CERPEN 

Setelah Kematian Kiai Hambali

Cerpen: Alim Witjaksono ____________________________________________________________________ Berita tentang kematian Kiai Hambali oleh sekelompok orang bertopeng yang menyatroni kediamannya telah menimbulkan tanda-tanya besar di berbagai kalangan masyarakat Banten. Hampir semua koran dan teve lokal menampilkannya sebagai berita utama. Bisa jadi karena tokoh agama itu tergolong keturunan Sultan Hasanudin, sebagai pendatang dari tanah Cirebon yang menduduki wilayah utara Pasundan sejak berabad-abad silam.

Read More
PUISI 

JEMBATAN DI PENGUNGSIAN

Puisi-puisi: Faris Al Faisal ____________________________________________________________________   DI DEPAN GERAI TELEPON GENGGAM Seorang anak kecil, di depan gerai telepon genggam memandang ke etalase —pameran gawai memanggil bayangan belajar online, sesaat sesudah wabah ia berjalan, menghela getir embusan angin berdoa dalam ingin Tuhan, aku ingin telepon genggam Tuhan tersenyum,

Read More
PUISI 

PRASASTI KOPI RUMAH KITA

Puisi-puisi: Vito Prasetyo ____________________________________________________________________   Puisiku Berdoa Hingga Lupa Memberi Judul hingga dadaku terluka, ketika cinta itu kautanam di pohon kemarau berapa musim lagi hujan membasuhnya dan tumbuhkan daun-daun berkilau cinta hanya cawan waktu, memisahkan rindu dan gelisah. mata kita hanyalah tempat menyimpan segala isyarat bukankah bait-bait majas merapal doa, menghitung kemarau dan hujan di baris-baris shaf, yang menyulam alif-ba’-ta’ tak selamanya hujan itu butiran air bening yang mengalir di pelupuk mata tak selamanya kemarau itu, dahaga yang menggumpal di kedangkalan sujud puisi bukanlah tempat keabadian, dimana diksi selalu mengingkari…

Read More