Buka Bersama di DKTS

13450114_10206548699932310_7092074952881466832_n

Pamulang (Litera). Dewan Kesenian Tangerang Selatan (DKTS) adakan buka bersama Jumat, 24 Juni. Acara buka bersama tersebut diadakan di rumah Hati Sri Prameswari atau biasa yang dikenal Atte Nabila, bendahara umum DKTS yang terletak di perumahan villa Pamulang. Sekitar 25 orang pengurus DKTS hadir di acara yang bersifat santai dan penuh kekeluargaan ini. Acara inipun sebenarnya bersifat spontan dan tanpa direncanakan.

“Tak ada persiapan khusus untuk acara ini, semua bersifat spontan,” ungkap Eni Sumiati atau yang memiliki nama panggung Eni Zhu dari komite teater yang juga merangkap sebagai sekretaris 2 DKTS. Ucapan Eni Zhu juga diperkuat Atte Nabila sebagai tuan rumah.

Hampir semua perwakilan komite dan pengurus DKTS hadir seperti Andy Suandi sekretaris umum, Rita Puspita Sari bendahara 2, Abu Ali atau muali Midi dari komite teater, Samodro dan Bambang Tridoyo mewakili komite Seni rupa, Adang yang tak terlupakan, Tao dan Agus kuburan dari komite musik juga Saifullah S atau Pilo Poly dari komite sastra.

“Perwakilan komite memang ada yang tak hadir, dan itu wajar karena acara ini hanya bersifat informal dan spontan. Ide buka bersama ini pun berasal dari bendahara dan sekretaris,” terang H Shobir Poer atau biasa yang disapa HSP, ketua umum DKTS yang murah senyum dan dikenal memiliki mobilitas tinggi ini.

“saya atas nama pribadi dan teman-teman sangat berterimakasih pada bendahara dan sekretaris 2 yang memiliki inisiatif untuk mengumpulkan teman-teman dan mengadakan acara buka bersama ini, semoga ini menjadi berkah,” lanjut HSP penuh semangat.

Acara buka bersama yang spontan itupun diisi dengan beberapa penampilan dari para pengurus DKTS seperti pembacaan dan musikalisasi puisi juga pembawaan lagu. Dalam kesempatan tersebut HSP selaku ketua umum memberi arahan singkat dan pandangan umum juga dengar pendapat dengan para pengurus DKTS mengenai keadaan DKTS dengan membandingkan akan kondisi yang terjadi di beberapa dewan kesenian daerah lain seperti Depok dan Bogor,yang mengalami hubungan yang sangat tak harmonis dengan pemerintah kota.

“Saya memahami psikologis teman-teman yang agak kurang respek dengan respon pemerintah kota khususnya kantor Budaya dan Pemerintah Tangsel yang terkesan kurang menghargai keberadaan DKTS, tapi sebenarnya ini hanya persoalan komunikasi saja. Insya Allah pemerintah kota Tangsel dan jajarannya masih memiliki itikad baik dan memberi dukungan pada DKTS untuk bersama-sama mengembangkan seni, sastra dan budaya di Tangerang Selatan ini,” terang HSP.

Acara buka bersama itupun berjalan sukses dan dengan suguhan makanan yang sangat istimewa dari tuan rumah dan teman-teman. Menu bakso spesial Eni Zhu menjadi pilihan yang paling digemari di acara bukber tersebut.

(Mahrus Prihany)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *