CERPEN 

SESEORANG DAN LANGKAH MISTERIUS ITU

Cerpen Lintang Alit Wetan ———————————————————————————-     Terdengar suara amat keras di suatu malam. Bum! Buk! Berkali-kali. Tanah bergetar hebat, hingga getarannya terasa sekali di sebuah rumah paling mewah dengan desain arsitektur loji minimalis, yang terletak di kampungku Dalang Jamid. Tidak ada desir angin bertiup, ketika mendadak seperti suara orang melangkah kedengaran lagi. Kali ini lebih keras. Jelas. Ya, mirip langkah kaki orang memakai sepatu bot. “Gedebak…Gedebug…Gedebug…Gedebug!” berulang-ulang. Seperti jejakan kaki raksasa yang melangkah berirama.

Read More
CERPEN 

Jidat Sang Ustad

    Cerpen Indah Noviariesta —————————————————————————————– Siapa yang tak kenal Ustad Badru Munawar yang disebut-sebut sebagai “Ustad Jenong”. Dialah seorang ustad dan penceramah yang jidatnya menonjol ke depan sekitar tiga hingga lima sentimeter. Di desa Karang Asem, tiapkali menyampaikan ceramah agama, ia begitu digemari para jamaahnya. Ketika ia mendapat giliran ceramah di malam Selasa, tak urung ratusan jamaah dari para ibu, bapak hingga anak-anak dan remaja, berkumpul dengan penuh antusias mendengarkan petuah-petuah beliau.

Read More
ESAI 

Sastrawan dan Martabat Karya Sastra

Oleh Irawaty Nusa, cerpenis dan peneliti sejarah —————————————————————————————— Kita memahami, bahwa dengan keagungan karya sastra, suatu bangsa dan negara mampu menciptakan jembatan yang membawa mereka ke dalam percaturan sejarah, yang bukan semata-mata urusan sandang dan pangan. Tapi yang lebih utama adalah nilai-nilai manusia Indonesia bersama kualitas kemanusiaan, yang meliputi impian dan harapan tentang keadilan, pergaulan hidup yang baik, dan bukan hanya retorika omongan semata.

Read More
PERISTIWA 

KONFLIK SATUPENA, SUATU KLARIFIKASI

Oleh  Kanti W. Janis, advokat dan Sekjen Satupena 2017-2021 ————————————————————————————– Sebagai salah satu Sekretaris Jenderal Persatuan Penulis Indonesia disingkat SATUPENA bersama Dr. Mikke Susanto periode 2017-2021, saya menyatakan sebenar-benarnya bahwa tidak pernah ada usaha kudeta atau perebutan kekuasaan atas kepemimpinan Dr. Nasir Tamara. Sebaliknya, saya justru melihat ada pihak-pihak luar yang berusaha memecah persatuan para penulis di Satupena. Pihak (atau pihak-pihak) ini menggandeng banyak nama besar, lalu mengecilkan keberadaan para pengurus dan anggota yang telah di dalam Satupena sejak kongres Solo 2017. Kemudian pihak ini menyebarkan isu bahwa Mikke Susanto…

Read More
ESAI 

MENGENANG DIHA, PENYAIR “REKOR MURI”

  Dunia sastra kehilangan satu tokohnya lagi. Sosok yang dianggap sebagai ibu penyair Indonesia, peraih Rekor Muri 2010, Diah Hadaning (Diha), meninggal dunia pada 1 Agustus 2021. Penyair ini lahir di Kota Kartini Jepara, tahun 1940, dan wafat dalam usia 81 tahun. Selama hidupnya, Diha sangat produktif menulis puisi (Indonesia dan Jawa) serta artikel sastra. Selain itu, juga aktif sebagai juri cipta dan baca puisi serta sebagai pembicara berbagai seminar sastra. Beberapa penghargaan sastra juga telah diraihnya, antara lain pemegang Rekor Muri 2010 dan Pemenang Anugerah Puisi Putera Gapena 1982.…

Read More
ESAI 

SASTRA DAN KEGILAAN MENEKUNI BAHASA

Oleh Supadilah Iskandar, cerpenis dan pengajar ————————————————————————————– Dalam novel-novel karya Iwan Simatupang nampak jelas penggambaran dirinya yang terlalu masuk ke dalam arus eksistensialisme Barat, tentang manusia-manusia yang kesepian, kesendirian, keterasingan, yang merasa bahwa seluruh aspek kehidupan manusia hanyalah siklus benang kusut, amoral, nisbi, tanpa pegangan kepercayaan hingga cenderung areligius. Tetapi, pengertian “areligius” ini janganlah diartikan sebagai “anti-religi” ataupun “anti-moral”. Mereka sebenarnya terombang-ambing dalam pemikiran dan kesadaran bahwa “Tuhan telah mati”. Namun paling tidak, yang dipersoalkan oleh mereka hanyalah suatu pemberian fungsi tentang agama dan Tuhan.

Read More
PUISI 

Menangkap Angin

Puisi-puisi Joni Hendri ——————————————————————————————   Kota Dipenuhi Tikus   Sebelum tamat! Maka, tikus tak akan pulang, hidup sedang singkat dan seksi terus berkeliaran dalam kepala.   Kutukan berlari ke waktu, ia berjalan sendiri hampir mati, menggigit dinding-dinding meremukkan kantor berhias itu.

Read More
CERPEN 

N G A B E N

  Cerpen Joko Rabsodi ——————————————————————————————-   Koran-koran menulis tentang kematian Bibiku. Banyak tokoh berkomentar bahwa bangsa ini telah kehilangan salah satu anaknya yang terbaik. Seorang pejuang kemanusiaan telah pergi! Bangsa ini berduka. Televisi pun tak kalah haru birunya, mulai berlomba menayangkan kisah sang anak bangsa. Bahkan pemerintah mengumumkan pengibaran bendera setengah tiang. Penghormatan diberikan karena anak bangsa ini telah mengharumkan nama bangsa. Tercatat, di masa bangsa disorot sebagai bangsa yang kurang menghargai hak asasi manusia, telah tampil seorang perempuan yang setiap kata dan tindakannya menggetarkan hati. Membuat bangsa ini sanggup…

Read More