Berita PERISTIWA 

Buku AYH Raih Lima Besar Sayembara HPI

Litera (Jakarta)– Buku puisi karya Ahmadun Yosi Herfanda (AYH) yang berjudul Ketika Rumputan Bertemu Tuhan meraih penghargaan lima besar sayembara buku puisi yang diadakan oleh Yayasan Hari puisi Indonesia (YHPI). Pengumuman pemenang ini disampaikan langsung dalam acara malam anugrah Hari Puisi Indonesia pada rabu malam (12/10) di gedung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Hadir dalam acara malam anugrah tersebut wakil presiden Republik Indonesia H. Jusuf Kalla, mentrri agama Lukman Hakim Syaifudin, beberapa tamu undangan seperti kuasa usaha duta besar Libanon untuk Indonesia, Mrs Joanna Azzi, duta besar Tunisia untuk Indonesia H.E. Mourrad Belhasen, duta besar Indonesia untuk Azer Baijan Husnan Bey Fananie dan para sastrawan tanah air yang memenuhi ruang di dalam gedung tersebut.

Penyerahan hadiah dan piala dilakukan oleh wakil presiden. Ini adalah puncak peringatan HPI yang ke-4. Hari Puisi Indonesia sendiri jatuh pada tanggal 26 Juli yang merupakan hari lahir penyair Chairil Anwar. Malam anugrah HPI adalah puncak dari rangkaian helat HPI dalam hal ini adalah sayembara buku puisi.

Pada tahun 2016 ini ada 245 buku puisi para penyair tanah air yang berjuang untuk memenangkan sayembara total berhadiah Rp100 juta. Salah satunya adalah buku AYH yang berjudul Ketika Rumputan Bertemu Tuhan yang meraih lima besar. Dengan demikian buku AYH tersebut berhak mendapat hadiah Rp10 juta.

Ketika Rumputan Bertemu Tuhan (Pustaka Littera, Juli 2016) memuat 118 puisi AYH dengan rentang waktu yang panjang, setidaknya 36 tahun masa kepenyairan AYH dari tahun 1980-2016. AYH berusaha mengumpulkan kembali karya-karyanya yang berserakan. AYH sendiri terkenal dengan sajak-sajaknya yang religius dengan kedalaman batin yang penuh penghayatan yang begitu menyentuh.

AYH yang pada acara malam anugrah HPI tidak bisa hadir dan menerima penghargaan yang diserahkan oleh wakil presiden RI karena sedang menjadi juri di Kendari untuk lomba Peksiminas (Pekan Seni Mahasiswa Nasional) mengatakan rasa syukurnya atas penghargaan tersebut. Sastrawan yang disebut sebagai penyair sastra profetik tersebut mengucapkan terima kasihnya pada khalayak umum khususnya para pecinta dan pembaca sastra juga para penyair nusantara yang tetap semangat dan memberi apresiasi pada sastra Indonesia. (Mahrus Prihany).

 

Related posts

Leave a Comment