Category Archives: SAJAK

Puisi-puisi H. Shobir Poer

New Picture

H. Shobir Poer adalah nama pena dari Drs. H. Shobir Purwanto, MPd. Penyair yang juga pengajar. Karyanya telah banyak menghias media massa dan antologi. Karya tunggalnya adalah Mata Hati(1992), Kado Puisi (1997), Kota yang Luka Negeri yang Perih(1999), Membuka Pintu Langit (2000), MemujaMu di Tahta Langit (SMPS-2013/2016), Muhasabah Debu (DKTS, 2018). dan Menjahit Negeri Luka (Kumpula Naskah Drama, 2018).

Puisi-puisi Mahdi Idris

aspal.original

Mahdi Idris, lahir di Aceh Utara, 03 Mei 1979. Karyanya berupa puisi, cerpen, dan esai dimuat berbagai media lokal dan nasional. Buku puisinya yang telah terbit: Lagu di Persimpangan Jalan (2014), Kidung Setangkai Sunyi (2016), Kutukan Rencong (2018) dan Sebatang Pena di Meja Penyair (2018). Saat ini menetap di Desa Hueng, Kec. Tanah Luas, Aceh Utara.

Puisi-puisi Hendri Krisdiyanto

45353131_2344451532236380_2012897944381947904_n

Hendri Krisdiyanto lahir di Sumenep, Madura. Alumni Annuqayah daerah Lubangsa. Karyanya pernah dimuat di: Minggu Pagi, Kabar Madura, Koran Dinamikanews, Nusantaranews, Radar Cirebon, Radar Banyuwangi, Buletin Jejak, Tuban Jogja, Buletin kompak, Jejak publisher, Majalah Simalaba, Antologi bersamanya :Suatu Hari Mereka Membunuh Musim (Persi :2016), Kelulus (Persi :2017) Dan The First Drop Of Rain (Banjarbaru, 2017).

Puisi-puisi Imam Budiman

New Picture

Imam Budiman, kelahiran Loa Bakung, Samarinda, Kalimantan Timur. Bergiat di Komunitas Sastra Rusabesi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Telah menerbitkan sejumlah antologi puisi tunggal dan antologi bersama. Puisinya cukup sering menghias media massa. Buku kumpulan puisinya yang akan segera terbit: Pelajaran Sederhana Mencintai Buku Fiksi (2018).

Puisi-puisi Gustu Sasih

New Picture

Gustu Sasih lahir tahun 1988 di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Namanya tercantum dalam buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia (YHPI, 2017). Menulis puisi sejak masih SMP. Berawal dari ketertarikannya pada potongan-potongan puisi yang sering ia temukan pada lembar-lembar soal ujian. Puisi-puisinya telah diumumkan di sejumlah surat kabar dan media online. Juga tergabung dalam beberapa antologi bersama. Buku kumpulan puisi konkretnya berjudul Puisi 2 Dimensi (LeutikaPrio, Januari 2015).

Puisi-puisi Yuditeha

yuditeha

Yuditeha, Selain dikenal sebagai cerpenis juga seniman yang senang menggubah puisi dalam nyanyian atau yang kita kenal sebagai musikalisasi puisi. Karyanya telah banyak menghiasi media massa baik cetak atau daring. Buku Puisinya Hujan Menembus Kaca (Kekata, 2017), dan Air Mata Mata Hati (Kekata, 2017). Aktif di Sastra Alit Surakarta, dan Pendiri Kamar Kata Karanganyar.

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP

New Picture

Eddy Pranata PNP, lahir di Padang Panjang 31 Agustus 1963, adalah Nomine Penghargaan Sastra Litera 2017 dan 2018. Sejak tahun 2004 lalu mengelola Jaspinka (Jaringan Sastra Pinggir Kali) Cirebah, Banyumas Barat, Indonesia. Buku kumpulan puisi tunggalnya: Improvisasi Sunyi (1997), Sajak-sajak Perih Berhamburan di Udara (2012), Bila Jasadku Kaumasukkan ke Liang Kubur (2015), Ombak Menjilat Runcing Karang (2016), Abadi dalam Puisi (2017).

Puisi-puisi Budi Setiawan

tempfile@20180831_084259164327

Budi Setiawan, seorang petani kata. Telah senang bertani kata sejak kecil. Kini sudah memulai hasil panenannya. Puisi-puisinya telah disiarkan beberapa media massa baik cetak atau media daring. Terhimpun juga di sejumlah antologi bersama. Kini tinggal dan bergiat di kota tembakau, Temanggung, Jawa Tengah sambil tetap menekuni dunia sastra.

Puisi Yana Risdiana

New Picture (1)

Yana Risdiana, puisinya termuat dalam Hikayat Secangkir Robusta (Antologi Puisi Krakatau Award 2017), The First Drop of Rain (Antologi Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2017), Anggrainim, Tugu dan Rindu (Kumpulan Puisi Pematangsiantar Penyair Nusantara 2018), dll. Buku Larik-Larik dari Jurus Dasar Silat Cimande (2018) merupakan kumpulan puisi tunggal pertamanya. Kini tinggal di Bandung.

Puisi Ahmad Radhitya Alam

DSC_8018_ED

Ahmad Radhitya Alam, santri Pondok Pesantren Mambaul Hisan Kaweron dan siswa SMA Negeri 1 Talun. Bergiat di Forum Lingkar Pena (FLP) Blitar, Teater Bara, dan Sanggar Mlasti. Tulisannya berupa puisi dan cerpen dimuat di beberapa antologi bersama dan beberapa media cetak serta elektronik.