Category Archives: ESAI

Dari Sastra Kontekstual ke Puisi Realitas Zaman

OLEH: MUSTAFA ISMAIL, penulis sastra dan kebudayaan.

“…. penyair dituntut untuk lebih peduli di masa kini. Peduli berarti harus siap memahami realitas zaman. Penyair semakin dituntut untuk mengasah indranya kian peka menyikapi fakta melalui ungkapan kata.”  (Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, dalam teks pidato Hari Puisi Indonesia 2018).

Aruh Karya Sastra bagi Masyarakat

Humam S Chudori, lahir di Pekalongan pada 12 Desember 1958. Menulis puisi, cerpen, novel, dan karya non fiksi. Baru berani mengirim karya ke media cetak pada 1982. Mulai tahun 2000 lebih fokus menulis fiksi. Nama Humam tercantum dalam Leksikon Kesusasteraan Indonesia Modern Edisi Baru (Djambatan 1990) oleh Pamusuk Eneste, dan masih beberapa lagi. Tinggal dan berkarya di Tangerang Selatan dan masih sangat giat menulis.

Novel Best Seller Sekadar Loveable

Anton Suparyanta, alumni FIB UGM Yogyakarta. Dari tahun 1998-2017 aktif sebagai esais pendidikan-seni-budaya-sastra di beberapa harian pagi (Jawa Pos, Riau Pos, Lampung Pos, Suara Merdeka, Bernas, Kedaulatan Rakyat, Minggu Pagi, Surya, jurnal daring BASABASI.CO) dan mantan dosen sastra di FKIP Universitas Widya Dharma, Klaten. Tahun 2005 hingga kini aktif sebagai penulis buku mapel Bahasa Indonesia (”kurikulum” KBK, KTSP, BSE, Kurikulum 2013) untuk jenjang SD, SMP, SMA, SMK dan menjadi staf di penerbit PT Intan Pariwara, Klaten, Jawa Tengah.

Ranjang dan Tubuh yang Kesepian

Judul: Perempuan Bulan Ranjang

Penulis: Iman Sembada

Penerbit: Imaji

Cetakan pertama: September 2016

Tebal: 63+vi hal

ISBN: 978-602-1545-07-2

Sebuah Dunia yang Tenggelam

Plato pernah mengatakan bahwa karya sastra adalah sebuah mimesis. Sang filsuf mengatakan itu dengan berdasar bahwa banyak tulisan dan panggung pada saat itu memang mementaskan lakon-lakon sebagai sebuah tiruan dari peristiwa-peristiwa nyata yang kemudian diangkat dan dikemas dalam suatu seni pertunjukan.

Kesetiaan pada Tradisi dan Kearifan Lokal

Apa yang terlintas di pikiran kita ketika mendengar kata modernisasi. Secara sederhana mungkin kita akan membayangkan sebuah arus besar yang menyeret kita pada suatu perubahan pemikiran, gaya hidup, atau bahkan suatu kondisi masyarakat yang sedang bergerak pada budaya hedonis dan seragam secara sadar atau tak sadar. Kita berada pada suatu telikungan atau kungkungan di mana mesin, tehnologi, dan pembaharuan sedang berusaha mengubah aspek-aspek kehidupan sebuah masyarakat atau bangsa.

M.A. Salmun: Sastrawan dan Budayawan Sunda

Ada 480 karya sastra telah berhasil sebagai buah pikiran dan renungan bagi seorang intelektualitas orang Sunda. Hampir seluruh karyanya dalam bahasa Sunda, ia pun oleh beberapa kritikus sastra digolongkan kepada Sastrawan Angkatan 1966-1970. Padahal berkarya jauh sebelum kemerdekaan RI.

Maumerelogia II: Apresiasi Sastra dan Pentas Teater

“Kesenian selalu bernilai sejati karena mampu memberikan pengalaman cinta persaudaraan kepada umat manusia.” (Leo Tolstoy)

Ada titik cerah pada cakrawala sastra dan teater Nusa Tenggara Timur. Setelah sukses digelar pada tahun 2016 yang lalu, even apresiasi sastra dan pentas teater bertajuk Maumerelogia kembali diadakan lagi oleh komunitas KAHE (Sastra Nian Tana) bekerjasama dengan beberapa komunitas/pihak, terutama Koalisi Seni Indonesia (KSI) dan Peace Woman Across the Globe (PWAG).

Kreativitas Tanpa Batas: Pengantar kurator

Tak terasa, portal sastra Litera – yang beralamat di www.litera.co.id – sudah berusia satu tahun. Selama setahun itu, ada banyak tulisan yang muncul di media dalam jaring (daring – online) itu, mulai dari puisi, cerpen, esai, hingga berita. Ada puluhan nama yang mengirimkan karya. Sebagian besar karya itu kami muat, hanya sedikit yang kami tolak. Hanya ruang alias nama rubrik saja yang kami bedakan.

Sastra dan Filsafat yang Buram

Ketika kita membaca karya sastra, sesungguhnya banyak kita berharap bahwa kita ingin mendapat sesuatu nilai lebih, dalam hal ini adalah konsep, gagasan dan dialektika yang hidup dan membangkitkan daya nalar kita selain tentu saja mendapat suatu kesenangan batin. Inteligensi seorang sastrawan akan memberi bobot pada karyanya yang tentu saja akan berpengaruh besar pada kekuatan karya tersebut.