Category Archives: SAJAK

Puisi-puisi Muhamad Kusuma Gotansyah

Muhamad Kusuma Gotansyah, lebih dikenal dengan panggilan akrabnya yaitu Gotan. Lahir di Tangerang, 2002. Menetap dan bersekolah di Kuala Lumpur. Gemar bermusik, menulis, dan membaca. Beberapa karyanya berupa cerpen dan puisi pernah dimuat di media-media online seperti Litera dan Nusantaranews. Ia juga memiliki blog yang beralamat di berisiklegal.wordpress.com

Sepotong Jazz Iman Sembada

Iman Sembada dilahirkan di Purwodadi, Jawa Tengah, 4 Mei 1976. Ia menulis puisi yang dipublikasikan di berbagai media massa. Buku puisi tunggalnya Air Mata Suku Bangsa (2004) dan Perempuan Bulan Ranjang (2016). Kini sedang menyiapkan buku antologi puisi terbaru. Sehari-hari bergiat di Komunitas Sastra Indonesia (KSI).

Wayan Jengki Sunarta dan Dedy Arsya

Kompas edisi Sabtu, 2 Februari 2019, memuat puisi-puisi penyair Wayan Jengki Sunarta dan Deddy Arsya. Puisi-puisi tersebut kami kutip dan muat ulang di litera.co.id agar makin lebih banyak dibaca. Sebab, boleh jadi ada di antara penikmat puisi belum sempat membacanya.

Puisi-puisi Kim Al Ghazali

Kim Al Ghozali AM lahir di Probolinggo, 12 Desember 1991. Kini mukim di Denpasar dan bergiat di Jatijagat Kampung Puisi (JKP 109). Puisi-puisi dan tulisannya yang lain tersebar di pelbagai koran di Indonesia, di media online dan banyak antologi. Buku puisinya Api Kata (Basabasi, 2017) masuk daftar panjang Kusala Sastra Katulistiwa 2016-2017. Buku terbarunya yang akan terbit: Angin Pertama.

Puisi-puisi Bambang Widiatmoko

BAMBANG WIDIATMOKO, penyair kelahiran Yogyakarta ini memiliki kumpulan puisi tunggal antara lain Kota Tanpa Bunga (2008), Hikayat Kata (2011), Jalan Tak Berumah (2014), Paradoks (2016), Silsilah yang Gelisah (2017). Kumpulan esainya Kata Ruang (2015). Sajaknya terhimpun di berbagai antologi puisi bersama antara lain Deklarasi Puisi Indonesia (2012), Sauk Seloko (2012), Secangkir Kopi (2013), Lintang Panjer Wengi di Langit Yogyakarta (2014), Jula Juli Asem Jakarta (2014), Negeri Langit (2015), Negeri Laut (2016), Pasie Karam (2016), Ije Jela (2016), Matahari Cinta Samudra Kata (HPI 2016), Sail Cimanuk (2016), Negeri Awan (2017), Kota Terbayang (2017), Hikayat Secangkir Robusta (2017). Ikut menulis esai di buku antara lain Jaket Kuning Sukirnanto (2014) Ngelmu Iku Kelakone Kanthi Laku (2016), Apresiasi Sastra dan Perbincangan Karya (2016), Isu Sosial dalam Puisi (2017). Jabal Rahmah Perjumpaan Sastra (2018). Cerpennya tergabung dalam antologi cerpen Lelaki yang Tubuhnya Habis Dimakan Ikan-ikan Kecil (2017).

Puisi-puisi H. Shobir Poer

H. Shobir Poer adalah nama pena dari Drs. H. Shobir Purwanto, MPd. Penyair yang juga pengajar. Karyanya telah banyak menghias media massa dan antologi. Karya tunggalnya adalah Mata Hati(1992), Kado Puisi (1997), Kota yang Luka Negeri yang Perih(1999), Membuka Pintu Langit (2000), MemujaMu di Tahta Langit (SMPS-2013/2016), Muhasabah Debu (DKTS, 2018). dan Menjahit Negeri Luka (Kumpula Naskah Drama, 2018).

Puisi-puisi Mahdi Idris

Mahdi Idris, lahir di Aceh Utara, 03 Mei 1979. Karyanya berupa puisi, cerpen, dan esai dimuat berbagai media lokal dan nasional. Buku puisinya yang telah terbit: Lagu di Persimpangan Jalan (2014), Kidung Setangkai Sunyi (2016), Kutukan Rencong (2018) dan Sebatang Pena di Meja Penyair (2018). Saat ini menetap di Desa Hueng, Kec. Tanah Luas, Aceh Utara.

Puisi-puisi Hendri Krisdiyanto

Hendri Krisdiyanto lahir di Sumenep, Madura. Alumni Annuqayah daerah Lubangsa. Karyanya pernah dimuat di: Minggu Pagi, Kabar Madura, Koran Dinamikanews, Nusantaranews, Radar Cirebon, Radar Banyuwangi, Buletin Jejak, Tuban Jogja, Buletin kompak, Jejak publisher, Majalah Simalaba, Antologi bersamanya :Suatu Hari Mereka Membunuh Musim (Persi :2016), Kelulus (Persi :2017) Dan The First Drop Of Rain (Banjarbaru, 2017).

Puisi-puisi Imam Budiman

Imam Budiman, kelahiran Loa Bakung, Samarinda, Kalimantan Timur. Bergiat di Komunitas Sastra Rusabesi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Telah menerbitkan sejumlah antologi puisi tunggal dan antologi bersama. Puisinya cukup sering menghias media massa. Buku kumpulan puisinya yang akan segera terbit: Pelajaran Sederhana Mencintai Buku Fiksi (2018).

Puisi-puisi Gustu Sasih

Gustu Sasih lahir tahun 1988 di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Namanya tercantum dalam buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia (YHPI, 2017). Menulis puisi sejak masih SMP. Berawal dari ketertarikannya pada potongan-potongan puisi yang sering ia temukan pada lembar-lembar soal ujian. Puisi-puisinya telah diumumkan di sejumlah surat kabar dan media online. Juga tergabung dalam beberapa antologi bersama. Buku kumpulan puisi konkretnya berjudul Puisi 2 Dimensi (LeutikaPrio, Januari 2015).