PERCIKAN 

Idul Fitri dalam Sepenggal Sastra Indonesia

Oleh: Mahrus Prihany, divisi kaderisasi dan organisasi KSI Pusat   Idul Fitri adalah kembali ke fitrah. Hari kemenangan bagi mereka yang meyakini bahwa mereka telah memenangkan pertarungan terhadap hawa nafsu setelah sebulan penuh berpuasa dan menahan diri secara fisik dan batin. Suatu pertanyaan yang muncul sejauh manakah sesungguhnya kemenangan yang ummat Islam telah raih. Adakah kemenangan tersebut hanya berupa selebrasi yang penuh dengan hura-hura seperti yang nampak pada perayaan Idul fitri yang penuh dengan makanan tumpah ruah semacam pesta tahunan dan baju baru yang harus lebih satu bagi anak-anak seperti…

Read More
PERCIKAN 

Sastra dan Manusia Religius

oleh: Mahrus Prihany, divisi kaderisasi dan organisasi KSI Pusat.   Sastra, jika kita sandingkan dengan agama saat ini seperti suatu hal yang terpisah dan berbeda. Masing-masing memiliki dimensi, ruang lingkup, pijakan dan karakteristik yang saling melekat dan keduanya mungkin hanya memiliki sedikit persamaan. Universalisme dalam sastra ataupun agama sebatas pada gagasan dan konsep yang mengalami jalan terjal dalam praktiknya. Agama sangat terkesan dimaknai dengan nilai dan ritual. Begitu juga sastra, sebatas pada permainan kata dan tanda yang bebas dari beban, tanggungjawab atau peran-peran yang membebaskan manusia dari belenggu dan sekat…

Read More
PERCIKAN 

Dialog dengan Nurani

Mahrus Prihany: Divisi kaderisasi dan organisasi KSI Pusat.   Karya sastra baik berupa puisi, cerpen, novelet, novel, dan drama pada dasarnya adalah sebuah karya yang lahir dari suatu perenungan yang dalam. Siapa saja bisa menulis karya sastra. Imaginasi, pikiran, gagasan atau pembacaan seseorang atas teks dan realitas masyarakat adalah hanya berupa cara bagi seseorang melahirkan karya sastra.

Read More
PERCIKAN 

Derrida pun Mengerutkan Dahinya

Oleh Mahrus Prihany, cerpenis, ketua divisi kaderisasi dan organisasi KSI Pusat   Jacques Derrida (1930-2004) mungkin termasuk salah satu filsuf Prancis yang banyak diperdebatkan meski tak bisa dipungkiri pemikirannya cukup berpengaruh dalam perkembangan teks modern. Banyak yang menyebutkan bahwa pemikiran Derrida sesungguhnya cocok diterapkan untuk filsafat, bukan pada teks sastra meski pada kenyataannya kini kita bisa membaca karya sastra dengan perspektif Derrida.

Read More
PERCIKAN 

Buku, Pesan Abadi, dan Semangat Zaman

Membaca barangkali adalah suatu hal yang sangat biasa bagi kita. Dari kecil, sejak kita bisa bicara dan mengenal sesuatu, terlebih saat usia kita memasuki masa belajar di play group atau Taman kanak-kanak, kita akan diajarkan membaca oleh orangtua kita. Membaca yang pertama dilakukan tentunya adalah membaca huruf atau aksara.

Read More
PERCIKAN 

Selebrasi, Eksistensi, dan Dedikasi untuk Kehidupan

Sepekan terakhir ini banyak event sastra digelar. Di Jogjakarta, Serang, dan yang paling akbar adalah hajatan Asean Literary Festival (ALF) yang dilaksanakan di TIM Jakarta dari tanggal 5-8 Mei. ALF menawarkan banyak agenda dan panggung seni dan sastra untuk khalayak ramai, tak hanya bagi mereka yang memiliki predikat seniman, sastrawan ataupun budayawan. ALF tetap berlangsung dengan meriah meski diwarnai banyak isu dan peristiwa pemboikotan oleh sekelompok orang tertentu.

Read More
PERCIKAN 

Buruh, Sastra Buruh, dan Buruh Sastra

Saat kita pertama kali mendengar kata “buruh”, mungkin kita akan teringat tanggal satu Mei atau May Day yang saat ini kita peringati sebagai hari buruh meski di Indonesia hari buruh diperingati dan menjadi hari libur nasional barulah tiga tahun belakangan ini. Butuh perjuangan panjang dan memilukan bagi para pekerja di Indonesia untuk bisa menjadikan tanggal satu Mei bisa diterima sebagai hari buruh, sebab di banyak negara di dunia hari buruh diperingati dan dirayakan sudah begitu lama, sejak abad 19.

Read More
PERCIKAN 

Surat dan Roman tentang Perempuan

Setiap manusia memiliki sejarahnya sendiri-sendiri. Manusia bahkan bisa menjadi pencipta sejarah atau hanya sekedar menjadi bagian dari suatu sejarah. Peran yang diambil dan dimainkan manusia pada suatu periode tertentu dalam kehidupannya akan menjadi penentu posisinya dalam pentas dan panggung sejarah yang akan dikenang sepanjang masa oleh generasi berikutnya.

Read More