PERISTIWA 

Gubernur Bengkulu Semangati Festival Sastra Bengkulu

Gubernur Rohidin Mersyah berpesan agar panitia tidak pernah menyerah untuk melanjutkan kegiatan Festival Sastra Bengkulu. BENGKULU – Festival Sastra Bengkulu (FSB) mendapat pasokan energi dari Gubernur Bengkulu DR H. Rohidin Mersyah. Ia berharap festival itu dapat dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang. Halangan dan rintangan yang dihadapi panitia itu hal biasa. “Kalau tidak ada halangan, tidak ada rintangan itu bukan perjuangan,” kata Rohidin saat membuka Festival Sastra Bengkulu di Balai Semarak Pendopo Gubernur Bengkulu, Jumat malam, 13 September 2019.

Read More
puisi 

Puisi-puisi Bambang Widiatmoko

BAMBANG WIDIATMOKO, penyair kelahiran Yogyakarta ini memiliki kumpulan puisi tunggal antara lain Kota Tanpa Bunga (2008), Hikayat Kata (2011), Jalan Tak Berumah (2014), Paradoks (2016), Silsilah yang Gelisah (2017). Kumpulan esainya Kata Ruang (2015). Sajaknya terhimpun di berbagai antologi puisi bersama antara lain Deklarasi Puisi Indonesia (2012), Sauk Seloko (2012), Secangkir Kopi (2013), Lintang Panjer Wengi di Langit Yogyakarta (2014), Jula Juli Asem Jakarta (2014), Negeri Langit (2015), Negeri Laut (2016), Pasie Karam (2016), Ije Jela (2016), Matahari Cinta Samudra Kata (HPI 2016), Sail Cimanuk (2016), Negeri Awan (2017), Kota…

Read More
Agenda 

PIAGAM SUKOREDJO Hasil Muktamar Sastra 2018

Bismillahirrahmanirrahim Bahwa sesungguhnya muktamar sastra digelar sebagai ikhtiar luhur untuk menggali kenusantaraan demi membangun kebangsaan di tengah tata kelola dunia baru yang penuh keterbukaan serta persaingan hampir di semua lini kehidupan. Bahwa sesungguhnya muktamar sastra adalah ikhtiar luhur anak bangsa untuk menjadikan manusia Indonesia tetap memiliki kepribadian di bidang kebudayaan, di samping senantiasa menggenggam kedaulatan politik dan kemandirian ekonomi di kancah persaingan global.

Read More
Agenda 

Perlu Rekonstruksi dan Revitalisasi Sastra Pesantren

Oleh Ahmadun Yosi Herfand, pelayan sastra Sesungguhnya sastra Islam, terutama sastra Islam klasik, yang kini juga sering disebut “sastra pesantren”, telah memainkan peran penting dalam ikut membangun peradaban bangsa sejak berabad-abad yang lampau. Karya sastra Islam yang menjadi kanon sastra (karya unggulan) Melayu-Indonesia, seperti “Syair Perahu” karya Hamzah Fansuri, “Gurindam 12” karya Raja Ali Haji, dan sebagian puisi Amir Hamzah dalam Nyanyi Sunyi seperti “Padamu Jua” telah berperan penting dalam membangun tradisi sastra Nusantara yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam. Dan, nilai-nilai Islam itu pula yang menjadi akar dan ruh pertumbuhan…

Read More
Agenda 

200-an Sastrawan Ber-Muktamar Sastra 2018 di Situbondo

SITUBONDO (Litera.co.id) – Sekitar 200 sastrawan dari berbagai daerah akan mengikuti Muktamar Sastra 2018 di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, pada 16-20 Desember 2018. Perhelatan sastra ini didukung oleh Lembaga Ta’lif Wan Nasyr (LTN) Nahdlatul Ulama Jawa Timur dan TV9 Nusantara. “Kegiatan ini sebagai upaya menguatkan persatuan dan kesatuan bangsa melalui kebudayaan,” kata KH Sururi Arumbi, ketua Panitia.

Read More
Agenda 

Chavchay akan Baca Puisi dalam Dangiang Dewi

BANDUNG (Litera.co.id) — Penyair Chavchay Syaifullah menyatakan siap membaca puisi dalam acara Dangiang Dewi yang diselenggarakan oleh Sekolah Teladan Kewajaran Bersikap (STKB) di Bandung, Jawa Barat, 17 Desember 2018. Dangiang Dewi merupakan acara yang digelar khusus untuk mengenang dan meneladani kepahlawanan Dewi Sartika, seorang perintis pendidikan untuk kaum wanita, yang diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia pada 1966.

Read More
Cerpen 

Frekuensi

Rumadi, lahir di Pati pada tanggal 12 September 1990. Beralamat di Desa Gajahkumpul, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati Rt.07 Rw. 02. Menyukai sastra sejak SMP. Pendidikan terakhir SMKN 1 Rembang jurusan otomotif. Saat ini aktif di Forum Lingkar Pena cabang Ciputat dan komunitas Prosa Tujuh.

Read More
puisi 

Puisi-puisi H. Shobir Poer

H. Shobir Poer adalah nama pena dari Drs. H. Shobir Purwanto, MPd. Penyair yang juga pengajar. Karyanya telah banyak menghias media massa dan antologi. Karya tunggalnya adalah Mata Hati(1992), Kado Puisi (1997), Kota yang Luka Negeri yang Perih(1999), Membuka Pintu Langit (2000), MemujaMu di Tahta Langit (SMPS-2013/2016), Muhasabah Debu (DKTS, 2018). dan Menjahit Negeri Luka (Kumpula Naskah Drama, 2018).

Read More
Agenda 

Muktamar Sastra Modal Karya

SITUBONDO (Litera.co.id) – Muktamar Sastra 2018 yang akan dilangsungkan pada tanggal 18-20 Desember2018 di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur ini mengusung tema “Menggali Kenusantaraan Membangun Kebangsaan”. Panitia masih menerima pendaftaran peserta mandiri dengan kuota terbatas.

Read More