Sungai Iman

Ketika kecil, menjelang magrib, aku sering memandangi sungai, yang melintas di samping rumah ibu, dari jendela. Kebetulah rumah ibu ada di tepi sungai. Kusebut rumah ibu, karena ketika itu aku sudah yatim sejak berusia lima tahun, dan sepeningal ayah, kami, tiga anaknya, lantas menyebutnya sebagai “rumah ibu”. Dari jendela aku suka melamunkan sungai itu, bertanya […]

Continue Reading

Frasa Ahmadun Yosi Herfanda

Segera hadir rubrik baru Frasa yang khusus ditulis oleh sastrawan Ahmadun Yosi Herfanda alias AYH. Frasa adalah tulisan-tulisan serius yang dikemas secara ringan, inspiratif, sekaligus menghibur. Kolom ini hadir tiap Jumat malam untuk menemani akhir pekan Anda. Salam sastra, salam Litera. [R]

Continue Reading

Sepotong Jazz Iman Sembada

Iman Sembada dilahirkan di Purwodadi, Jawa Tengah, 4 Mei 1976. Ia menulis puisi yang dipublikasikan di berbagai media massa. Buku puisi tunggalnya Air Mata Suku Bangsa (2004) dan Perempuan Bulan Ranjang (2016). Kini sedang menyiapkan buku antologi puisi terbaru. Sehari-hari bergiat di Komunitas Sastra Indonesia (KSI).

Continue Reading

DKTS Agendakan Sejumlah Kegiatan

Litera.co.id (Tangsel)- Ketiadaan dana hibah untuk opeasional kegiatan dan kerja Dewan Kesenian Tangerang Selatan (DKTS) tak menyurutkan semangat para pegiat seni dan sastra di DKTS untuk tetap menggelar sejumlah kegiatan seni. Pada tahun 2016 lalu puluhan kegiatan bisa dihelat oleh DKTS meski dana belum juga turun padahal DKTS telah mengadakan rapat kerja pada tahun lalu. […]

Continue Reading

Puisi Kota-Kota Fikar W. Eda

Penyair asal Aceh, Fikar W. Eda, selalu menghadirkan yang menghentak. Sebetulnya puisi-puisinya adalah bercorak naratif, yang bercerita tentang sesuatu — dalam hal ini kegelisahanna. Nah kali ini, ia berkisah tentang kota-kota di Aceh, yang dilintasi atau dikunjunginya. Ini adalah puisi terbaru penyair kelahiran Takengon pada 1966 itu.

Continue Reading

Honor

Bagi seorang penulis, bernegosiasi tentang honor ketika diminta mengisi sebuah acara, entah jadi pembicara seminar, workshop atau baca puisi atau cerpen, itu sah-sah saja. Bahkan sejak awal, sebelum kegiatan, sebaiknya soal honor dan transport sudah klir antara penulis dengan pengundang. Sebab, menulis adalah kerja profesional.

Continue Reading