Category Archives: SAJAK

Puisi Ahmad Radhitya Alam

DSC_8018_ED

Ahmad Radhitya Alam, santri Pondok Pesantren Mambaul Hisan Kaweron dan siswa SMA Negeri 1 Talun. Bergiat di Forum Lingkar Pena (FLP) Blitar, Teater Bara, dan Sanggar Mlasti. Tulisannya berupa puisi dan cerpen dimuat di beberapa antologi bersama dan beberapa media cetak serta elektronik.

Puisi-puisi Setia Naka Andrian

Setia Naka Andrian []

Setia Naka Andrian, Lahir dan tinggal di Kendal sejak 4 Februari 1989. Pengajar di Universitas PGRI Semarang. Menerbitkan buku puisi, Perayaan Laut (April, 2016), Manusia Alarm (Agustus, 2017), Orang-Orang Kalang (Agustus, 2017). Meraih Penghargaan Acarya Sastra 2017 dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Meraih Anugerah Sastra Litera 2018 sebagai Penulis Puisi Unggulan.

Puisi-puisi Nuriman N. Bayan

New Picture (1)

Nuriman N. Bayan atau lebih dikenal dengan Abi N. Bayan lahir di desa Supu Kec. Loloda Utara, Kab. Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara 14 September 1990. Anak dari Hi. Naser Dano Bayan dan Rasiba Nabiu. Saat ini dipercayakan sebagai Pembina Komunitas Parlemen Jalanan Maluku Utara (Komunitas Teater) dan Komunitas Penulis Tepi. Karya-karyanya dipublikasikan di media daring dan terbit di beberapa surat kabar serta tergabung dalam antologi bersama di antaranya: Kita Halmahera: Kitab Puisi Penyair Maluku Utara (2017), Embun-Embun Puisi (2017), Mengunyah Geram: Seratus Puisi Melawan Korupsi (2017), Senyuman Lembah Ijen (2017), Negeri Bahari (2017), Rumah Seribu Jendela (2017) dll. Kini tinggal di Morotai (sebagai guru di MAS Nurul Huda Gotalamo).

Puisi-puisi Khanafi

New Picture

Khanafi, dilahirkan di Banyumas, Jawa Tengah, 4 Maret 1995. Puisi-puisinya tersiar di beberapa media online seperti linikini.id, situs tembi.net, serta termaktub di media cetak dalam sebentuk buku antologi puisi bersama seperti : Buku Antologi Puisi Negeri Bahari (Komunitas Negeri Poci, Tegal, 2018) Buku Antologi Padang Panjang Epitaf Kota Hujan (Temu Penyair Asia Tenggara 2018), Buku Antologi Kemah Sastera Nasional Senyuman Lembah Ijen (Banyuwangi 2018), dll.

Puisi-puisi Yuditeha

FT Yuditeha anyar

Yuditeha, lebih dikenal sebagai prosais. Karya-karyanya antara lain: novel Komodo Inside (Grasindo, 2014). Kumcer Balada Bidadari (Penerbit Buku Kompas, 2016). Buku Puisi Hujan Menembus Kaca (Kekata, 2017). Buku Puisi Air Mata Mata Hati (Kekata, 2017). Kumcer Kematian Seekor Anjing pun Tak Ada yang Sebiadab Kematiannya (Basabasi, 2017). Kumcer Kotak Kecil untuk Shi (Stiletto, 2017). Kumcer Cara Jitu Menjadi Munafik (Stiletto, 2018). Juara ketiga lomba cerpen eksperimental Basabasi, Yogyakarta. Pemenang pilihan lomba cerpen Yayasan Bhinneka Nusantara. Juara kedua lomba cerpen Komsos KAS – Semarang, 2018. Juara kedua lomba cerpen Sejarah Yogyakarta, Dinas Kebudayaan Yogyakarta, 2018. Aktif di Komunitas Sastra Alit Surakarta dan Pendiri Komunitas Sastra Kamar Kata Karanganyar.

Puisi-puisi Encep Abdullah

New Picture

Encep Abdullah, pendiri Komunitas Menulis Pontang-Tirtayasa (#Komentar) dan Klinik Menulis. Karyanya tersebar di media lokal dan nasional. Bukunya yang sudah terbit Lelaki Ompol (2017). Mendapat Anugerah Seni Dewan Kesenian Banten sebagai Penggerak Sastra Generasi Muda 2017. Kini tinggal di Komplek Puri Delta Kiara, Walantaka.

Puisi-puisi Yanwi Mudrikah

yanwi-mudrikah_penyair

Yanwi Mudrikah, dilahirkan di desa Darmakradenan, Ajibarang, Banyumas, 12 Agustus 1989. Sejak sekolah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Purwokerto dia mulai mencintai bacaan kesusastraan Indonesia. Kebiasaan membaca dan menulis itu semakin subur ketika dia kuliah di Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto. Rahim Embun (2013) dan Menjadi Tulang Rusukmu (2016) adalah buku kumpulan puisi tunggalnya.

Puisi-puisi Tjahjono Widarmanto

New Picture

Tjahjono Widarmanto, Lahir di Ngawi, 18 April 1969. Meraih gelar sarjananya di IKIP Surabaya (sekarang UNESA) Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia pada taun 1992, sedangkan studi Pascasarjananya di bidang Linguistik dan Kesusastraan diselesaikan pada tahun 2006, saat ini melanjutkan studi di program doktoral di Unesa.

Buku puisi terbarunya PERCAKAPAN TAN dan RIWAYAT KULDI PARA PEMUJA SAJAK (2016) menerima anugerah buku hari puisi Indonesia tahun 2016.

Puisi-puisi Faris Al Faisal

New Picture (3)

Faris Al Faisal lahir dan tinggal di Indramayu, Jawa Barat, Indonesia. Bergiat di Dewan Kesenian Indramayu. Karya fiksinya adalah novella Bunga Narsis (Mazaya Publishing House, 2017), antologi puisi Bunga Kata (Karyapedia Publisher, 2017), kumpulan cerpen Senja di Taman Tjimanoek (Karyapedia Publisher, 2017), dan novelet Bingkai Perjalanan (LovRinz Publishing, 2018). Puisi, cerma, cernak, cerpen dan resensinya tersiar berbagai media cetak dan online.

Puisi-puisi Armen S. Doang

Armen

Armen S. Doang, pencinta puisi dan burung. Puisi-puisinya pernah dimuat sejumlah media dan buku bersama seperti Tifa Nusantara 3, Jugijagijug dan lainnya. Salah satu puisinya masuk dalam nominasi Penghargaan Sastra Litera 2018. Kini tinggal dan bergiat aktif di klub Puisi Film Indonesia dan komunitas sastra di Bekasi.