PUISI 

DI TIDURMU, APAKAH AKU JADI MIMPI?

Puisi-puisi Dhea Lintang Wengi ___________________________________________________________________   DI TIDURMU, APAKAH AKU JADI MIMPI?   Malam adalah rutinitas, Dan aku menunggu jadi lebur. Pukul dua pagi, kita menanggalkan seluruhnya. Terjaga lebih lama untuk terlelap lebih panjang. Kita berlarian seperti dua anak kecil, Lalu kelelahan tapi enggan beristirahat.

Read More
PUISI 

Pulang ke Golo Gega

Puisi-puisi Petrus Nandi ___________________________________________________________________   KEHILANGAN HUTAN pagi menciptakan kesedihan dari longgok debu saat daun-daun urung memeluk cahaya. kau datang meruntih kenangan pada ranting berdarah, batang berdarah, akar berdarah, dalam sekeping pulang yang memar.

Read More
PUISI 

Subuh dengan Kretek di Tangan

Puisi–puisi Ahmad Rizki ___________________________________________________________________   SUBUH DENGAN KRETEK DI TANGAN Nyanyian ayat suci menggema ke penjuru kampung, sebatang kretek di tangan terasa nikmat dan menyenangkan. Orang-orang mengatakan komposisi cengkih dan tembakau (yang dirakit dengan tangan) yang pertama kali nongol di Kudus 1900-an itu sengaja diciptakan Haji Djamari (atau nama-nama yang tak kusebutkan lainya) dengan itikad pengobatan. Barangkali, De Kretek Konning dengan Tjap Bal Tiga (nama asli Nitisemito) juga berpikir demikian.

Read More
PUISI 

Kepada Sancho

Sajak-sajak: Irwan Sofwan _________________________________________________________________   UDARA gunung dan angin yang sendiri jalan-jalan, taman-taman tanpa suara kurasakan jemarinya yang damai berbicara : sampai saat tiba, apakah hanya aku yang diberinya cara menemani perjalanan daun-daun memangkas jarak pada sepi? larut membakarnya. Abadi 2019

Read More
PUISI 

DARI TAREKAT DAUN KE RAMALAN HARI MATI

Puisi-puisi Tjahjono Widarmanto   _____________________________________________________________   TAREKAT DAUN   lantas hijauku jadi buah melon yang bulat segar dan lembut seperti biji-biji tumbuh jadi kuntum dan kelopak mirip bulan bundar yang purnama di malam ke-1000 sempurna jadi hening bermeditasi di relung gua-gua suci tempat kupu-kupu menetaskan telur tanpa pernah jadi ulat apalagi kepompong  

Read More
PUISI 

DARI SEMESTA BAHASA KE PUISI CINTA

Sajak-sajak Sulaiman Djaya ————————————————————————————–    SEMESTA BAHASA   Menjelajah semesta, betapa banyak yang tak kubaca. Ada kegembiraan yang bisu di rumbai tunas-tunas matahari serupa aku yang ingin menyentuh wajahmu. Mencat sepasang bibirmu. Menenun rambutmu dengan senja yang tak pernah menua

Read More
PUISI 

Doa sang Pencari Kayu Bakar

Puisi: Ngadi Nugroho ___________________________________________________________________   DOA SANG PENCARI KAYU BAKAR Dia selalu berdoa. Untuk hutan yang selalu ada. Walau dimusnahkan sekalipun. Walau dimusnahkan sekalipun. Dari pandangan mata. Dan dia tetap berdoa. Agar kayu-kayu kecil tak hilang sirna. Itulah pengharapannya demi memenuhi periuk nasi keluarga.

Read More
PUISI 

Blantik Sapi yang Hidup Abadi

Puisi-puisi: Fatah Anshori ___________________________________________________________________   blantik sapi yang hidup abadi kau meraba tumor suatu mata mencicip aqueus humor, lebih dari dua belas berkas warna mengalir, tapi hanya hitam dan putih saja, yang semilir yang singgah serupa wabah rebah di lembah merusak rumah-rumah, menyulut tangis, dan jerit seseorang di ladang tak bertuan bersila tanpa kepala,

Read More