Analisis Apresiasi ESAI 

Suara dan Kata yang Melintasi Zaman: Membaca Arakundoe, Mengekalkan Ingatan

Melintas Zaman Bagaimana kita bisa membaca masa lalu suatu masyarakat yang berada jauh dan berbeda dari kita, terlebih masa lalu itu tak dialami dan disaksikan generasi masa kini. Belum lagi jika masa lalu tersebut adalah masa yang penuh represif dari suatu rezim. Akses dan kontrol akan media begitu hegemonik dilakukan penguasa. Televisi atau radio hanya menjadi corong tunggal. Suara-suara dibungkam pada masa itu oleh aparat negara yang dikendalikan secara otoriter dan diktator oleh penguasa. Tentu semua hanya menjadi narasi bungkam yang tak akan pernah sampai pada kita. Namun tentu saja…

Read More
Apresiasi ESAI 

Ruang dan Kesadaran Eksistensial Kaum Urban

Ruang Hilang Masyarakat Urban Pertumbuhan penduduk yang luar biasa cepat negeri kita, khususnya yang terjadi di kota besar ditambah dengan arus urbanisasi menjadi masalah tersendiri bagi masyarakat. salah satu imbasnya adalah, kaum urban tak memiliki ruang yang cukup untuk melakukan banyak aktivitas. Secara umum mereka tinggal di rumah-rumah yang sempit dan padat penduduk. Rumah mereka tak memiliki halaman bahkan banyak pemukiman tak memiliki akses jalan yang cukup untuk dilewati satu kendaraan roda empat. Lebih parah lagi banyak ruang terbuka untuk publik telah hilang seperti lapangan bermain bola atau tanah lapang,…

Read More
Apresiasi 

Kesetiaan pada Tradisi dan Kearifan Lokal

Apa yang terlintas di pikiran kita ketika mendengar kata modernisasi. Secara sederhana mungkin kita akan membayangkan sebuah arus besar yang menyeret kita pada suatu perubahan pemikiran, gaya hidup, atau bahkan suatu kondisi masyarakat yang sedang bergerak pada budaya hedonis dan seragam secara sadar atau tak sadar. Kita berada pada suatu telikungan atau kungkungan di mana mesin, tehnologi, dan pembaharuan sedang berusaha mengubah aspek-aspek kehidupan sebuah masyarakat atau bangsa.

Read More
Apresiasi 

Maumerelogia II: Apresiasi Sastra dan Pentas Teater

“Kesenian selalu bernilai sejati karena mampu memberikan pengalaman cinta persaudaraan kepada umat manusia.” (Leo Tolstoy) Ada titik cerah pada cakrawala sastra dan teater Nusa Tenggara Timur. Setelah sukses digelar pada tahun 2016 yang lalu, even apresiasi sastra dan pentas teater bertajuk Maumerelogia kembali diadakan lagi oleh komunitas KAHE (Sastra Nian Tana) bekerjasama dengan beberapa komunitas/pihak, terutama Koalisi Seni Indonesia (KSI) dan Peace Woman Across the Globe (PWAG).

Read More
Apresiasi ESAI 

Kreativitas Tanpa Batas: Pengantar kurator

Tak terasa, portal sastra Litera – yang beralamat di www.litera.co.id – sudah berusia satu tahun. Selama setahun itu, ada banyak tulisan yang muncul di media dalam jaring (daring – online) itu, mulai dari puisi, cerpen, esai, hingga berita. Ada puluhan nama yang mengirimkan karya. Sebagian besar karya itu kami muat, hanya sedikit yang kami tolak. Hanya ruang alias nama rubrik saja yang kami bedakan.

Read More
Apresiasi 

Imaji yang Menari Dalam Puisi Alya Salaisha

Apresiasi Ahmadun Yosi Herfanda Puisi dimulai dari kegairahan Dan berakhir dengan kearifan  (Robert Frost) Membaca sajak-sajak Alya Salaisha dalam buku kumpulan puisi Taman Terakhir saya menemukan imaji yang menari-nari dalam sajak. Imaji itu bergerak dengan gemulai, di balik sususan kata yang indah, membangun gambar-gambar dinamis yang samar, dan menghadirkan teka-teki makna yang menantang pembaca untuk menangkapnya. Tidak gampang menjawab teka-teki makna yang tersembunyi di balik tarian imaji itu, ketika deretan imaji membentuk gambar-gambar yang surealistik.

Read More
Apresiasi 

Abidah El Khalieqy: Faith and Fashion

Abidah El Khalieqy, perempuan penyair dan novelis yang bertinggal di kota budaya Yogyakarta. Sebagai pengarang, ia telah mengikuti berbagai event sastra tingkat nasional, regional maupun internasional. Karya-karyanya memiliki karakter yang kuat untuk mewakili perjuangan kaum muslimah Indonesia modern dalam upaya mengentaskan diri dari belenggu tradisi budaya dan praktik-praktik keagamaan yang kurang ramah terhadap eksistensi perempuan. Karya-karya kesusastraannya telah diikutkan dalam berbagai buku bunga rampai sastra seperti: ASEANO: An Antology of Poems Shoutheast Asia (1996), Cyber Album Indonesia – Australia (1998), Force Majeure (2007), Rainbow: Indonesian Womens Poet (2008), Word Without…

Read More
Apresiasi 

Nirzona: Tsunami of Emotion

(Litera)– Beberapa waktu yang lalu tepatnya pada bulan Oktober, Abidah El Khalieqy diundang dan diwawancarai mengenai novelnya yang berjudul Nirzona. Abidah sedang menghadiri seminar dan serangkaian acara sastra selama beberapa hari bersama beberapa sastrawan tanah air di Frankfurt, Jerman. Novel Nirzona adalah sebuah novel dengan latar peristiwa tsunami Aceh yang telah diterjemahkan dan diterbitkan oleh sebuah penerbit besar di Amerika Serikat.

Read More