lelaki yang men-dewi-kan ibunya. Suka menulis Cerpen, Esai, Puisi. Juara III lomba karya esai Festival Anti Korupsi 2017 yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Denpasar dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), puisinya pernah menjadi kontibutor di CV. Saweupena Publisher, Aqla media, Mazemedia, Writing is Amazing WA Publisher Bukit tinggi-Sumatra Barat, Withim Of The 2nd Asean Poetry Writing Competition Them “Puisi dan Perdamaian”. TribunBali. Tulisannya juga bisa dilihat di Tatkala.co.

Read More
puisi 

Puisi-puisi Pilo Poly

Pilo Poly adalah nama pena dari Saifullah S. Lahir di Bandar Baru, Pidie Jaya, Aceh pada 16 Agustus 1987. Buku Puisinya adalah Yusin dan Tenggelamnya Keadilan (2014), Sehelai Daun yang Merindukan Ranting (2016). Buku Puisi ketiganya, ARAKUNDOE (2019). Kini, dia berkhitmad di Komunitas Sastra Indonesia (KSI).

Read More
Cerpen 

Memancing di Tubuh Ibu

Surya Gemilang, lahir di Denpasar, 21 Maret 1998. Buku pertamanya adalah antologi cerpen tunggal berjudul Mengejar Bintang Jatuh (2015). Kumpulan puisi Cara Mencintai Monster (2017) adalah buku keduanya. Buku ketiganya, berupa kumpulan puisi juga, berjudul Mencicipi Kematian (2018). Karya-karya tulisnya yang lain dapat dijumpai di lebih dari sepuluh antologi bersama dan sejumlah media massa, seperti: Kompas, Suara NTB, Bali Post, Riau Pos, Rakyat Sumbar, Medan Bisnis, Basabasi.co, Litera, Tatkala.co, dan lain-lain.

Read More
Berita 

Merawat Diri dalam Teater

Pertunjukan Teater oleh kelompok sastra “Salib Merah San-Camillo” kembali mengangkat sebuah konteks suasana politik dan demokrasi yang mencemaskan di Indonesia. Teater yang berjudul “Kami Belum Kalah” dipentaskan di Seminari Tinggi St. Kamilus-Maumere, pada Rabu (20/03/2019) malam. Teater yang berdurasi 55 menit ini, disutradarai oleh Agust Gunadin selaku Ketua Sastra Salib Merah San Camillo-Maumere. Naskah teater “Kami Belum Kalah” bercerita tentang situasi politik dan demokrasi Indonesia saat ini yang tak bisa lepas dari berbagai kompleksitas persoalan.

Read More
puisi 

Puisi-puisi Kurliyadi

Kurliyadi, lahir di kepulauan Giligenting Sumenep Madura, salah satu alumni pondok pesantren Mathali’ul Anwar Pangarangan Sumenep, menulis karya sastra berupa puisi, cerpen, novel, roman, pantun ,esai dan lainlain.dalam dua dua bahasa (Indonesia dan Madura) beberapa karyanya juga pernah dipublikasikan di media massa dan tergabung di sejumlah antologi bersama. Kini tinggal dan bergiat di Cirebon.

Read More