Mata

AMRI RASYIDIN, lahir di Palembang, 15 Mei 1962. Kedua orangtuanya berasal dari Ranah Minang, Sumatera Barat, tepatnya di Nagari Labuatan, Simabur, Kabupaten Tanah Datar. Menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar (SD) pada tahun 1974 dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun 1977 di Simabur. Kemudian menyelesaikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Padang Panjang, Sumbar, pada tahun 1981. Pendidikan Sarjana (Strata-1) diselesaikan pada tahun 1994 di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi, Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (STIA-LAN RI) Jakarta, dalam bidang Administrasi Publik. Pendidikan Magister (Strata-2) diselesaikan pada tahun 2004 di Universitas Muhammadiyah Prof.…

Read More

Pengarang Perlu Proaktif Menangkap Ide

JAKARTA – Sumber ide menulis puisi, cerpen maupun novel, bisa didapat dari lingkungan di sekitar pengarang. “Ide untuk menulis tidak perlu dicari jauh-jauh ke gunung atau pantai, tapi cukup dicari dari lingkungan di sekitar sastrawan,” kata Prof. Dr. Suminto A. Sayuti, dalam Dialog Guru dan Sastrawan, di Hotel Ratu Bidakara, Serang, Banten, kemarin (27/6).

Read More

Didong Modern Kuflet Tampil di Lubuk Alung

KUFLET-Lubuk Alung: Kelompok Didong Modern Komunitas Seni Kuflet tampil sebagai pembuka Seminar Nasional Paradigma Pendidikan Nasional di STKIP YDB Lubuk Alung, Sumatera Barat, Sabtu 4 Juni lalu. Mereka tampil memukau membawakan tari sekaligus sastra lisan didong dalam tiga bahasa, yakni Bahasa Gayo, Minang, dan Bahasa Indonesia. “Ini penampilan yang kesekian kali didong modern ini,” kata Sulaiman Juned, pendiri Komunitas Kuflet, kepada kuflet.com. Menurut Sulaiman, didong modern ini disajikan agar membuat didong menjadi lebih dekat dengan masyarakat mana pun. Sebab, jika hanya menyuguhkan dalam bahasa Gayo, yang menjadi bahasa asli didong,…

Read More