Bulan Purnama di Rumah Budaya

15977052_1547815115233363_6728346710982586670_n

Litera.co.id- TeMBI Rumah Budaya akan menggelar acara peluncuran 4 buku pemenang dan peraih penghargaan Hari Puisi Indonesia. Tema yang akan diangkat di event sastra terbesar di Jogjakarta ini adalah Sambil Ber-Kidung Tan Melihat Lukisan Anonim di Rerumputan. Tema tersebut diangkat dari empat buku peraih penghargaan yang diumumkan bulan Oktober tahun lalu di TIM oleh Yayasan Hari Puisi Indonesia (YHPI).

Empat buku puisi tersebut adalah Kidung Cisadane (Rini Intama), Percakapan TAN dan Riwayat Kuldi para Pemuja Sajak (Tjahjono Widarmanto), Lukisan Anonim (Umi Kulsum), dan Ketika Rumputan Bertemu Tuhan (Ahmadun Yosi Herfanda). Secara serentak keempat buku ini akan diluncurkan di Sastra Bulan Purnama.

Acara rutin bulanan yang digelar di TeMBI Rumah Budaya dengan nama “Sastra Bulan Purnama” kali ini telah memasuki edisi ke-64, suatu perjalanan yang cukup panjang. Bulan Purnama kali ini tentu akan sangat lebih meriah dengan kehadiran empat peraih penghargaan YHPI. Para penyair penulis buku tersebut yaitu Rini Intama, Tjahjono Widarmanto, Umi Kulsum, dan Ahmadun Yosi Herfanda diagendakan datang dan tampil pada peluncuran buku tersebut. Ini tentu akan menjadi catatan indah dan bersejarah dalam dunia sastra tanah air.

“Saya sudah diminta panitia (TeMbi Rumah Budaya) untuk datang pada acara peluncuran bersama buku ini. Saya tentu menyambut baik,” tutur Ahmadun Yosi Herfanda atau yang biasa disapa AYH pada beberapa rekan pegiat sastra yang berkumpul di kafe roti bakar 88 di Pamulang beberapa waktu lalu. Ahmadun berharap acara ini bisa menjadi suatu acara yang penuh makna dan bisa menjadi tempat diskusi yang menarik dan berkualitas, tidak sekadar selebrasi sastra semata. Penyair profetik Indonesia yang melambung namanya karena karyanya yang berjudul Sembahyang Rerumputan tersebut mengenang saat awal tahun 80an ketika ia masih menjadi mahasiswa dan menapaki awal karir sebagai penyair di Jogja. Ia sering berdiskusi dan saling memberi kritik dengan rekan-rekan sesama penyair. Tentu saja sangat bisa dimengerti jika AYH yang dibesarkan di Jogja tersebut berharap acara-acara sastra yang banyak digelar bisa lebih mengedepankan diskusi dan penguatan daya intelektualitas.

Selain menghadirkan empat penyair peraih penghargaan tersebut, acara ini juga akan dimeriahkan dengan pagelaran sastra lain. Penampilan spesial akan disuguhkan oleh Lagu Puisi Kelompok Musik SABAI.

Gelar sastra ini terbuka untuk umum dan akan dihelat pada hari Jumat malam, 13 Januari mulai pkl 19.30 WIB dan bertempat di TeMBI Rumah Budaya yang beralamat di Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo Sewon, Bantul, Yogyakarta. (Mahrus Prihany)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *