Perempuan Puisi di Kedai Rindu

Perempuan Puisi di Kedai Rindu

Litera- Puisi adalah milik bersama tanpa memandang usia, angka dan juga jenis kelamin. Hanya terkadang sebagian kita menggunakannya hanya untuk tebar pesona atau bahkan senjata pemikat yang penuh dusta. Semua bisa saja, More »

“Matahari Cinta Samudra Kata” Buku Puisi Tertebal di Indonesia

“Matahari Cinta Samudra Kata” Buku Puisi Tertebal di Indonesia

JAKARTA– Panitia Hari Puisi Indonesia 2016 akan meluncurkan buku puisi tertebal di Indonesia berjudul “Matahari Cinta Samudra Kata” pada Malam Anugerah Hari Puisi Indonesia di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 12 Oktober More »

 

Perempuan Puisi di Kedai Rindu

14492318_1425307230817486_5165575033648304421_n

Litera- Puisi adalah milik bersama tanpa memandang usia, angka dan juga jenis kelamin. Hanya terkadang sebagian kita menggunakannya hanya untuk tebar pesona atau bahkan senjata pemikat yang penuh dusta. Semua bisa saja, tapi yang jelas puisi tetaplah memiliki sejuta makna.

“Matahari Cinta Samudra Kata” Buku Puisi Tertebal di Indonesia

Panitia Hari Puisi Indonesia mengadakan rapat di Hotel Century, Jakarta, September 2016

JAKARTA– Panitia Hari Puisi Indonesia 2016 akan meluncurkan buku puisi tertebal di Indonesia berjudul “Matahari Cinta Samudra Kata” pada Malam Anugerah Hari Puisi Indonesia di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 12 Oktober 2016.

Antologi puisi yang disusun penyair Rida K Liamsi itu tebalnya 2016 halaman dan memuat karya dari 216 penyair dari berbagai daerah di Indonesia.

PP Parmusi Umumkan Para Pemenang Cipta Puisi Qurani

14492525_1424181470930062_2123684521520819215_n

Litera (Jakarta)– Pengurus Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (PP Parmusi) hari ini telah mengumumkan nama-nama pemenang lomba gelar cipta puisi qurani 2016, Minggu 25/9. Ada seratus nama pemenang yang dipilih setelah melalui seleksi oleh dewan juri yang dilibatkan pada lomba ini.

Sajak-sajak Fatah Anshori

14479757_1423558270992382_1004742743005598908_n

Fatah Anshori, lahir di Lamongan, 19 Agustus 1994. Belajar menulis sejak pertengahan 2014. Novel pertamanya Ilalang di Kemarau Panjang (2015), Ia juga menulis beberapa buku antologi yang telah di terbitkan: Ketika Mencintai Tak Bisa Memiliki (2014), Quantum Ramadhan (2015), Quantum Cinta (2016). Kini tinggal di Dsn. Caling Ds. Sidorejo Kec. Sugio Kab. Lamongan.

Minggu Pagi Bersama Secangkir Kopi

14445502_1419673494714193_1484594564_n

Litera- Menikmati pagi dengan secangkir kopi bagi kita mungkin adalah hal biasa. Tapi jika secangkir kopi bersanding dengan puisi dan kehangatan teman-teman dalam perbincangan yang ramah mungkin akan terasa indah dan meriah. Itulah sensasi yang akan anda rasakan pada suatu minggu pagi. Bahkan kehangatan itu akan lebih terasa indah saat sang peramu kopi datang menemani dan berbagi.

Sabtu Sore di Tepi Danau

14355645_1421548067860069_6287364672181631021_n

Litera– Grup ruang kreatif yang selama ini saling bertegur sapa dan berdiskusi tentang sastra lewat udara, Sabtu sore berencana akan menggelar silaturahmi, saling berdiskusi dan kopi darat. Pertemuan esok akan diisi dengan penyampaian materi yang berjudul “Berbagi Proses Kreatif: Menulis Prosa dan Puisi”.

Menghayal Jadi Presiden di TIM

5-contoh-puisi-jose-rizal-manua

Litera– Taman Sastra Cikini (TSC) menggelar kembali event sastra bulan ini. Kali ini adalah dramawan dan tokoh teater tanah air Jose Rizal Manua menjadi sosok yang diangkat dalam suatu pagelaran yang bertajuk “Jose Rizal Manua Menghayal Jadi Presiden: Seng Seng Tetes Sresep Brebeeet”.

Realisme Magis Danarto

14432933_1419673801380829_2009616842620487749_n

Litera– Bakti Budaya Djarum Foundation dan Taman Budaya Jawa Tengah menggelar Mimbar Teater Indonesia V. Tema yang diangkat dalam mimbar kali ini adalah “Panggung Realisme Magis Cerpen-Cerpen Danarto. Panggung yang akan berlangsung selama tiga hari ini akan menyajikan cerpen-cerpen Danarto dalam panggung musikal dan teatrikal.

Puisi-Puisi Airul Azwan Parapat

14182294_1399990890015787_194397763_n

Airul Azwan Parapat, adalah pria kelahiran Gunting Saga, sebuah desa terpencil di Sumatera Utara, lahir pada 15 Agustus 1990. Alumni Magister Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Selain sebagai seorang guru, ia juga menulis puisi, esai, cerpen dan opini yang tampil dibeberapa media cetak lokal maupun nasional. Karya penulis dapat juga dinikmati dalam blog pribadinya “blogrul.wordpress.com”.

Budaya Sebagai Pembangunan Karakter dan Jati Diri Bangsa

14333094_1416931418321734_2423358767662416009_n

Visi tanpa tindakan adalah sebuah mimpi belaka. Tindakan tanpa visi hanya akan menghabiskan waktu. Visi dengan tindakan akan mengubah dunia.

 

Dasar Pemikiran

Seperti kata pameo, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Kita melakukan flash back ke belakang, antara 70 – 80 tahun lalu ada dua cita-cita besar yang menggerakan para pendiri bangsa ini : Kemerdekaan dan Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kemerdekaan : para pendiri bangsa berjuang  untuk membebaskan bangsa indonesia dari penghinaan dan penjajahan oleh bangsa asing. Dan Keadilan : mereka bertekad menciptakan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena ada kekhawatiran, jangan-jangan sesudah berhasil membangun “Jembatan Emas” kemerdekaan, rakyat Indonesia kembali jatuh ke tangan kaum feodal, kaum kolonialis, kaum imperialis dan kaum kapitalis.