PERISTIWA 

Sastra Maju Karena Dilisankan

JAKARTA  (litera) – Puncak acara ulang tahun  Jagat Sastra Milenia (JSM) yang ketiga di Cafe Sastra, Balai Pustaka,  Jakarta, baru-baru ini (15/10)  diisi dengan sambutan Direktur Utama PT  Balai Pustaka (Persero) Dr. Ir. Achmad Fachroji yang mengingatkan para tamu dan pengunjung bahwa dunia sastra di  Indonesia bisa maju bukan sekedar tulisan.

 

“Melainkan lebih dari itu. Sastra maju karena dilisankan,” ucapnya.

 

Maka pada saat memberi sambutan, Achmad Fachroji pun lebih banyak berpantun ria.

 

Sedangkan Riri Sastria selaku Ketua JSM pada kesempatan perayaan ultah tersebut mengatakan sastrawan memerlukan regenerasi.

 

Dikatakan lagi, sesuai dengan visi dan misi, Jagat Sastra Milenia memang memberikan prioritas kepada program pembinaan kompetensi dan produksi karya sastra.

 

“Dengan demikian tiga program utama JSM adalah Sastramedia, JSM Press, dan JSM Mengajar. JSM juga telah merekrut siswa dan siswi  SLTP untuk diikutsertakan dalam pelatihan kelas menulis puisi, cerpen, dan esai. Jumlah peserta hampir 100 orang juga ikut hadir bersama gurunya pada acara ultah ini,” jelas Riri Satria.

 

Setelah pemotongan kue ulangtahun, juga diisi dengan testimoni antara lain oleh Dr Sunu Wasono, Sam Muchtar Chaniago beserta isteri, dan Humam S. Chudori yang lebih dikenal sebagai seorang cerpenis.

 

Pada kesempatan itu juga dilakukan peluncuran buku antologi puisi antara lain Harum Haramain yang merupakan sepilihan puisi karya Rissa Churria,  Algiritma Kesunyian karya Riri Satria & Emi Suy, serta buku kumpulan puisi dan esai sastra Alarm Sunyi dan Interval karya Emi Suy.

 

Selain itu diluncurkan juga  buku Energi Kata, Sinergi Kita (JSM Press, Oktober 2023). Buku setebal 272 halaman ini berisikan 22 puisi terbaik Sastramedia tahun 2022-2023, dan 11 cerpen terbaik Sastramedia 2022-2023.

 

Baca Puisi

Acara ultah JSM ketiga diisi dengan Parade Baca Puisi antara lain oleh Ical Vrigar, Lasman Simanjuntak, Soekardi Wahyudi, Dhe Sundayana Perbangsa, Romy Sastra, Slamet Widodo, Khairani Pilliang, Sapto Wardoyo, Mita Katayo, Alex R Nainggolan, dan 4 Penyair Perempuan Jagat Sastra Milenia  (JSM) yaitu Nunung Noor El Niel, Emi Suy, Rissa Churria, dan Erna Winarsih Wiyono.

 

Berikut kutipan Sajak KALAH ATAU MENANG yang dibacakan penyair Pulo Lasman Simanjuntak.

 

KALAH ATAU MENANG

 

kita berangkat dari sebuah titik

makin lama menjelma jadi mata air

lalu mencium ikan-ikan beracun di danau

tanpa sayap

 

(padahal jarak Yogjakarta dan New York hanya segaris, kepastian-kepastian semu)

 

Kristus pernah engkau dengar bukan?

bermazmur

sesungguhnya cinta itu

permainan gila

para tukang potret amatiran

 

hayo….

kita berkelahi tanpa badik

melawan matahari betina itu

agar sinarnya yang manja

tak lagi menghamili

hewan-hewan langka kegemaranmu

 

percayalah,

sejarah akan tunduk

atau kita pura-pura jadi malaikat manis

yang berlari dari kandang sapi

rindu tidur di kereta angin

 

mulailah

 

Jakarta, 1983

 

 

Sastra Terbaik

 

Sementara itu pada peringatan HUT JSM atau Momentum Tiga Tahun JSM dengan tema “Sinergi Bersama Berkarya untuk Indonesia” juga diumumkan 44 karya sastra terbaik Sastramedia 2022-2023.

 

Pengumuman disampaikan oleh pengelola Sastsramedia, yaitu Riri Satria (Pemimpin  Umum), Sofyan RH Zaid (Pemimpin Redaksi), serta Emi Suy (Sekretaris Redaksi).

 

“Secara kalkulatif, setiap minggunya kami memuat satu cerpen, satu esai, dan satu sampai tiga puisi. Jadi, selama setahun kami telah memuat kurang lebih 50 esai, 50 cerpen, dan 100 puisi. Kemudian kami membaca dan memilih ulang 11 cerpen, 11 esai, dan 22 puisi terbaik dari yang terbaik,” jelas Sofyan.

 

Emi Suy menjelaskan proses pemilihan karya sastra terbaik Sastramedia tahun ini, sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya.

 

” Tahun lalu karya terbaik dipilih 100% atas pertimbangan dewan redaktur. Sementara tahun ini, 70% atas pertimbangan redaktur, dan 20% berdasarkan jumlah pembaca karya tersebut secara akumulatif. Selain itu, juga ada perbedaan dari segi formulasi, tahun lalu ada istilah 44 nominasi dan tiga karya terpilih masing-masing kategori. Sedangkan tahun ini, langsung menjadi 44 karya sastra terbaik yang terpilih untuk ketegori puisi, cerpen, dan esai,” ujarnya.

 

22 Puisi Terbaik Sastramedia 2022-2023

 

  1. Aku Ingin Bisa tak Peduli pada Apa Pun – Daruz Armedian
  2. Aku Ingin Pulang – Rudi Setiawan
  3. Bertamu ke Masa Lalu – Daviatul Umam
  4. Di Layar Gawai IV – A.Warits Rovi
  5. Di Tanah Kana’an – Sunlie Thomas Alexander
  6. Hidangan Cerita Kita – M.Z. Billal
  7. Kaidah Sintaksis dalam Kepala Seorang Juru Tulis – Imam Budiman
  8. Kaum Rebahan – Rahmat Wahyudi
  9. Kesedihanmu – Alex R. Nainggolan
  10. Ketika Kutinggalkan Rumahku – Dadang Suprayogi
  11. Melbourne – Herdi Sahrasad
  12. Mencari Nguyen Dalam Tubuh Kekasih – Chalvin Pratama Putra
  13. Monolog Seorang Pedagog – A. Musabbih
  14. Nelayan – Khairuz Zaman NT
  15. Obituario En Verso – Gilang Perdana
  16. Pelabuhan di Dasar Ingatan – Aliurridha
  17. Pengasingan – Irvan Syahril
  18. Pertemuan – Sholehuddin
  19. Pulang – Amir Yahyapati ABY
  20. Senja Beku – Galuh Ayara

Setiap Waktu, Berjalan

  1. Mengikis Cinta – Rori Aroka Rusji
  2. Sungai – Sapto Wardoyo

 

11 Cerpen Terbaik Sastramedia 2022-2023

 

  1. Bara di Rumah Muntasir dan di Dada Kohar – Hilmi Faiq
  2. Bayang-Bayang Mary – Beri Hanna
  3. Cincin Nongae – Christya Dewi Eka
  4. Dijelaskan Seperti Apa pun, Kamu Tak Akan Bisa Memahaminya, Bahkan Kalau Dijelaskan Berkali-Kali Sekalipun – Y Agusta Akhir
  5. Ingatan – Yudhi Herwibowo
  6. Merantau Cino – Sunlie Thomas Alexander
  7. Muslihat Para Anjing – D. Hardi
  8. Ouroboros – Risda Nur Widia
  9. Pemancing Cumi dan Istri-istri yang Menunggu – Robbyan Abel Ramdhon
  10. Pulang dari Malaysia – Reinard L. Meo
  11. Senapan – Ruly Andriansah

 

Esai Terbaik Sastramedia 2022-2023

 

  1. Bahasa dan Apa-Apa yang Tak Sekadar Hanya – Polanco S. Achri
  2. Jika Puisi adalah Waktu – Wawan Kurniawan
  3. Masa Depan Dunia Penulisan di Hadapan Kecerdasan Buatan – Aliuridha

Nobel Sastra 2022: Kemenangan Sang

  1. Penziarah – Hikmat Gumelar

Objek Hasrat, Persaingan, dan Kekerasan di Arena

  1. Pacuan – Ilham Rabbani
  2. Puisi-Puisi dan Semangat Revolusi – Tjahjono Widarmanto
  3. Puisi-Puisi Rekki Zakia, Cinta yang Menantang dan Menggetarkan – Agus Manaji
  4. Romantisisme Chairil Anwar: Tak Pelak, Harus Terus Terbang – Dwi Pranoto
  5. Sastra Sebagai Teknologi: Perenungan Mengenai Determinasi – Candrika Adhiyasa
  6. Sepak Bola dalam Sejumlah Cerpen Indonesia – Erwin Setia
  7. Sudut-pandang Transendental Puisi Lirik A. Mustofa Bisri – Abdul Wachid B.S.

 

Semua karya terbaik tersebut dihimpun dan diterbitkan dalam satu buku berjudul Energi Kata Sinergi Kita: Karya Sastra Terbaik Sastramedia 2022-2023. @ Lasman Simanjuntak

Related posts

Leave a Comment

19 + 15 =