ESAI 

REAKTUALISASI FITRAH RELIGIUS SASTRA

Esai Ahmadun Yosi Herfanda, pelayan sastra                                                  ——————————————————————————————   Sampai hari ini belum ada definisi yang paling pas tentang religiusitas selain semangat untuk setia pada hati nurani, serta sifat-sifat dan kehendak Yang Maha Agung. Dan, demikianlah sastra religius, adalah sastra yang memancarkan semangat religiusitas tersebut.

Read More
Agenda 

PUISI RELIGIUS DI PANGGUNG SENI ASNUR

Sederet puisi religius mewarnai Mimbar Puisi Ramadhan yang digelar di Rumah Seni Asnur, Tanah Baru, Depok, 23 April 2022. Pergelaran yang diadakan oleh Perruas ini dimulai pukul 15.00, secara luring dan daring. Tampil secara bergantian para penyair nusantara (Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam). Banyak puisi yang dinyanyikan, sehingga mirip parade baca puisi musikal.

Read More
PUISI 

Doa sang Pencari Kayu Bakar

Puisi: Ngadi Nugroho ___________________________________________________________________   DOA SANG PENCARI KAYU BAKAR Dia selalu berdoa. Untuk hutan yang selalu ada. Walau dimusnahkan sekalipun. Walau dimusnahkan sekalipun. Dari pandangan mata. Dan dia tetap berdoa. Agar kayu-kayu kecil tak hilang sirna. Itulah pengharapannya demi memenuhi periuk nasi keluarga.

Read More
CERPEN 

Siapa yang Menaburkan Bau Busuk di Beranda Rumah Kami

Cerpen: Kak Ian ___________________________________________________________________   Beberapa hari ini kami mencium bau busuk. Baunya seperti perpaduan antara anyir dan nanah manusia yang sudah membengkak di tubuh lalu meletus. Begitu baunya saat tercium oleh kami. Sungguh membuat kami tidak nyaman sekali. Ya, baunya sangat menyengat sekali bila kami menciumnya. Anehnya, bau itu baru menyengat bila malam tiba. Kami yang menciumnya saat itu benar-benar sangat terganggu sekali bahkan tidak bisa tidur. Bagaimana mau nyenyak, saat mencium bau itu saja kepala kami langsung pusing-pusing dan muntah-muntah. Kami benar-benar tidak kuat menahan bau itu.

Read More
PUISI 

Blantik Sapi yang Hidup Abadi

Puisi-puisi: Fatah Anshori ___________________________________________________________________   blantik sapi yang hidup abadi kau meraba tumor suatu mata mencicip aqueus humor, lebih dari dua belas berkas warna mengalir, tapi hanya hitam dan putih saja, yang semilir yang singgah serupa wabah rebah di lembah merusak rumah-rumah, menyulut tangis, dan jerit seseorang di ladang tak bertuan bersila tanpa kepala,

Read More
PUISI 

Elegi di Warung Kopi

Puisi-puisi: Ardhi Ridwansyah _________________________________________________________________   ELEGI DI WARUNG KOPI Di warung kopi, Kita menepi, Kau bercerita, Kalau hari ini, Telah mencincang cinta. Sedang aku sibuk, Menerka keindahan, Yang meringkuk di sepasang mata, Seorang wanita. Kataku, “Aku ingin melukis sajak di matanya.” Katamu, “Semua kata-katanya tak lebih dari bangkai kucing, Yang terkapar di jalan, terlindas Motor tua,”

Read More
CERPEN 

Kesetiaan Ibu Hana

Cerpen: Pujiah Lestari ___________________________________________________________________ Ketika kabar kematian itu datang dari pihak Polres Tangerang, Ibu Hana merasa syok berat. Tatapan matanya kosong, hampa, seakan ia tak mampu lagi berpikir. Siang itu, ia hanya duduk termenung menatap dinding. Setelah kesadarannya pulih, segera ia berkemas untuk menuju stasiun kereta Solo Balapan menuju Jakarta, untuk kemudian membeli tiket kembali setelah transit sejenak, menuju stasiun Tigaraksa, Tangerang. Pihak Polres Tangerang mendesaknya agar segera datang untuk mengidentifikasi korban, karena masih ada kemungkinan bahwa mayat yang terbujur di rumah sakit itu adalah bukan anaknya.   Dikarenakan saat…

Read More

Amsal Kala Hujan

Puisi-puisi: Isbedy Stiawan ZS ___________________________________________________________________     AMSAL kuburan melompong! tanah hanya menyisakan wangi tubuh suci, sesudah naik (diangkat?) lalu awan berarak; membungkus diri dekat bukit. di luar kota berjarak 2.ooo langkah di tanah berbatu. tak ada orang mati, liang kosong

Read More