Category Archives: PROSA

Jame dan Latifa

New Picture (2)

Tjak S. Parlan lahir di Banyuwangi, 10 November 1975. Cerpen dan puisinya sudah disiarkan di sejumlah media, antara lain Koran Tempo, Media Indonesia, Republika, Solopos, Kedaulatan Rakyat, Lampung Post, Radar Surabaya, Sinar Harapan, Jurnal Nasional, Femina, Padang Ekspres, Pikiran Rakyat, Suara NTB, Lombok Post, Bali Post dan lain-lain. Buku kumpulan cerpennya Kota yang Berumur Panjang, akan terbit bulan Desember, 2017. Mukim di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Kisah Kakek

21687645_1561356040613212_5373201890915839093_n

Muchsin Alman, lahir di Aceh Utara, Paya Bakong 19 Oktober 1994. Pernah mengaji dan menjadi santri di dayah Babussalam dan dayah Ashabul Yamin. Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di daerahnya. Mengambil jurusan ilmu hukum di STAIN Malikussaleh Lhokseumawe. Penulis adalah anggota KSL (komunitas sastra Lhokseumawe), juga ketua Fokus (forum kuliah sastra) di daerahnya.

Ajari Aku Menyanyi Indonesia Raya

IMG_0196

Saliem Sabendino, menulis puisi, cerpen, skenario film, naskah drama/teater dan artikel. Beberapa karya telah diterbitkan di media cetak maupun media online. Terlibat dalam Antologi Gandrung Sastra Sapa Sira Sapa Ingsun (Rumah Gandrung Sastra Pati). Terlibat dalam Seri Dokumentasi Sastra Antologi Puisi Pendhapa #21 Suara yang Menyala (bukuKatta Taman Budaya Jawa Tengah, 2017). Menjadi anggota tim penyunting dalam kumpulan puisi Asa Jatmiko Tak Retak (Iniibubudi Kudus). Saat ini bergiat dalam kegiatan belajar sastra dan penerbitan Komunitas Iniibubudi Kudus. Ikut aktif dalam pergerakan Merawat Sastra Lereng Muria.

Kenangan tentang Kenanga

10006198_10152114629027713_869141256_n

Luhur Satya Pambudi, lahir di Jakarta. Menyelesaikan pendidikan menengah dan perguruan tinggi di Yogyakarta. Kini tinggal di Yogyakarta. Cerpennya pernah dimuat di Tribun Jabar, Suara Merdeka, Kedaulatan Rakyat, Radar Surabaya, Bali Post, dan sejumlah media massa lainnya. Kumpulan cerpen perdananya berjudul Perempuan yang Wajahnya Mirip Aku (Pustaka Puitika).

Tuhan Hakim yang Maha Mulia

14718620_10207393046171922_2316599985923766196_n

Mokhamad Malikul Alam, lahir pada 23 September 1994. Mahasiswa Pegiat UKM KIAS (Unit Kegiatan Mahasiswa Kajian Ilmu Apresiasi Sastra) Univesitas PGRI Semarang. Serta penghuni Ponpes Al-Mansyuriah Semarang. Tinggal di kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, Semarang.

Daftar Laku Ganjil Ditinggal Mati

20161113121643_1479043127804

Kristiawan Balasa, Tinggal dan bergiat di Pontianak, Kalimantan Barat. Sehari-hari berprofesi sebagai pewarta di sebuah media lokal di Pontianak. Senang menulis fiksi dan non fiksi. Cerpennya meraih penghargaan sebagai cerpen terbaik dalam anugrah sastra Litera yang dilangsungkan pada bulan April lalu yang dibukukan dalam antologi Seutas Tali & Segelas Anggur (2017).

Matahari

10527703_10204355156708625_7908429541899941032_n

Astrid A. Septaviani, bernama lengkap Astrid Ayu Septaviani, senang membaca sejak kecil. Lalu pengalaman dan pengamatannya pada sekitar ia tuangkan dalam bentuk tulisan yang membuatnya kemudian mulai senang menulis baik fiksi dan non fiksi selain juga aktif di organisasi sosial dan kemanusiaan. Perempuan kelahiran 7 September ini tinggal dan bergiat di Surabaya.

Mencari Marlin Lain yang Pernah Memakan Bunga

New Picture (3)

Fatah Anshori, lahir di Lamongan, Jawa Timur pada 19 Agustus 1994. Belajar menulis sejak pertengahan 2014. Novel pertamanya Ilalang di Kemarau Panjang (2015), beberapa tulisannya termuat dalam tiga buku antologi. Ia juga aktif sebagai pustakawan di Rumah Baca Aksara, yang ia dirikan bersama teman-temannya di dusun Caling, tempat ia tinggal sekarang. Beberapa cerpen dan puisinya telah dimuat di media-media online.

Membayangkan Dalil Kehidupan

19275264_1481204501951929_7039873745853000457_n

Elvan De Porres, Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur. Bukunya yang telah terbit berjudul Menggaris dari Pinggir, kumpulan esai (Malkas Media, 2017). Penulis sekarang bergiat di Komunitas KAHE (Sastra Nian Tana) Maumere.

Suara Azan Musafir

13177388_10206234415155387_8590646018076780235_n

Nana Sastrawan, lelaki dengan postur tubuh sangat jangkung ini telah menulis belasan buku, baik puisi, cerpen, ataupun novel. Kumpulan cerpen tunggalnya berjudul Ilusi-delusi (2015), sebelumnya telah terbit novelnya yang berjudul anonymous (2012). Kini berprofesi sebagai seorang pengajar di sebuah sekolah di Tangerang sambil tetap aktif bergiat dan melatih teater dan memberi pelatihan menulis puisi atau cerpen.