PERISTIWA 

PARADE BACA PUISI ALA SATUPENA

JAKARTA (litera) – Belum lama ini digelar acara daring bertajuk “Parade Baca Puisi Satupena untuk Indonesia 76”. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-76. Digelar oleh Komunitas Satupena (Persatuan Penulis Indonesia) — sebuah komunitas yang beranggotakan lebih dari 100 penulis dari berbagai disiplin ilmu, termasuk sastra.

Kegiatan bernuansa sastra ini, seperti dilaporkan Jayakartanews (27/8),  merupakan embrio untuk memetakan bakat/talenta penulis yang mengekspresikan karya literasi melalui baca puisi di ruang virtual. Peserta dari berbagai daerah membacakan puisi karya sendiri atau karya sahabat Satupena.

Bertindak sebagai dewan juri pada event tersebut adalah Sihar Ramses Simatupang, Putu Fajar Arcana, Febby Indriani, Warih Wisatsana, dan Yuke Ardhiati.

————————————-

Foto diambil dari youtube.com

————————————-

Kegiatan yang edukatif dan apresiatif ini berpotensi sebagai suatu model apresiasi masa kini yang lekat dengan media sosial dalam masa phisical distancing. “Para peserta dinilai oleh dewan juri, dan dipilih peserta favorit,” kata Sihar Ramses.

Tokoh sastra dan penyair, seperti Debra H. Yatim, Hikmat Darmawan, dan Dyah Merta turut membawakan puisi pilihan mereka dengan penuh penghayatan. Tampil juga Abidah El Khalieqy, penulis novel Perempuan Berkalung Sorban, yang telah dialihwahanakan ke dalam film layar lebar.

Pemilihan penampil terfavorit, selain dilakukan oleh dewan juri juga dilakukan melalui voting via googleform. Terpilih tiga penampil favorit pilihan pemirsa, Dyah Merta,  Debra Yatim, dan Isbedy Stiawan. Sedangkan dewan juri memilih Enam Besar Merdeka Berpuisi Satu Pena, yakni Abidah el Khalieqy, Ari Ambarwati, Debra Yatim, Dyah Merta, Hikmat Darmawan, dan Isbedy Stiawan ZS. Sri Rahayu terpilih sebagai penampil terfavorit pilihan dewan juri.

Acara baca puisi ini, menurut Yuke, bukan sekadar memeriahkan berdirinya Republik Indonesia ke-76, akan tetapi juga membawa misi sebagai jembatan melaksanakan amanah Undang-undang Dasar 1945. “Upaya pemajuan kebudayaan melalui sisi literasi,“ katanya. “Jika digali dan digarap lebih apik, kegiatan baca puisi ini berpotensi memajukan industri kreatif,“ tambahnya.

Kegiatan budaya ini didukung pula oleh tim artistik pembuatan video dan animasi yakni Evelyn, Rafli Alfiano, dan Chandra Arfiansyah. @ litera/jayakartanews/kataberita/icn

Related posts

Leave a Comment