Balet di Cikini

Harrits Rizqi lahir di Banyumas pada 18 Februari 1997. Sedang menempuh pendidikan di Sastra Indonesia UI. Buku-buku yang telah dihasilkan antara lain: Inkonfeso (kumpulan puisi, 2015); Valensi (novel, 2016); dan Reminisensi (kumpulan puisi, 2017). Selain itu, Harrits pernah urun karya dalam Puisi Menolak Korupsi 3 (2014) dan Surga di Telapak Kaki Serigala: Kumpulan Cerpen Terpilih […]

Continue Reading

Puisi-puisi BJ Akid

BJ Akid, lahir di Pasongsongan Sumenep, Madura. Menulis puisi dan cerpen. Saat Ini masih tercatat sebagai santri Pondok Pesantren Annuqayah. Kini menjadi ketua Komunitas Laskar Pena PPA Lubtara, serta pegiat literasi di Komunitas Surau Bambu dan SMK Annuqayah.

Continue Reading

Puisi-puisi Irvan Syahril

Irvan Syahril, lahir pada 18 November 1997 di Subang, Jawa Barat. Seorang mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Singaperbangsa Karawang. Menggawangi komunitas Gubuk Benih Pena (GBP) serta bergiat dalam Ekstrakurikuler Bengkel Menulis Unsika (Bemsika) dan Komunitas Kelas Puisi Bekasi.Beberapa puisi permah terbit di media cetak dan online. Beberapa puisi termaktub dalam buku antologi puisi […]

Continue Reading

TIJ Luncurkan Buku Baru

Taufik Ikram Jamil (TIJ), sastrawan asal Riau meluncurkan buku baru. Buku kumpulan cerpen TIJ yang berjudul Hikayat Suara-suara tersebut telah diedarkan di toko-toko buku dan bisa juga dipesan melalui daring. Buku ini memuat 16 cerpen yang semua subjeknya adalah suara. Ini adalah buku kedua TIJ yang menggunakan subjek sama setelah buku Hikayat Batu-batu.

Continue Reading

Puisi-puisi T. Rahman Al Habsy

Rahman Al Habsyi, lahir di Bondowoso, dan sekarang berdomisili di Bali. Pengiat literasi di “Perpustakaan Jalanan Lentera Merah Singaraja”. lelaki yang men-dewi-kan ibunya. Suka menulis Cerpen, Esai, Puisi. Juara III lomba karya esai Festival Anti Korupsi 2017 yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Denpasar dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), puisinya pernah menjadi kontibutor di CV. […]

Continue Reading