PUISI 

BADAI GENOSIDA MELANDA PALESTINA

Puisi-puisi Esti Ismawati ______________________________________________________________   BERITA DARI GAZA Membaca berita sore, mengalir sungai di pipi. Di bawah langit biru yang bersaksi, Mendikbud Palestina berkata: “Tahun Pelajaran 2023 usai, karena semua siswa syahid”. Palestina, adakah air mata yang menggenang diantara reruntuhan mampu menjadi penguat semangat jihad? Tanah yang subur kini terpanggang, namun semangatmu tidak pernah padam.

Read More
PUISI 

SAJAK CINTA ZAMAN DUSTA

Puisi-puisi Sulaiman Djaya ____________________________________________________________________     KOTAKU TENGAH MALAM   Di pedestarian alun alun kota Diantara remang remang lampu Pagar besi dan pohonan,   Satu dua tiga perempuan Mengajukan harga Untuk beberapa menit Memuaskan kemaluan Di kamar hotel

Read More
PUISI 

Hari-hari Berjalan tanpa Hari

Sajak-sajak Irwan Sofwan ____________________________________________________________________     HARI-HARI BERJALAN TANPA HARI   hari-hari berjalan tanpa hari segala menjadi api dalam diri keheningan mendesak sekali lagi suaramu tumbuh bagai bunga apakah akan kau biarkan diri terbakar kesakitan tanpa nama di jalan tak berujung hari-hari berjalan tanpa hari dalam diam mataku kosong menerka angin

Read More
PUISI 

SAVE PALESTINA

GEMERETAK KEPALKU BERDIRI DI SAMPINGMU _____________________________________________________ Sekali kuingat engkau, Palestina. Gemeretak kepalku berdiri di sampingmu. Lagu surgawi engkau dendangkan. Percuma bersambut salak senapan. Bom pun meledak menggenapkan catatan. Siapakah berkhianat di belakangmu. Melangkah lindap menusuk dadamu. Seribu mimpi pun runtuh ke bumi. Seribu hati membatu dalam sangsi.

Read More
PUISI 

AIR MATA IBU DI SAAT HUJAN MALAM

Sajak-sajak Nanang Suryadi ______________________________________________________   Di SAAT HUJAN   di saat hujan aku teringat penyair yang membenci hujan dan bulan di dalam puisi. karena lampu-lampu kota telah menyingkirkannya jauh ke kampung ingatan selepas hujan aku bertanya: sehitam itukah kotoran yang menumpuk mengendap di dasar-dasar sungai, hingga sehari hujan tak sanggup melarutkannya? Bandung, 2015  

Read More
PUISI 

Mengambil Luka di Langit

Puisi-puisi: Nandy Pratama ____________________________________________________________________   Mengambil Luka di Langit Hujan tiba di pelukan malam sedang langit tak benar-benar tahu caranya untuk pulang Pada tangisan anak kecil darah telah berubah menjadi dewasa Melukai hati sendiri ; diantara senyuman, pelukan dan ciuman Kau adalah hujan pukul 6 sore yang selalu berkata “ aku tidak apa-apa “

Read More
PUISI 

Rel Kereta Stasiun Besar

Puisi-puisi: Setiyo Bardono ____________________________________________________________________ TANGGA STASIUN KERETA Menapaki anak-anak tangga stasiun kereta, aku belajar menghitung kalori yang terbakar sebanyak angka-angka tertera. “Naik tangga membuat jantung sehat,” katamu memberi semangat. Semoga itu bukan sekedar rayuan pemikat, agar aku melupakan eskalator yang sering tak sehat atau lift yang terkadang sekarat.

Read More
PUISI 

Dari Bentangan Matamu

Puisi: Ahmad Rizki ____________________________________________________________________   Dari Bentangan Matamu Dari bentangan matamu aku mengenal jalan-jalan yang panjang dan menyengsarakan –aku kenal iri dan dengki, dan cinta-kasih terbelenggu sendiri. Dari hari-hari itu, sepasang burung berhamburan mencari perlindungan –mencari pakaian hangat di musim dingin yang menakutkan.

Read More