Menyongsong Terbitnya Majalah Sastra Majas

IMG_20181008_081328_198

JAKARTA (Litera.co.id) – Apa yang terjadi bila karya sastra tanpa media sastra? Mengingat bahwa media sastra merupakan wadah bagi karya sastra untuk menemui pembacanya. Dengan adanya media sastra tentu para pembaca atau pecinta karya sastra akan mudah untuk membaca karya-karya yang disukainya. Entah itu puisi atau prosa.

Di tengah arus deras informasi seperti sekarang ini, masih pentingkah majalah sastra? Seberapa besar keuntungan yang akan diraih dengan mendirikan dan menerbitkan majalah sastra? Tentu akan berpikir sepuluh kali atau bahkan lebih dari itu jika parameternya bisnis belaka. Realistis saja, siapa yang akan membaca karya sastra? Apalagi jika masih ada anggapan bahwa membaca karya sastra hanya untuk mengisi waktu luang saja atau sekadar iseng-iseng.

Tetapi ada beberapa orang yang berani menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Orang-orang ini adalah sejumlah sastrawan yang kemudian bergabung, antara lain Kurniawan Junaidi, Kurnia Effendi, Ana Mustamin, Agnes Majestika, dan Valent Mustamin, untuk mendirikan dan menerbitkan majalah sastra Majas. Edisi pertama majalah Majas akan terbit pada bulan November 2018.

Pada edisi pertama ini, majalah Majas, akan diisi karya-karya para sastrawan senior, seperti Budi Darma, Seno Gumira Ajidarma, Maman S. Mahayana, Joko Pinurbo, Anton Kurnia, Iksaka Banu, dan sederet nama lainnya. Ada juga Sha Ine Febriyanti yang akan menghiasi sampul (cover) majalah Majas.

Majalah Majas menerima tulisan berupa puisi, cerpen, dan lainnya. Bagi penulis yang tulisannya dimuat akan diberikan honorarium. (R)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *