PERISTIWA 

Sastra Diharapkan Tetap Jadi Sumber Inspirasi

Palembang (REP) — Pada saat peradaban mulai merambah revolusi industri 4.0, sastra tetap diharapkan hadir sebagai sumber inspirasi pembangunan karakter, dan penghalus budi pekerti pembacanya, terutama generasi muda. “Gererasi milenial, diharapkan masih tersentuh oleh nilai-nilai sastra yang adiluhung dan dapat memperhalus budi pekerti mereka,” kata Ahmadun Yosi Herfanda dalam Seminar Nasional Program Pasca Sarjana Universitas Sriwijaya Pelambang, Rabu (23/12). Pembicara lain, Dr. Suhardi Mukmin, M.Hum, menegaskan fungsi sastra sebagai penghalus budi pekerti. Dalam seminar bertema “Sastra Perhalus Budi Pekerti di Era Milenial” itu Suhardi merinci aspek-aspek yang membuat karya sastra…

Read More
AYH'S CORNER 

Kontemplasi Menata Diri

Sejak wabah covid19 menyerang Indonesia semua kegiatan temu muka (luring) nyaris tidak ada. Ada kegiatan sastra yang diadakan secara luring dan daring, seperti perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) dan Musyawarah Sastrawan Indonesia (Munsi) 3. Namun saya memilih ikut secara daring, itung-itung mengurangi kemungkinan penularan melalui kontak langsung — walaupun panitia menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sedangkan kegiatan lain yang melibatkan saya, seperti Peksiminas, Diklat Proses Kreatif Penulisan Puisi, dan Seminar Satra Nasional, syukur diadakan secara daring. Sepinya kegiatan sastra luring memberi kesempatan pada saya untuk lebih banyak berkontemplasi, melihat ke…

Read More
ESAI 

Sastra dalam Etos Literary Branding

Oleh Ahmadun Yosi Herfanda, pelayan sastra ————————————————————————————————————- Kali ini saya meminjam istilah branding dari bidang studi komunikasi politik. Istilah ini berasal dari kata brand, yang berarti merek. Branding, menurut Philip Kotler (2009), berarti pemerekan, pemberian tanda, simbol, atau rancangan, atau kombinasi dari semuanya, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang, jasa, atau penjual, untuk membedakan dari barang atau jasa pesaing. Branding juga berarti citra, kredibilitas, karakter, kesan, persepsi, dan anggapan yang terbentuk di benak konsumen tentang suatu objek yang dipasarkan. Dengan meminjam istilah itu, saya ingin mengatakan bahwa sastrawan (penyair maupun novelis),…

Read More
puisi PUISI 

Puisi Iwan Setiawan

Iwan Setiawan, kelahiran Kotabumi, Lampung Utara 23 Agustus1980, kini berdomisili di kota Lubuk Begalung, Padang Sumatra Barat. Pernah tergabung dalam antologi 55 penyair coretan dinding kita, 30 penyair sastra roemah bamboe, 3 penyair ilalang muda, Seutas Tali & Segelas Anggur (2017), tersiar di koran media indonesia dan masuk sebagai kategori Puisi Terpuji Anugrah Sastra Litera(2017).

Read More
puisi PUISI 

Puisi Moh. Rofqil Bazikh

Moh. Rofqil Bazikh merupakan mahasiswa Perbandingan Mazhab UIN Sunan Kalijaga dan bermukim di Garawiksa Institute Yogyakarta. Menulis puisi di pelbagai media cetak dan online antara lain; Tempo, Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka, Tribun Jateng, Minggu Pagi, Merapi, Rakyat Sultra, Bali Pos, Harian Bhirawa, Duta Masyarakat, Lampung News, Analisa, Pos Bali, Banjarmasin Post, Malang Post, Radar Malang, Radar Banyuwangi, Radar Cirebon, Radar Madura, Cakra Bangsa, BMR Fox, Radar Jombang, Rakyat Sumbar, Radar Pagi, Kabar Madura, Takanta.id, Riau Pos, NusantaraNews, Mbludus.com, Galeri Buku Jakarta, Litera.co, KabarPesisir, Ideide.id, Asyikasyik.com, dll.

Read More
Analisis Apresiasi ESAI 

Suara dan Kata yang Melintasi Zaman: Membaca Arakundoe, Mengekalkan Ingatan

Melintas Zaman Bagaimana kita bisa membaca masa lalu suatu masyarakat yang berada jauh dan berbeda dari kita, terlebih masa lalu itu tak dialami dan disaksikan generasi masa kini. Belum lagi jika masa lalu tersebut adalah masa yang penuh represif dari suatu rezim. Akses dan kontrol akan media begitu hegemonik dilakukan penguasa. Televisi atau radio hanya menjadi corong tunggal. Suara-suara dibungkam pada masa itu oleh aparat negara yang dikendalikan secara otoriter dan diktator oleh penguasa. Tentu semua hanya menjadi narasi bungkam yang tak akan pernah sampai pada kita. Namun tentu saja…

Read More
Apresiasi ESAI 

Ruang dan Kesadaran Eksistensial Kaum Urban

Ruang Hilang Masyarakat Urban Pertumbuhan penduduk yang luar biasa cepat negeri kita, khususnya yang terjadi di kota besar ditambah dengan arus urbanisasi menjadi masalah tersendiri bagi masyarakat. salah satu imbasnya adalah, kaum urban tak memiliki ruang yang cukup untuk melakukan banyak aktivitas. Secara umum mereka tinggal di rumah-rumah yang sempit dan padat penduduk. Rumah mereka tak memiliki halaman bahkan banyak pemukiman tak memiliki akses jalan yang cukup untuk dilewati satu kendaraan roda empat. Lebih parah lagi banyak ruang terbuka untuk publik telah hilang seperti lapangan bermain bola atau tanah lapang,…

Read More
Berita 

Ketika Sastrawan Mengenang “Sang Binatang Jalang”

JAKARTA (Litera.co.id) – Pembatasan sosial dan fisik karena pandemi virus corona tidak menghalangi sastrawan untuk mengenang penyair “Aku Sang Binatang Jalang”. Sekitar dua puluh sastrawan dari berbagai daerah di Indonesia membaca puisi untuk mengenang penyair Chairil Anwar, Sabtu malam, 25 April 2020, pukul 20.30 hingga 23.00. Pembacaan puisi dilakukan di akun Instagram @puisidirumahsaja dalam pentas sastra #puisidirumahsaja 5.

Read More
PERISTIWA 

Sastrawan Pentas Puisi di Instagram

Nanti malam mengangkat tema “Panggung Puisi Komedi”. Diusulkan agar kegiatan-kegiatan seni daring digabungkan dengan program donasi. JAKARTA – Pentas sastra dalam tajuk #puisidirumahsaja kembali bergulir. Kegiatan yang berlangsung pada akhir pekan itu, Sabtu atau Minggu malam, telah mengetengahkan pembacaan puisi oleh sejumlah sastrawan dan pegiat sastra dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka datang dari pulau Jawa, Sumatera, Aceh, hingga Pulau Bali.

Read More