Tubuh Era Digital DKB

20708300_336033113508885_7473667242794498660_n

Serang (litera.co.id)- Digital dapat dimaknai menjadi gerakan seni yang mentah (raw art) atas proses pengkaryaan seni pertunjukan (performing arts) atau seni performa (performance art), baik melalui laku individu maupun kolaborasi. Sehingga tubuh dalam digital tidak lain adalah gabungan dari elemen yang berbeda namun berkaitan hingga terjalin sinergi positif. Di sini, para penggiat seni budaya yang terlibat dapat berbagi pengalaman serta pemahaman akan proses berkesenian adalah laku kreatif dalam kondisi yang paling sederhana di keseharian untuk capaian maksimal. Proses dan wujud dari proses kegiatan ini akan mengarahkan kita semua akan inti dari seni minimalis (futuris art) tanpa melepaskan sejarah pengalaman tubuh itu sendiri. Tubuh adalah poros dari gerakan antara manusia dengan manusia dan alam semesta.

Materi Program dan Pengisi Program:

[1] Workshop oleh Okty Budiati, Wanggi Hoed, dan Peri Sandi Huizche. Moderator: Dede Abdoel Majid

[2] Atraksi Seni oleh Putri Wartawati, Saut Prayuda, Ridwan Rau Rau, Imaf M Liwa, Boy Neslan, Yudi Noviansyah, Norman Prayoga, dan Imelda Amelia Sari.

[3] Pentas Teater oleh Teater Es Kalapa dan Teater Lakon. Foto: Program BSB #2 DKB 26 November 2016.

Pengantar Acara oleh Rony M. Khalid (Komite Teater Dewan Kesenian Banten).

Bagi rekan-rekan yang ingin menyaksikan acara yang digelar oleh Bengkel Seni Budaya (BSB) Dewan Kesenian Banten edisi yang ke 11 bisa hadir pada hari Sabtu, 26 Agustus mulai 15.30 di gedung DKB yang berlokasi di pendopo gubernur lama, Seberang alun-alun kota Serang. (MP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *