CERPEN 

Pikun

Muhamad Muckhlisin, cerpenis dan esais sastra, tinggal di daerah Bogor, Jawa Barat, pemenang pertama lomba cerpen nasional 2017 Istri Syamsul, Juleka betul-betul naik pitam. Ia mengusir suaminya sepulang dari gardu ronda di perempatan Kampung Jombang. Ia berjalan sempoyongan sambil memaki-maki istrinya, anak perempuan satu-satunya, bahkan memaki-maki seluruh perempuan di permukaan bumi ini. Baginya, perempuan itu makhluk aneh atau makhluk jadi-jadian yang terbuat dari tulang rusuk. Lalu, ia berkata seenaknya bahwa istrinya terbuat dari tulang rusuk anjing.

Read More
PUISI 

Puisi-puisi Mohammad Cholis

Mohammad Cholis, lahir pada tanggal 28 Agustus 2001 di kampung Telenteyan, Longos, Gapura, Sumenep. Allumni di PP. Annuqayah daerah Lubangsa Raya. Sekarang aktif menulis di Garawiksa Institute Yogyakarta. Puisi-puisinya telah disiarkan banyak media baik cetak atau digital.   SURAT UNTUK AYLA   Ayla, di koran hari ini puisi seperti banjir bandang airnya terus meluap-luap dari mata penyair yang entah miris sayang, ketika kulihat sepasang matanya adalah oretan sketsa dari kepergian kekasihnya atau…

Read More
CERPEN 

Farhat dan Kucing Kesayangannya

Muhamad Pauji, cerpenis dan kritikus sastra kontemporer Indonesia, aktivis organisasi pemuda OI (Orang Indonesia). Artikel dan cerpennya bisa dijumpai di berbagai media massa lokal, nasional, dan media online.   Sejak kecil Farhat dikenal santun dan memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi. Sifatnya yang polos dan lugu seringkali menjadi bahan guyonan teman-teman di sekolahnya. Ia sangat menyukai hewan, dan kedua orangtuanya memanjakannya dengan mengizinkan memelihara beberapa binatang. Bersama mereka ia banyak menghabiskan waktunya. Tak ada kebahagiaan hidup yang lebih nikmat ketimbang saat-saat ia memberi makan dan bersenang-senang bersama binatang peliharaannya.

Read More
puisi PUISI 

Puisi Iwan Setiawan

Iwan Setiawan, kelahiran Kotabumi, Lampung Utara 23 Agustus1980, kini berdomisili di kota Lubuk Begalung, Padang Sumatra Barat. Pernah tergabung dalam antologi 55 penyair coretan dinding kita, 30 penyair sastra roemah bamboe, 3 penyair ilalang muda, Seutas Tali & Segelas Anggur (2017), tersiar di koran media indonesia dan masuk sebagai kategori Puisi Terpuji Anugrah Sastra Litera(2017).

Read More
puisi PUISI 

Puisi Moh. Rofqil Bazikh

Moh. Rofqil Bazikh merupakan mahasiswa Perbandingan Mazhab UIN Sunan Kalijaga dan bermukim di Garawiksa Institute Yogyakarta. Menulis puisi di pelbagai media cetak dan online antara lain; Tempo, Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka, Tribun Jateng, Minggu Pagi, Merapi, Rakyat Sultra, Bali Pos, Harian Bhirawa, Duta Masyarakat, Lampung News, Analisa, Pos Bali, Banjarmasin Post, Malang Post, Radar Malang, Radar Banyuwangi, Radar Cirebon, Radar Madura, Cakra Bangsa, BMR Fox, Radar Jombang, Rakyat Sumbar, Radar Pagi, Kabar Madura, Takanta.id, Riau Pos, NusantaraNews, Mbludus.com, Galeri Buku Jakarta, Litera.co, KabarPesisir, Ideide.id, Asyikasyik.com, dll.

Read More
Analisis Apresiasi ESAI 

Suara dan Kata yang Melintasi Zaman: Membaca Arakundoe, Mengekalkan Ingatan

Melintas Zaman Bagaimana kita bisa membaca masa lalu suatu masyarakat yang berada jauh dan berbeda dari kita, terlebih masa lalu itu tak dialami dan disaksikan generasi masa kini. Belum lagi jika masa lalu tersebut adalah masa yang penuh represif dari suatu rezim. Akses dan kontrol akan media begitu hegemonik dilakukan penguasa. Televisi atau radio hanya menjadi corong tunggal. Suara-suara dibungkam pada masa itu oleh aparat negara yang dikendalikan secara otoriter dan diktator oleh penguasa. Tentu semua hanya menjadi narasi bungkam yang tak akan pernah sampai pada kita. Namun tentu saja…

Read More
Apresiasi ESAI 

Ruang dan Kesadaran Eksistensial Kaum Urban

Ruang Hilang Masyarakat Urban Pertumbuhan penduduk yang luar biasa cepat negeri kita, khususnya yang terjadi di kota besar ditambah dengan arus urbanisasi menjadi masalah tersendiri bagi masyarakat. salah satu imbasnya adalah, kaum urban tak memiliki ruang yang cukup untuk melakukan banyak aktivitas. Secara umum mereka tinggal di rumah-rumah yang sempit dan padat penduduk. Rumah mereka tak memiliki halaman bahkan banyak pemukiman tak memiliki akses jalan yang cukup untuk dilewati satu kendaraan roda empat. Lebih parah lagi banyak ruang terbuka untuk publik telah hilang seperti lapangan bermain bola atau tanah lapang,…

Read More
PERISTIWA 

Gubernur Bengkulu Semangati Festival Sastra Bengkulu

Gubernur Rohidin Mersyah berpesan agar panitia tidak pernah menyerah untuk melanjutkan kegiatan Festival Sastra Bengkulu. BENGKULU – Festival Sastra Bengkulu (FSB) mendapat pasokan energi dari Gubernur Bengkulu DR H. Rohidin Mersyah. Ia berharap festival itu dapat dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang. Halangan dan rintangan yang dihadapi panitia itu hal biasa. “Kalau tidak ada halangan, tidak ada rintangan itu bukan perjuangan,” kata Rohidin saat membuka Festival Sastra Bengkulu di Balai Semarak Pendopo Gubernur Bengkulu, Jumat malam, 13 September 2019.

Read More
puisi 

Puisi-puisi Bambang Widiatmoko

BAMBANG WIDIATMOKO, penyair kelahiran Yogyakarta ini memiliki kumpulan puisi tunggal antara lain Kota Tanpa Bunga (2008), Hikayat Kata (2011), Jalan Tak Berumah (2014), Paradoks (2016), Silsilah yang Gelisah (2017). Kumpulan esainya Kata Ruang (2015). Sajaknya terhimpun di berbagai antologi puisi bersama antara lain Deklarasi Puisi Indonesia (2012), Sauk Seloko (2012), Secangkir Kopi (2013), Lintang Panjer Wengi di Langit Yogyakarta (2014), Jula Juli Asem Jakarta (2014), Negeri Langit (2015), Negeri Laut (2016), Pasie Karam (2016), Ije Jela (2016), Matahari Cinta Samudra Kata (HPI 2016), Sail Cimanuk (2016), Negeri Awan (2017), Kota…

Read More