Category Archives: Cerpen

Latar Belakang Kasus Murid Membunuh Gurunya

yuditeha

Yuditeha. Karya-karyanya antara lain: Novel Komodo Inside (Grasindo, 2014). Kumcer Balada Bidadari (Penerbit Buku Kompas, 2016). Buku Puisi Hujan Menembus Kaca (Kekata, 2017). Buku Puisi Air Mata Mata Hati (Kekata, 2017). Kumcer Kematian Seekor Anjing pun Tak Ada yang Sebiadab Kematiannya (Basabasi, 2017). Kumcer Kotak Kecil untuk Shi (Stiletto, 2017). Kumcer Cara Jitu Menjadi Munafik (Stiletto, 2018). Juara ketiga lomba cerpen eksperimental Basabasi, Yogyakarta. Juara kedua lomba cerpen Komsos KAS, Semarang. Pemenang pilihan lomba cerpen Yayasan Bhinneka Nusantara. Aktif di Komunitas Sastra Alit Surakarta dan Pendiri Komunitas Sastra Kamar Kata Karanganyar.

Pria yang Menolak Berulang Tahun

New Picture (1)

Rizqi Turama, dosen di Universitas Sriwijaya. Beberapa cerpennya pernah dimuat di beberapa media cetak nasional dan lokal seperti Kompas, Magelang Ekspress, Koran Pantura, dan lain-lain. Aktif di Sanggar EKS dan Komunitas Kota Kata Palembang. Buku terbarunya berjudul Teriakan dalam Bungkam.

Setan

New Picture

Saverinus Suhardin. Seorang Perawat yang senang menulis. Sering menuangkan ide lewat tulisan lepas di berbagai media online termasuk blog pribadi. Beberapa opini dan cerpennya pernah disiarkan lewat media lokal di Kupang-NTT, seperti Timor Express dan Victory News. Selain itu, beberapa karya cerpennya dimuat dalam buku antologi : Jumpa Sesaat di Bandara (Rumah Imaji, 2018) dan Bingkai Dioroma Kehidupan: Aku, Kemarin dan Hal yang Dipaksa Datang (Hyui Publisher, 2018). Saat ini aktif sebagai pengajar di AKPER Maranatha Kupang-NTT dan bergiat di Komunitas Secangkir Kopi (KSK) Kupang.

Sudahkah Kau Membaca Email Itu, Nathan?

129722

Ferry Fansuri, kelahiran Surabaya, adalah travel writer, fotografer, dan entreprenur lulusan Fakultas Ilmu Budaya jurusan Ilmu Sejarah Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya. Karya tunggalnya berupa kumpulan cerpen, Aku Melahirkan Suamiku (Leutikaprio, 2017) dan kumpulan puisi Bibir yang Terikat AE Publishing(2017). Mantan redaktur tabloid Ototrend (2001-2013) Jawa Pos Group. Sekarang menulis freelance dan tulisannya tersebar di berbagai media. 

Kronis

Denhard

Deden Hardi, lahir di Bandung, 26 Agustus 1983. Senang menulis puisi, cerpen, dan esai. Tulisannya telah tersiar di beberapa media seperti Nyonthong, Qureta, dll. menyelesaikan pendidikan strata satunya pada jurusan Hubungan Internasional (HI) di Universitas Pasundan. Kini menetap dan bergiat di kota kelahirannya, Bandung, Jawa Barat.

Tahun Panas di Jakawaca

22687658_1620532034685841_1453779070216468013_n

Elvan De Porres, Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur. Sejumlah tulisannya berupa puisi, esai, dan cerpen telah disiarkan di sejumlah media. Bukunya yang telah terbit berjudul Menggaris dari Pinggir, kumpulan esai (Malkas Media, 2017). Penulis sekarang bergiat di Komunitas KAHE (Sastra Nian Tana) Maumere.

Dari Ceruk Cangkir ke Lekuk Bibir

23915748_1611020518956334_5604405923115612896_n

Iman Sembada, lahir di Purwodadi, Kabupaten Grobogan, 4 Mei 1976. Cerpen dan puisinya dimuat di beberapa media massa pusat dan daerah. Puisinya tergabung di sejumlah antologi bersama, seperti Resonansi Indonesia (2000), Kado Sang Terdakwa (2011), Jejak Tak Berpasar (2015), Matahari Cinta Samudera Kata (2016), Buitenzorg (2017), Jejak Kata (2017). Buku antologi puisi tunggalnya Airmata Suku Bangsa (2004) dan Perempuan Bulan Ranjang (2016). Aktif di KSI (Komunitas Sastra Indonesia). Kini ia bermukim di Depok.

Ibu yang Tertinggal di Balik Karangan

New Picture (5)

Kevin Alfiarizky, lelaki berkulit sawo matang kelahiran 1998 di Jakarta dan tumbuh besar di Surabaya. Seorang mahasiswa di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Karya-karyanya berupa puisi dan cerpen telah terhimpun di berbagai antologi bersama, peraih nominasi 15 cerpen pilihan pada Sayembara Sastra Bunga Tunjung Biru di tahun 2017, cerpennya terbit secara daring di Langgampustaka.com. Berdomisili di Surabaya.

Surat dari Malaikat

zaenal radar

Zaenal Radar T, Menulis cerpen dan skenario televisi. Belasan bukunya telah terbit baik berupa novel, kumpulan cerpen, dan cerita anak. Bukunya yang baru terbit berjudul Si Markum (Pustaka Alvabet, 2017) berisi cerpen-cerpen yang pernah disiarkan media massa cetak. Aktif juga di Dewan Kesenian Tangerang Selatan (DKTS). Tinggal di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan. Penulis juga aktif di acara-acara seni dan sastra baik skala lokal atau nasional. Tulisannya bisa dibaca pada Blog: toekangketik.blogspot.com

Seorang Kakek di Tepi Jalan

New Picture (4)

Nana Sastrawan, nama Pena dari Nana Supriyana. S,Pd. Tinggal di Tangerang, lahir 27 Juli di Kuningan, Jawa Barat. Seorang guru yang menulis, pernah menjadi peserta MASTERA CERPEN (Majelis Sastra Asia Tenggara) dari Indonesia bersama para penulis dari Malaysia, Brunei, Singapura dan meraih penghargaan Acarya Sastra bagi pendidik dari Badan Bahasa Pusat. Karya sastranya berupa buku kumpulan puisi : Tergantung Di Langit (2006), Nitisara (P2008), Kitab Hujan (2010). Beberapa karya sastranya berupa puisi dan cerpen tergabung dalam Menggenggam Cahaya (2009), G 30 S (2009), Empat Amanat Hujan (2010), Penyair Tali Pancing (2010), Hampir Sebuah Metafora (2011), Kado Sang Terdakwa (2011), Gadis Dalam Cermin (2012), Rindu Ayah (2103), Rindu Ibu (2013). Beberapa novelnya adalah Anonymous (2012), Cinta Bukan Permainan (2013), Cinta itu Kamu (2013), Love on the Sky (2013), Kerajaan Hati (2014), Kekasih Impian (2014), Cinta di Usia Muda (2014). Kumpulan Cerpen adalah ilusi-delusi (2014), Jari Manis dan Gaun Pengantin di Hari Minggu (2016), Chicken Noodle for Student (2017).