Empat untuk Tempat Bernama Indonesia

Empat untuk Tempat Bernama Indonesia

DEPOK (litera.co.id) – Buku antologi puisi karya empat penyair Indonesia yang diterbitkan penerbit Grasindo diluncurkan di Perpustakaan UI Depok, Kamis (14/2) siang. More »

14 Wartawan Baca Puisi di Balai Pemuda Surabaya

14 Wartawan Baca Puisi di Balai Pemuda Surabaya

SURABAYA (Litera.co.id) – Memeriahkan Hari Pers Nasional (HPN), empatbelas penyair yang berprofesi sebagai wartawan membacakan puisi-puisinya di Gedung Barat Balai Pemuda, Jalan Yos Sudarso, Surabaya, Selasa, 19 Februrari 2019, pk 19.00 WIB. More »

 

Empat untuk Tempat Bernama Indonesia

DEPOK (litera.co.id) – Buku antologi puisi karya empat penyair Indonesia yang diterbitkan penerbit Grasindo diluncurkan di Perpustakaan UI Depok, Kamis (14/2) siang.

14 Wartawan Baca Puisi di Balai Pemuda Surabaya

SURABAYA (Litera.co.id) – Memeriahkan Hari Pers Nasional (HPN), empatbelas penyair yang berprofesi sebagai wartawan membacakan puisi-puisinya di Gedung Barat Balai Pemuda, Jalan Yos Sudarso, Surabaya, Selasa, 19 Februrari 2019, pk 19.00 WIB. Kegiatan pembacaan puisi dengan judul “Wartawan Penyair Baca Puisi” ini masih dalam rangkaian Bengkel Sastra, salah satu agenda sastra bulanan Bengkel Muda Surabaya.

Diskusi Buku Puisi 4 Penyair Indonesia

DEPOK (Litera.co.d) – Perpustakaan Universitas Indonesia dan Grasindo akan mempersembahkan peluncuran dan diskusi buku antologi puisi karya 4 penyair Indonesia. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Kamis, 14 Februari 2019, di Area Lounge Lantai 1 Perpustakaan UI, Depok, pukul 14.00 -16.00 WIB.

Puisi-puisi Muhamad Kusuma Gotansyah

Muhamad Kusuma Gotansyah, lebih dikenal dengan panggilan akrabnya yaitu Gotan. Lahir di Tangerang, 2002. Menetap dan bersekolah di Kuala Lumpur. Gemar bermusik, menulis, dan membaca. Beberapa karyanya berupa cerpen dan puisi pernah dimuat di media-media online seperti Litera dan Nusantaranews. Ia juga memiliki blog yang beralamat di berisiklegal.wordpress.com

Sungai Iman

Ketika kecil, menjelang magrib, aku sering memandangi sungai, yang melintas di samping rumah ibu, dari jendela. Kebetulah rumah ibu ada di tepi sungai. Kusebut rumah ibu, karena ketika itu aku sudah yatim sejak berusia lima tahun, dan sepeningal ayah, kami, tiga anaknya, lantas menyebutnya sebagai “rumah ibu”.

Dari jendela aku suka melamunkan sungai itu, bertanya dalam hati dari mana airnya yang bening dan berlimpah. Dalam imajinasiku yang kanak-kanak, sungai itu panjang sekali. Aku pernah menyusuri sampai ke muaranya di bibir Pantura, dengan naik sepeda. Tapi, aku tak pernah tahu di mana hulunya, dan seberapa jauhnya. Kalau aku menyusurinya ke hulu, pasti takkan sampai-sampai.

Bincang Sastra Bersama Penyair Kudus

KUDUS (Litera.co.id) – Keluarga Penulis Kudus (KPK) memgundang para sastrawan, penyair dan pecinta sastra, khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Kudus dan sekitarnya untuk hadir dalam agenda Bincang Sastra Bersama para penyair yang akan digelar pada Minggu, 10 Februari 2019, di Sanggar Teater Djarum, Jalan Ahmad Yani 41, Kudus, Jawa Tengah, pukul 08.00 WIB – selesai.

Baca Puisi Tanpa Memarahi Puisi

MUSTAFA ISMAIL | @MUSISMAIL | Penulis dan pegiat sastra |

Secara guyonan, saya kadang suka iseng nyelutuk saat melihat orang membaca puisi dengan teriakan-teriakan membahana: “Tolong jangan memarahi puisi.” Tentu ucapan spontan itu tak akan terdengar oleh orang yang sedang membaca puisi. Tapi orang-orang di sekeliling saya boleh jadi mendengarnya.

Frasa Ahmadun Yosi Herfanda

Segera hadir rubrik baru Frasa yang khusus ditulis oleh sastrawan Ahmadun Yosi Herfanda alias AYH. Frasa adalah tulisan-tulisan serius yang dikemas secara ringan, inspiratif, sekaligus menghibur. Kolom ini hadir tiap Jumat malam untuk menemani akhir pekan Anda. Salam sastra, salam Litera. [R]

Menyongsong Buku Antologi Puisi Rembulan dan Matahari

PADANGPANJANG (Litera.co.id) – Buku antologi puisi berjudul Rembulan dan Matahari karya Sulaiman Juned dan Soeryadarma Isman menurut rencana akan diluncurkan pada 17 Maret 2019 di Sekretariat Komunitas Seni Kuflet Kampung Jambak, Padangpanjang, Sumatera Barat.

Sepotong Jazz Iman Sembada

Iman Sembada dilahirkan di Purwodadi, Jawa Tengah, 4 Mei 1976. Ia menulis puisi yang dipublikasikan di berbagai media massa. Buku puisi tunggalnya Air Mata Suku Bangsa (2004) dan Perempuan Bulan Ranjang (2016). Kini sedang menyiapkan buku antologi puisi terbaru. Sehari-hari bergiat di Komunitas Sastra Indonesia (KSI).