PERISTIWA 

NOVEL PERANG GOWA PENTING UNTUK DIBACA GENERASI MUDA AGAR MELEK SEJARAH

JAKARTA (LITERA) – Banyak nilai sejarah yang patut diteladani dalam novel Perang Gowa karya Andi Makmur Makka, terutama kepahlawanan raja Gowa, Sombaya. Menurut Ahmadun Yosi Herfanda, Raja Gowa itu adalah pejuang yang pantang menyerah pada penjajah, meski dikejar-kejar sampai dianggap ghaib, dan rakyat Gowa melanjutkan perlawanan rajanya itu. “Novel ini penting untuk dibaca gerasi muda agar melek sejarah, agar mereka tidak buta sejarah,” katanya dalam talk show di Philanthropy Building, belum lama ini. 

Read More
ESAI 

PERANG GOWA DALAM NOVEL MAKMUR MAKKA

Oleh Ahmadun Yosi Herfanda, esais, cerpenis, penyair. ________________________________________________________________       Membaca judul dan isinya, Perang Gowa karya Makmur Makka dapat disebut sebagai “novel sejarah”. Novel sejarah adalah fiksi naratif yang berlatar waktu, peristiwa, dan tokoh-tokoh dari masa lalu. Fiksi tersebut tentu tidak sama persis dengan apa yang terjadi di masa lalu. Pengarang berpeluang menafsirkan peristiwa sejarah di masa lalu, mengidupkannya kembali, sehingga menarik untuk dibaca, dan dipahami nilai-nilainya oleh generasi masa kini dan generasi yang akan datang. Fiksi naratif ini memadukan fakta sejarah dengan tokoh dan alur buatan pengarang…

Read More
PERISTIWA 

HACIA TODO, MENDUNIAKAN PUISI INDONESIA

 JAKARTA (LITERA) — Yayasan Hari  Puisi (YHP) menduniakan puisi Indonesia melalui penerbitan antologi puisi dwi-bahasa Hacia Todo: Antología Bilingüe de Poesía Indonesio-Española (Kepada Segala: Antologi Puisi Dwibahasa Indonesia–Spanyol). Buku ini merupakan seri pertama program yang digagas YHP sebagai bagian dari rangkaian Perayaan Hari Puisi Indonesia 2026.

Read More
PERISTIWA PPN 

PPN IV ACEH JADI PERTEMUAN GAGASAN, NILAI, DAN HARAPAN BERSAMA

Banda Aceh (Litera) — “PPN bukan hanya pertemuan penyair, tetapi juga pertemuan gagasan, nilai, dan harapan bersama. Sastra mampu menjembatani perbedaan bahasa, budaya, daerah, bahkan negara,”  kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, pada sabutannya saat membuka Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh–Indonesia tahun 2026 di Istana Wali Nanggroe, Darul Imarah, Aceh Besar, Senin malam lalu.

Read More
PERISTIWA PPN 

PPN KELILING NUSANTARA

Pesta Penyair Nusantara (PPN) lahir dari Pertemuan Penyair Indonesia The 1st International Poets Gathering di Medan, 25-29 Mei 2007. Disetujui oleh Direktur Kesenian Mukhlis Paeni, yang hadir memberi materi ketika itu, PPN menjadi kesepakatan lima komunitas sastra dari lima negara di Asia Tenggara. Tercatat, dari Komunitas Sastra Indonesia (KSI) Ahmadun Yosi Herfanda dan Viddy AD Daeri, dari Persatuan Penulis Nasinala (PENA) Malaysia Moh. Saleeh Rahamad dan SM Zakir, serta dari Angkatan Sastrawan dan Sastrawani (Asterawani) Brunei Zefri Ariff. Kemudian, Djamal Tukimin dari ASAS 50 Singapura, dan Nik Rakib bin Nik Hasan dari Pusat…

Read More
ESAI PPN 

PUISI NUSANTARA MAKIN KITA SAJA

Membaca puisi-puisi Nusantara serasa membaca puisi-puisi kita saja. Sebab, Nusantara adalah kita, kita adalah Nusantara. Maka, puisi-puisi kita adalah puisi-puisi yang bercita rasa Nusantara. Dan, puisi-puisi Nusantara adalah puisi-puisi yang bercita rasa kita. Meski ada perbedaan diksi dan makna kata, serta perbedaan budaya lokal yang mempengaruhi kelahiran puisi masing-masing negara asal penyair, tapi cita rasa puisi Nusantara adalah cita rasa kita. Perbedaan pengucapan, metafor, dan simbol, terjadi karena perbedaan kreativitas penyair dan latar budaya itu.

Read More
PUISI 

BERSUJUD DALAM CAHAYA

Sajak-sajak Abdul Wachid B.S. ______________________________________________________________________   TAHAJUD   Malam membuka matanya, dan aku mendengar langkah-langkah sunyi mengitari dada langit yang terluka. Angin mengetuk jendela, membawa bisik yang belum sempat kusampaikan. Di sepertiga waktu, ada cahaya kecil menyala, seperti ibu yang berjaga di tepi ranjang, seperti kekasih yang tak beranjak dari pintu, seperti sahabat yang tetap terjaga ketika dunia terlelap dalam kesibukan.

Read More
CERPEN 

BAYI BADUY

Cerpen Muhamad Mukhlisin __________________________________________________________________    Menjadi hiburan tersendiri bagi Nyai Dasimah untuk pergi menemui Alit dan bayinya. Ia tersenyum bangga mengingat dan membayangkan Alit di pangkuannya sewaktu kecil. Rasanya baru kemarin ia menggendong Alit, saat bayi itu ditemukan di semak-semak di serambi kantor kelurahan oleh seorang pemulung. Sang bayi seakan memanggil “mama” ketika Nyai Dasimah mulai mendekap dalam gendongannya.

Read More
PUISI 

RUANG TUNGGU DALAM SEJARAH JINGGA

Sajak-sajak Edy Pranata PNP ___________________________________________________________________   POHON YANG MENAKJUBKAN   Serupa pohon Natal tapi bukan. Ia tidak meruncing ke atas. Ia bercabang menjurai ke samping ke segala arah. Tingginya sekitar tiga meter. Daun-daunnya menyembur cahaya. Setiap ujung ranting menjurai bunga warna bening pelangi. Ia tumbuh berjajar sepanjang jalan yang membujur datar. Jalan yang kulalui dengan dada debar. : “Jangan sentuh aku. Aku tak ingin gugur sebelum kesetiaan kaubuktikan,” tutur bunga-bunga yang menjurai di atas kepala, “lanjutkan perjalanan dengan seluruh keinginan, dengan seluruh angan-angan. Hingga kau benar-benar merasa bebas dari segala…

Read More