CERPEN 

N G A B E N

  Cerpen Joko Rabsodi ——————————————————————————————-   Koran-koran menulis tentang kematian Bibiku. Banyak tokoh berkomentar bahwa bangsa ini telah kehilangan salah satu anaknya yang terbaik. Seorang pejuang kemanusiaan telah pergi! Bangsa ini berduka. Televisi pun tak kalah haru birunya, mulai berlomba menayangkan kisah sang anak bangsa. Bahkan pemerintah mengumumkan pengibaran bendera setengah tiang. Penghormatan diberikan karena anak bangsa ini telah mengharumkan nama bangsa. Tercatat, di masa bangsa disorot sebagai bangsa yang kurang menghargai hak asasi manusia, telah tampil seorang perempuan yang setiap kata dan tindakannya menggetarkan hati. Membuat bangsa ini sanggup…

Read More
CERPEN 

Wanita Tercantik

  Cerpen Supadilah Iskandar ———————————————————————————–   Suatu hari di musim hujan, persisnya pada minggu-minggu pertama bulan Februari, saya pernah berpapasan dengan seorang perempuan tercantik yang selama ini saya idam-idamkan. Mungkin sebagian orang berpendapat bahwa ini adalah penilaian saya pribadi, karena setiap orang punya seleranya sendiri-sendiri. Mungkin juga ada orang berpendapat bahwa kecantikannya biasa-biasa saja, tidak begitu spesial. Potongan rambutnya biasa saja, seakan dibiarkan tergerai dan disisir sekadarnya. Usianya juga sudah agak lanjut, mungkin di atas 30-an. Karena itu, sepantasnya dia dipanggil ‘Ibu’, paling tidak ‘Mbak’, jadi sudah kurang pas jika…

Read More
CERPEN 

Kenangan Bersama Haris

Irawaty Nusa, penulis cerpen dan kritik sastra yang disiarkan di berbagai harian nasional dan media daring, di antaranya Kabar Madura, Kabar Banten, Tangsel Pos, Satelit News, nusantaranews.co, klipingsastra.com,  kawaca.com, Jurnal Toddoppuli, Ahmad Tohari’s Web, dan lain-lain.   Setiap tiga bulan sekali, sebagaimana lazimnya seorang anak berpendidikan tinggi, saya mengunjungi kedua orang tua yang tinggal di sebuah apartemen di wilayah Jakarta Timur. Meskipun jarak antara Anyer dan Jakarta mencapai ratusan kilometer, sebagai anak perempuan satu-satunya yang memiliki rasa tanggung jawab, saya berusaha menyempatkan diri untuk selalu berjumpa dengan mereka, dalam keadaan…

Read More
CERPEN 

Pikun

Muhamad Muckhlisin, cerpenis dan esais sastra, tinggal di daerah Bogor, Jawa Barat, pemenang pertama lomba cerpen nasional 2017 Istri Syamsul, Juleka betul-betul naik pitam. Ia mengusir suaminya sepulang dari gardu ronda di perempatan Kampung Jombang. Ia berjalan sempoyongan sambil memaki-maki istrinya, anak perempuan satu-satunya, bahkan memaki-maki seluruh perempuan di permukaan bumi ini. Baginya, perempuan itu makhluk aneh atau makhluk jadi-jadian yang terbuat dari tulang rusuk. Lalu, ia berkata seenaknya bahwa istrinya terbuat dari tulang rusuk anjing.

Read More
CERPEN 

Farhat dan Kucing Kesayangannya

Muhamad Pauji, cerpenis dan kritikus sastra kontemporer Indonesia, aktivis organisasi pemuda OI (Orang Indonesia). Artikel dan cerpennya bisa dijumpai di berbagai media massa lokal, nasional, dan media online.   Sejak kecil Farhat dikenal santun dan memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi. Sifatnya yang polos dan lugu seringkali menjadi bahan guyonan teman-teman di sekolahnya. Ia sangat menyukai hewan, dan kedua orangtuanya memanjakannya dengan mengizinkan memelihara beberapa binatang. Bersama mereka ia banyak menghabiskan waktunya. Tak ada kebahagiaan hidup yang lebih nikmat ketimbang saat-saat ia memberi makan dan bersenang-senang bersama binatang peliharaannya.

Read More
CERPEN 

Sampah Kota Smece

Rizqi Turama, dosen di Universitas Sriwijaya. Salah satu cerpenis pilihan Kompas tahun 2018. Beberapa cerpennya pernah dimuat di Kompas, Magelang Ekspress, Koran Pantura, dan lain-lain. Aktif di Sanggar EKS dan Komunitas Kota Kata Palembang. Buku terbarunya berjudul Teriakan dalam Bungkam.

Read More
CERPEN 

Bosan Menyergap di Tengah Hari

M Firdaus Rahmatullah, lahir di Jombang. Alumnus PP Al Muhibbin Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang dan PBSI STKIP PGRI Jombang. Karya-karyanya dimuat di Republika, Koran Tempo, JP Radar Malang, JP Radar Mojokerto, dan JP Radar Jombang. Tahun 2015, mengikuti workshop cerpen Kompas di Bali. Kini mengabdi di SMAN 1 Panarukan Situbondo.

Read More
CERPEN 

Matinya Pak Nuri

Muhtadi ZL, adalah Mahasiswa Institut Ilmu Keislaman (INSTIKA) Guluk-guluk, Sumenep, Madura dan Pengurus Perpustakaan PP. Annuqayah daerah Lubangsa. Aktif di Komunitas Penulis Kreatif (KPK) dan Komunitas Cinta Nulis (KCN) Lub-Sel. Menulis Esai, Resensi dan Cerpen serta karyanya tersebar di beberapa media.

Read More