Puisi Budi Setiawan

Puisi Budi Setiawan

Budi Setiawan pecinta puisi tinggal di Temanggung, Jawa tengah. Karyanya berupa puisi banyak tersiar di media massa baik cetak dan elektronik. Sejumlah lain tergabung di buku antologi. More »

PIAGAM SUKOREDJO Hasil Muktamar Sastra 2018

PIAGAM SUKOREDJO Hasil Muktamar Sastra 2018

Bismillahirrahmanirrahim Bahwa sesungguhnya muktamar sastra digelar sebagai ikhtiar luhur untuk menggali kenusantaraan demi membangun kebangsaan di tengah tata kelola dunia baru yang penuh keterbukaan serta persaingan hampir di semua lini kehidupan. Bahwa More »

 

Puisi Budi Setiawan

Budi Setiawan pecinta puisi tinggal di Temanggung, Jawa tengah. Karyanya berupa puisi banyak tersiar di media massa baik cetak dan elektronik. Sejumlah lain tergabung di buku antologi.

Dari Sastra Kontekstual ke Puisi Realitas Zaman

OLEH: MUSTAFA ISMAIL, penulis sastra dan kebudayaan.

“…. penyair dituntut untuk lebih peduli di masa kini. Peduli berarti harus siap memahami realitas zaman. Penyair semakin dituntut untuk mengasah indranya kian peka menyikapi fakta melalui ungkapan kata.”  (Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, dalam teks pidato Hari Puisi Indonesia 2018).

Puisi-puisi Bambang Widiatmoko

BAMBANG WIDIATMOKO, penyair kelahiran Yogyakarta ini memiliki kumpulan puisi tunggal antara lain Kota Tanpa Bunga (2008), Hikayat Kata (2011), Jalan Tak Berumah (2014), Paradoks (2016), Silsilah yang Gelisah (2017). Kumpulan esainya Kata Ruang (2015). Sajaknya terhimpun di berbagai antologi puisi bersama antara lain Deklarasi Puisi Indonesia (2012), Sauk Seloko (2012), Secangkir Kopi (2013), Lintang Panjer Wengi di Langit Yogyakarta (2014), Jula Juli Asem Jakarta (2014), Negeri Langit (2015), Negeri Laut (2016), Pasie Karam (2016), Ije Jela (2016), Matahari Cinta Samudra Kata (HPI 2016), Sail Cimanuk (2016), Negeri Awan (2017), Kota Terbayang (2017), Hikayat Secangkir Robusta (2017). Ikut menulis esai di buku antara lain Jaket Kuning Sukirnanto (2014) Ngelmu Iku Kelakone Kanthi Laku (2016), Apresiasi Sastra dan Perbincangan Karya (2016), Isu Sosial dalam Puisi (2017). Jabal Rahmah Perjumpaan Sastra (2018). Cerpennya tergabung dalam antologi cerpen Lelaki yang Tubuhnya Habis Dimakan Ikan-ikan Kecil (2017).

PIAGAM SUKOREDJO Hasil Muktamar Sastra 2018

Bismillahirrahmanirrahim

Bahwa sesungguhnya muktamar sastra digelar sebagai ikhtiar luhur untuk menggali kenusantaraan demi membangun kebangsaan di tengah tata kelola dunia baru yang penuh keterbukaan serta persaingan hampir di semua lini kehidupan.

Bahwa sesungguhnya muktamar sastra adalah ikhtiar luhur anak bangsa untuk menjadikan manusia Indonesia tetap memiliki kepribadian di bidang kebudayaan, di samping senantiasa menggenggam kedaulatan politik dan kemandirian ekonomi di kancah persaingan global.

Perlu Rekonstruksi dan Revitalisasi Sastra Pesantren

Oleh Ahmadun Yosi Herfand, pelayan sastra

Sesungguhnya sastra Islam, terutama sastra Islam klasik, yang kini juga sering disebut “sastra pesantren”, telah memainkan peran penting dalam ikut membangun peradaban bangsa sejak berabad-abad yang lampau. Karya sastra Islam yang menjadi kanon sastra (karya unggulan) Melayu-Indonesia, seperti “Syair Perahu” karya Hamzah Fansuri, “Gurindam 12” karya Raja Ali Haji, dan sebagian puisi Amir Hamzah dalam Nyanyi Sunyi seperti “Padamu Jua” telah berperan penting dalam membangun tradisi sastra Nusantara yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam. Dan, nilai-nilai Islam itu pula yang menjadi akar dan ruh pertumbuhan sastra di Nusantara.

200-an Sastrawan Ber-Muktamar Sastra 2018 di Situbondo

SITUBONDO (Litera.co.id) – Sekitar 200 sastrawan dari berbagai daerah akan mengikuti Muktamar Sastra 2018 di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, pada 16-20 Desember 2018. Perhelatan sastra ini didukung oleh Lembaga Ta’lif Wan Nasyr (LTN) Nahdlatul Ulama Jawa Timur dan TV9 Nusantara. “Kegiatan ini sebagai upaya menguatkan persatuan dan kesatuan bangsa melalui kebudayaan,” kata KH Sururi Arumbi, ketua Panitia.

Chavchay akan Baca Puisi dalam Dangiang Dewi

BANDUNG (Litera.co.id) — Penyair Chavchay Syaifullah menyatakan siap membaca puisi dalam acara Dangiang Dewi yang diselenggarakan oleh Sekolah Teladan Kewajaran Bersikap (STKB) di Bandung, Jawa Barat, 17 Desember 2018. Dangiang Dewi merupakan acara yang digelar khusus untuk mengenang dan meneladani kepahlawanan Dewi Sartika, seorang perintis pendidikan untuk kaum wanita, yang diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia pada 1966.

Frekuensi

Rumadi, lahir di Pati pada tanggal 12 September 1990. Beralamat di Desa Gajahkumpul, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati Rt.07 Rw. 02. Menyukai sastra sejak SMP. Pendidikan terakhir SMKN 1 Rembang jurusan otomotif. Saat ini aktif di Forum Lingkar Pena cabang Ciputat dan komunitas Prosa Tujuh.

Puisi-puisi H. Shobir Poer

H. Shobir Poer adalah nama pena dari Drs. H. Shobir Purwanto, MPd. Penyair yang juga pengajar. Karyanya telah banyak menghias media massa dan antologi. Karya tunggalnya adalah Mata Hati(1992), Kado Puisi (1997), Kota yang Luka Negeri yang Perih(1999), Membuka Pintu Langit (2000), MemujaMu di Tahta Langit (SMPS-2013/2016), Muhasabah Debu (DKTS, 2018). dan Menjahit Negeri Luka (Kumpula Naskah Drama, 2018).

Muktamar Sastra Modal Karya

SITUBONDO (Litera.co.id) – Muktamar Sastra 2018 yang akan dilangsungkan pada tanggal 18-20 Desember2018 di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur ini mengusung tema “Menggali Kenusantaraan Membangun Kebangsaan”. Panitia masih menerima pendaftaran peserta mandiri dengan kuota terbatas.