Agenda 

Undangan Menulis Cerpen oleh Festival Seni Multatuli 2019

(Lebak) Litera.co.id — Pemerintah Kabupaten Lebak bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui platform kebudayaan Indonesiana kembali menggelar Festival Seni Multatuli 2019. Sedari Januari 2019, tim kerja Festival Seni Multatuli 2019 mulai mempersiapkan berbagai konten acara yang akan disuguhkan pada 9-15 September 2019 nanti. Sebagai kegiatan praacara, tim kerja menyiapkan workshop-workshop khusus warga Kabupaten Lebak untuk memberikan pengayaan dan turut berpartisipasi dalam peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia di Lebak.

Salah satu konten acara yang telah disiapkan oleh tim Penerbitan, Launching, dan Bedah Buku, yaitu Workshop Menulis Cerpen dengan tema yang mengambil penggalan pikukuh karuhun urang Baduy: Gunung Teu Meunang Dilebur, Lebak Teu Meunang Diruksak (Mitos dan Kearifan Lokal Masyarakat Kabupaten Lebak). Konten acara tersebut telah digelar pada 22-23 Juni 2019. Menghadirkan 4 pembicara di antaranya, penulis novel Gadis Kretek, Ratih Kumala, penulis kumpulan cerpen Perempuan Kopi, Dewi Nova, penulis kumpulan cerpen Penanggung Tiga Butir Lada Hitam di dalam Pusar, Niduparas Erlang, dan pegiat literasi Kabupaten Lebak, Budi Harsoni.

Keempatnya membimbing 30 peserta yang berasal dari beberapa wilayah di Kabupaten Lebak. Mulai dari Kecamatan Wanasalam, Cikulur, Leuwi Damar, Rangkasbitung, Sajira, Cipanas, Banjarsari, Warunggunung, Kalanganyar, Panggarangan, Malingping, dan lain-lain. Sementara untuk kegiatan yang melibatkan masyarakat Indonesia, tim Penerbitan kembali mengundang khalayak untuk berpartisipasi dalam Undangan Menulis Cerpen.

Direktur Festival Seni Multatuli 2019, Ubaidillah Muchtar, mengatakan bahwa workshop menulis cerpen khusus untuk warga Kabupaten Lebak dan undangan menulis cerpen untuk Warga Negara Indonesia ini adalah satu kesatuan. Dalam kegiatan ini, para peserta workshop dipertemukan dengan para penulis dari luar wilayah untuk menghasilkan sebuah cerpen berbasis kearifan lokal Kabupaten Lebak.

“Jika workshop menulis cerpen untuk warga kabupaten Lebak, maka Undangan Menulis Cerpen disiapkan untuk para penulis dari luar wilayah Kabupaten Lebak. Undangan Menulis Cerpen ini untuk melihat perspektif penulis luar dalam memandang kearifan lokal di Kabupaten Lebak,” ujar lelaki yang menjabat sebagai Kasi Museum Multatuli saat ditemui di Museum Multatuli, Sabtu (29/6).

Ubay (demikian ia biasa disapa) mengatakan bahwa baik cerpen karya peserta workshop maupun karya penulis se-Indonesia, sama-sama melalui tahap kurasi yang ketat. Ia berharap, para peserta workshop dan Undangan Menulis Cerpen ini dapat mengekspresikan nilai-nilai kearifan yang terkandung dalam kebudayaan masyarakat Lebak untuk menyokong penguatan narasi tentang Lebak, sebagaimana ancangan Pokok-Pokok Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Lebak.

Mengenai persyaratan peserta Undangan Menulis Cerpen, manager Penerbitan Festival Seni Multatuli, Uthera Kalimaya, menjelaskan bahwa Undangan Menulis Cerpen ini terbuka untuk seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) dibuktikan dengan melampirkan KTP/kartu sejenis. Tema cerpen “Gunung Teu Meunang Dilebur, Lebak Teu Meunang Diruksak (Mitos dan Kearifan Lokal Masyarakat Kabupaten Lebak). Cerpen adalah karya asli, bukan plagiat atau saduran dan belum pernah dipublikasikan di surat kabar, buku dan atau media lainnya dibuktikan dengan melampirkan surat pernyataan keaslian karya bermaterai 6.000. Panjang cerpen 5-6 halaman; spasi 1.5, jenis huruf Times New Roman; ukuran 12 pt; ukuran kertas A4. Cerpen harus sesuai dengan tema lomba, tidak mengandung asusila, pornografi dan kekerasan, menghina/melecehkan keyakinan tertentu. Peserta mengirimkan 1 naskah cerpen terbaiknya melalui e-mail: sastra.fsm2019@gmail.com dengan subjek email: Nama-Judul cerpen-FSM 2019. Undangan menulis cerpen ini berlaku mulai 20 Juni sampai dengan 19 Juli 2019. Seluruh cerpen yang telah dikirimkan menjadi hak panitia.

“Panitia akan memilih 20 cerpen terbaik untuk kemudian disatukan dengan 10 cerpen terbaik dari peserta workshop menulis cerpen Festival Seni Multatuli 2019. Setelah ke-30 cerpen terkumpul, akan dipilih satu cerpen terbaik yang berhak atas uang pembinaan sebesar Rp10 Juta Rupiah,” ujar perempuan yang sejak tahun lalu memanajeri tim penerbitan ini.

Sementara untuk update peserta Undangan Menulis Cerpen, menurut Uthera, siapapun bisa diakses melalui http://bit.ly/daftarpesertamenuliscerpen, proses kurasi karya tanggal 20 Juli-8 Agustus 2019 dan pengumuman 20 cerpen terbaik tanggal 10 Agustus 2019.

Related posts

Leave a Comment