POEM PUISI 

JAKARTA MEMANGGILKU ANGIN MUSIM GUGUR

Puisi-puisi: Iman Sembada ___________________________________________________________________   JAKARTA MEMANGGILKU BERKALI–KALI Pagi ini, Jakarta memanggilku berkali-kali Apakah aku bisa bertemu lagi dengan mantan pacarku? Aku baru saja turun dari sebuah bus antarkota antarprovinsi. Jakarta sedang sibuk Mimpiku tersangkut di ranting-ranting angin Menjelma layang-layang dalam imajinasi anak-anak. Siapakah yang mengganti nama

Read More
CERPEN 

Rumah Berdinding Kertas

Cerpen: Latif Nur Janah ___________________________________________________________________   Pada pagi yang basah itu, jalan kecil yang memisahkan deretan rumah warga, menjelma lautan manusia. Semua tak pernah menyangka bahwa jalan selebar satu meter yang lebih sering basah sebab tergenangi air itu bahkan memenuhi layar-layar berita. Aku sendiri hampir tak percaya dengan pemandangan itu. Orang-orang berseragam, menenteng kamera besar-besar, berduyun-duyun seperti antre sembako sementara yang lain merekam dengan ponsel.

Read More
POEM PUISI 

API UNGGUN MENUJU MUSIM-MUSIM

Puisi-puisi: Riska Widiana ___________________________________________________________________   API UNGGUN Sebagai penanda hidup Bagi seorang tersesat dalam rimba Dengan kematian di setiap sudut Nyala api dari kayu-kayu Adalah detak jantung seseorang Sedang bertahan dari napas ke napas Berlari di bawah matahari Memburu jam berderit di dadanya Semakin lama akan jadi jurang Memisahkan hidupnya Riau, 2022   MENUJU MUSIM–MUSIM Kau tabahkan segenap hatimu Sementara seumpama bulan Menyimpan tubuhnya dalam awan Setelah retak bagai kaca

Read More
ESAI 

Komunitas Cerpen Sepeninggal Korrie

Sudah lama Komunitas Cerpen Indonesia (KCI) seperti mati suri sepeninggal ketua umumnya, Korrie Layun Raman. Almarhum Korrie adalah hasil Kongres KCI di Menado, pada November 2012. Namun, beberapa lama setelah terpilih sebagai ketua umum, Korrie jatuh sakit. Sempat mempersiapkan untuk melaksanakan kongres berikutnya, dan sempat mengagendakan rapat pengurus di Jakarta. Tapi, Korrie meninggal dunia sebelum kongres dilaksanakan.  

Read More
PUISI 

ENGKAUKAH OMBAK YANG TAK MERINDUKAN PANTAI

Sajak-sajak Ahmadun Yosi Herfanda ____________________________________________________________   ENGKAUKAH OMBAK YANG TAK MERINDUKAN PANTAI        Tiap berlayar selalu kuingat saat berlabuh. Sebab Cintaku padamu tak pernah angkat sauh. Dengan layar perahu kurentang Rindu. Namun angin membawaku semakin jauh. Walau gemuruh ombak mengaduh. Minta dermaga kembali mendekapmu.

Read More
ARTIKEL 

MENULIS FEATURE SERASA MUNULIS CERPEN

Oleh Ahmadun Yosi Herfanda, penyair, cerpenis,   jurnalis ______________________________________________________________   Feature adalah sebuah tulisan kreatif yang menggugah dan cenderung subjektif; sebuah tulisan yang didesain terutama untuk menghibur dan menginformasikan suatu kegiatan atau peristiwa, atau suatu keadaan, yang menjadi aspek penting dan menarik dari kehidupan.  (Daniel R. Williamson dalam buku Feature Writing for  Newspaper)

Read More

PARADE BACA PUISI ALA SATUPENA

JAKARTA (litera) – Belum lama ini digelar acara daring bertajuk “Parade Baca Puisi Satupena untuk Indonesia 76”. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-76. Digelar oleh Komunitas Satupena (Persatuan Penulis Indonesia) — sebuah komunitas yang beranggotakan lebih dari 100 penulis dari berbagai disiplin ilmu, termasuk sastra.

Read More

OMBAK BERDANSA DI LIQUISA

Cerpen Ahmadun Yosi Herfanda ———————————————————————————– Ombak berdansa Liquisa. Deburnya menari dalam gemuruh hujan yang mengguyur pepohonan di sepanjang pesisir. Dan, dalam cuaca dingin malam Minggu berkabut, di dalam sebuah gedung sederhana di tepi pantai, orang-orang berdansa dalam hentakan musik disko. “Ayo! Kalau tidak berdansa kau belum ke Liquisa,” seorang lelaki berkata sambil menarik tangan perempuan yang duduk di depan bar. Perempuan itu bergeming di tempat duduknya. Ia menggeleng di keremangan. Lelaki itu melotot. Matanya menyala dalam remang cahaya lampu. Rambutnya yang berombak seperti berdirian tiba-tiba. Perempuan yang dipanggil Armila itu…

Read More
PUISI 

DI HUTAN INSOMNIAKU

Puisi-puisi Wirja Taufan   —————————————————————————————-   DI HUTAN INSOMNIAKU   Di hutan insomniaku Aku berharap tidak menjadi sesuatu yang singkat Memeluk impianku yang basah Menjauhkan kematianku   Ada yang bergerak dalam bayangan Dimana udara dipenuhi sirene ambulan Orang-orang berlari meninggalkan detak jantungnya Mengumumkan kematianmu  

Read More