Cerpen Karya Tiga TKW Raih Penghargaan Sastra VOI 2018

Dialog Peraih VOI 2018

JAKARTA (Litera) — RRI Voice of Indonesia menyelenggarakan Gelar Wicara dan pemberian Anugerah Sastra VOI 2018 dengan tema “Guratan Pena: Menjayakan Bahasa dan Sastra Indonesia”. Gelar wicara dan pemberian Anugerah Sastra VOI 2018 digelar di Auditorium Yusuf Ronodipuro, Radio Republik Indonesia, Jakarta. Ini merupakan tahun kedelapan bagi RRI Voice of Indonesia dalam memberikan apresiasi kepada para penulis cerita pendek asal Indonesia di luar negeri, terutama diperuntukkan bagi masyarakat Indonesia yang tinggal dan bekerja di luar negeri.

Dari total 94 cerita pendek yang disiarkan pada program Guratan Pena selama tahun 2018, terpilih 23 karya yang berhak masuk kedalam tahap seleksi. Guratan Pena disiarkan setiap hari Sabtu pada pukul 13:05 sampai 14:00 WIB. Di dalam tahap seleksi, para dewan juri melakukan proses seleksi berdasarkan ide cerita, latar, konflik dan alur, hingga dihasilkan 3 (tiga) karya sastra dari 3 (tiga) orang penulis.

Para dewan juri yang melakukan proses seleksi tersebut adalah Irwan Kelana (Redaktur Senior Harian Republika), Erlis Mujiningsih (Peneliti Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa), dan Syarifudin Yunus (Dosen Universitas Indraprasta PGRI).

Berdasarkan proses seleksi dewan juri, terpilih 3 (tiga) orang pemenang Anugerah Sastra VOI 2018. Ketiganya adalah Ayundha Lestari (pekerja migran di Hongkong) dengan karya berjudul Dunia Sean, Arista Devy (pekerja migran di Hongkong) dengan karya berjudul Rahasia Suki dan Kesaksian Pembantu Pertama, serta Jassy AE (pekerja migran di Taiwan) dengan karya berjudul Pulang.

Narasumber yang hadir pada Gelar Wicara adalah Drs. Muh. Abdul Khak, M.Hum, Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Abrory Djabbar, Wakil Ketua Yayasan PDS HB Jassin dan Pipit Senja, Pegiat Sastra.

Kepala RRI Voice of Indonesia Agung Susatyo berharap agar melalui program ini, masyarakat internasional dapat lebih mengenal bahasa Indonesia. Upaya ini juga merupakan promosi bagi Indonesia untuk lebih mengenalkan potensi di dalam negeri melalui bahasa dan karya sastra. (rls – rri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *