PUISI 

Percakapan di Stasiun, Selesai Subuh Pagi Itu

Puisi-puisi Isbedy Stiawan ZS _____________________________________________________________________   PERCAKAPAN DI STASIUN, SELESAI SUBUH PAGI ITU sebaiknya tunggu tak lama aku menjemput, katamu lewat telepon genggam. pagi berkabut dan sedikit gerimis. lanjutmu, hanya lima menit aku berkemas lalu menemuimu di pagi dingin dan lamur sebaiknya kubawa kau memutari kota ini. pagi berkabut dan rinai hujan menyambutmu juga. tubuh ini nanti akan membuatmu hangat;

Read More
PUISI 

ENGKAUKAH OMBAK YANG TAK MERINDUKAN PANTAI

Sajak-sajak Ahmadun Yosi Herfanda ____________________________________________________________   ENGKAUKAH OMBAK YANG TAK MERINDUKAN PANTAI        Tiap berlayar selalu kuingat saat berlabuh. Sebab Cintaku padamu tak pernah angkat sauh. Dengan layar perahu kurentang Rindu. Namun angin membawaku semakin jauh. Walau gemuruh ombak mengaduh. Minta dermaga kembali mendekapmu.

Read More
CERPEN 

Jarum Suntik

Cerpen Ahmad Dzikron Haikal _________________________________________________________________   Salah satu penyebab aku tak mau berurusan dengan rumah sakit adalah jarum suntik. Aku berani bertaruh bahwa bayangan rasa nyeri yang ditimbulkan oleh ujung jarum yang menembus kulit dan pori-pori merupakan alasan seseorang takut dengannya. Begitupun denganku. Sebagai lelaki, aku sering dianggap pengecut karena menghindar dari sesuatu yang sebagian lelaki sering menganggapnya perkara sepele, namun mampu membawa dampak buruk pada kondisi mentalku. Dan Trypanophobia adalah jawabanku untuk mereka.

Read More
Berita 

PERRUAS GELAR FESTIVAL LITERASI

JAKARTA (litera) — Pentas baca puisi oleh penyair terkemuka Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri, Ahmadun Yosi Herfanda, dan Jose Rizal Manua mewarnai Malam Anugerah Perruas 2021. Acara yang digelar pada Sabtu malam (18/12) itu dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Anies  Baswedan melalui daring, sekaligus meluncurkan Buku Puisi ASEAN, Doa untuk Bangsa, dan 100 buku terbitan Perruas 2021.

Read More

Pesta Sastra Akhir Tahun Ala Septia

YOGYAKARTA (litera) – Sejumlah sastrawan Indonesia membacakan puisi pada Minggu malam (19/12) lalu di ruang pertemuan Hotel Septia, Yogyakarta. Cerpenis kondang Yanusa Nugroho dan Kurnia Effendi, serta puluhan penyair seperti Husnul Khuluqi, Tri Astoro Kodarie, Meidy Loekito, Yahya Andi Sapoetra, Tengsoe Tjahjono, Nanang Ribut Suprihatin, Kasdi Kelanis, Eddy Pramduane, dan Merawati May,  juga turut membacakan puisi mereka.

Read More