Cerpen 

Surat dari Malaikat

Zaenal Radar T, Menulis cerpen dan skenario televisi. Belasan bukunya telah terbit baik berupa novel, kumpulan cerpen, dan cerita anak. Bukunya yang baru terbit berjudul Si Markum (Pustaka Alvabet, 2017) berisi cerpen-cerpen yang pernah disiarkan media massa cetak. Aktif juga di Dewan Kesenian Tangerang Selatan (DKTS). Tinggal di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan. Penulis juga aktif di acara-acara seni dan sastra baik skala lokal atau nasional. Tulisannya bisa dibaca pada Blog: toekangketik.blogspot.com

Read More
puisi 

Puisi-puisi Willy Ana

Willy Ana, lahir di Bengkulu, 29 September 1981. Buku kumpulan puisinya yang telah terbit adalah  Aku Berhak Bahagia (2016), Tabot Aku Bengkulu (2016) dan Petuah Kampung (2017). Puisi Willy dimuat di sejumlah media, antara lain Amanah, Riau Pos, Koran Tempo dan Indopos. Salah satu puisinyamasuk menjadi nomine Litera Award 2017. Sebagian puisi lainnya terhimpun di beberapa antologi puisi bersama seperti Antologi Puisi Kopi 1.550 Mdpl (2016), 6,5 SR Luka Pidie Jaya (2017),  Nyanyian Puisi untuk Ane Matahari (2017) dan Ziarah Sunyi (2017). 

Read More
Berita 

Seniman Bengkulu Gagas Festival Sastra Level Asia Tenggara

JAKARTA (Litera.co.id) – Sejumlah seniman Bengkulu menggagas pertemuan sastra level Asia Tenggara. Acara yang dinamakan Festival Sastra Bengkulu direncakan digelar di Bengkulu pada 2018. “Waktu pastinya sedang kami diskusikan. Harapannya bisa diadakan bertepatan dengan Ulang Tahun Kota Bengkulu pada akhir Februari 2018. Kami pun sudah melakukan berbagai persiapan,” kata Ketua Panitia, Willy Ana, kepada pers di sebuah kafe di Jakarta, Sabtu, 23 Desember 2017.

Read More
Berita 

PPN X Deklarasikan Perdamaian

Serang (litera.co.id)- Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) X yang dihelat di Serang, Banten pada 15-17 Desember 2017 yang mengangkat tema “Puisi untuk Perdamaian Dunia” melahirkan beberapa butir deklarasi tentang sikap penyair untuk berkontribusi pada perdamaian dunia. Deklarasi tersebut dipimpin oleh ketua Dewan Kesenian Banten, Chavchay Syaifullah dengan diiringi beberapa rekan sastrawan tanah air seperti Matdon, Viddy AD Daery, Imam Maarif, Sosiawan Leak, Hamdy Salad serta perwakilan beberapa negara tetangga peserta PPN X seperti Brunei Darussalam, Singapura, malaysia, dan Thailand.

Read More
Cerpen 

Seorang Kakek di Tepi Jalan

Nana Sastrawan, nama Pena dari Nana Supriyana. S,Pd. Tinggal di Tangerang, lahir 27 Juli di Kuningan, Jawa Barat. Seorang guru yang menulis, pernah menjadi peserta MASTERA CERPEN (Majelis Sastra Asia Tenggara) dari Indonesia bersama para penulis dari Malaysia, Brunei, Singapura dan meraih penghargaan Acarya Sastra bagi pendidik dari Badan Bahasa Pusat. Karya sastranya berupa buku kumpulan puisi : Tergantung Di Langit (2006), Nitisara (P2008), Kitab Hujan (2010). Beberapa karya sastranya berupa puisi dan cerpen tergabung dalam Menggenggam Cahaya (2009), G 30 S (2009), Empat Amanat Hujan (2010), Penyair Tali Pancing…

Read More
Berita 

Malam Pembukaan PPN X di Banten Meriah

BANTEN (Litera.co.id) – Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) X yang digelar oleh Dewan Kesenian Banten (DKB) resmi dibuka pada Jumat (15/11) malam. Gelaran tahunan yang bertema “Puisi untuk Perdamaian Dunia” berlangsung tanggal 15-17 Desember 2017, di eks. Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang. Gelaran ini diikuti oleh penyair-penyair dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand.

Read More
puisi 

Puisi-puisi Wawan Kurniawan

Wawan Kurniawan, menulis puisi, cerpen, esai dan menerjemahkan. Buku puisi pertamanya berjudul Persinggahan Perangai Sepi (2013). Pernah diundang sebagai penulis Indonesia Timur di Makassar International Writers Festival (MIWF) 2015. Buku puisi kedua Sajak Penghuni Surga (2017). Buku esai pertamanya berisi 50 tulisan yang pernah dimuat di Koran Tempo Makassar dari tahun 2013-2016 terbit Februari 2017 dengan judul Sepi Manusia Topeng oleh Penerbit Nala Cipta Litera kerjasama komunitas Literasi Makassar dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Sulawesi Selatan. Karya-karyanya telah tersiar di banyak media massa.

Read More