PARADE BACA PUISI ALA SATUPENA

JAKARTA (litera) – Belum lama ini digelar acara daring bertajuk “Parade Baca Puisi Satupena untuk Indonesia 76”. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-76. Digelar oleh Komunitas Satupena (Persatuan Penulis Indonesia) — sebuah komunitas yang beranggotakan lebih dari 100 penulis dari berbagai disiplin ilmu, termasuk sastra.

Read More

Secangkir Kopi Buatan Ibu

Puisi-puisi MH Dzulkarnain ________________________________________________________________         AKU, KAU, DAN HUJAN DI BULAN JUNI : Sherly Apa kabar, Sher Tadi pagi aku dapat selembar risalah dari Tuhan Setelah aku baca, Ternyata aku, kau, dan hujan adalah saudara Kita sama-sama dilahirkan dari rahim bulan juni Dibesarkan oleh ombak peradaban negeri Merasakan nikmat Tuhan lewat senyum ibu sejak dini Menyeruput pahit pekat hidup dari secangkir kopi

Read More

OMBAK BERDANSA DI LIQUISA

Cerpen Ahmadun Yosi Herfanda ———————————————————————————– Ombak berdansa Liquisa. Deburnya menari dalam gemuruh hujan yang mengguyur pepohonan di sepanjang pesisir. Dan, dalam cuaca dingin malam Minggu berkabut, di dalam sebuah gedung sederhana di tepi pantai, orang-orang berdansa dalam hentakan musik disko. “Ayo! Kalau tidak berdansa kau belum ke Liquisa,” seorang lelaki berkata sambil menarik tangan perempuan yang duduk di depan bar. Perempuan itu bergeming di tempat duduknya. Ia menggeleng di keremangan. Lelaki itu melotot. Matanya menyala dalam remang cahaya lampu. Rambutnya yang berombak seperti berdirian tiba-tiba. Perempuan yang dipanggil Armila itu…

Read More
PUISI 

DI HUTAN INSOMNIAKU

Puisi-puisi Wirja Taufan   —————————————————————————————-   DI HUTAN INSOMNIAKU   Di hutan insomniaku Aku berharap tidak menjadi sesuatu yang singkat Memeluk impianku yang basah Menjauhkan kematianku   Ada yang bergerak dalam bayangan Dimana udara dipenuhi sirene ambulan Orang-orang berlari meninggalkan detak jantungnya Mengumumkan kematianmu  

Read More
Agenda 

BERTAHAN HIDUP DI TENGAH PANDEMI

Terimbas pandemi Covid 19 kegiatan rutin tahunan Litera terhenti sejak 2019. Virus corona mematikan banyak potensi ekonomi bangsa. Di Pamulang, Tangerang Selatan, tempat LITERA bermarkas, kebangkrutan ekonomi itu tampak jelas. Di Pamulang Squara, misalnya, swalayan Giant tutup dan ratusan karyawannya tak tahu pada ke mana. Di seberang Pamulang Square, swalayan Carrefour sudah lama kembang-kempis dan tutup pada masa Covid-19.

Read More

SESEORANG DAN LANGKAH MISTERIUS ITU

Cerpen Lintang Alit Wetan ———————————————————————————-     Terdengar suara amat keras di suatu malam. Bum! Buk! Berkali-kali. Tanah bergetar hebat, hingga getarannya terasa sekali di sebuah rumah paling mewah dengan desain arsitektur loji minimalis, yang terletak di kampungku Dalang Jamid. Tidak ada desir angin bertiup, ketika mendadak seperti suara orang melangkah kedengaran lagi. Kali ini lebih keras. Jelas. Ya, mirip langkah kaki orang memakai sepatu bot. “Gedebak…Gedebug…Gedebug…Gedebug!” berulang-ulang. Seperti jejakan kaki raksasa yang melangkah berirama.

Read More
STORY 

A GUN TERROR

Short story by Ahmadun Yosi Herfanda ——————————————————————————————   Harjo, a former thug, came into my room bearing a gun. Then it struck me, why is he here? Is he going to kill me? The way he came in immediately raised my suspicion. He came in without knocking while looking me dead in the eyes with his drunken eyes, before settling down on my table and drawing his gun from underneath his jacket.   “I have to kill someone today,” he said “Who will you kill?” “You don’t have to know.…

Read More

Jidat Sang Ustad

    Cerpen Indah Noviariesta —————————————————————————————– Siapa yang tak kenal Ustad Badru Munawar yang disebut-sebut sebagai “Ustad Jenong”. Dialah seorang ustad dan penceramah yang jidatnya menonjol ke depan sekitar tiga hingga lima sentimeter. Di desa Karang Asem, tiapkali menyampaikan ceramah agama, ia begitu digemari para jamaahnya. Ketika ia mendapat giliran ceramah di malam Selasa, tak urung ratusan jamaah dari para ibu, bapak hingga anak-anak dan remaja, berkumpul dengan penuh antusias mendengarkan petuah-petuah beliau.

Read More
PUISI 

PERJALANAN TERAKHIR

Sajak-sajak Thomas Budi Santoso ——————————————————————————————   PERJALANAN TERAKHIR     pergilah engkau dari pikiranku, sayang karena pikiranku telah keruh airnya berhenti mengalir dan perahumu yang letih mulai menepi mendekati dermaga   di terik matahari musim ini kusisir benua bersamamu dengan langkah-langkah kecil sambil kukeringkan air mata   kubayangkan diriku yang mongering sesaat perjalana dimulai bagian terbaik hidupku mulai tercabik dengan luka menganga sementara kupaksa diriku mengada gelak dan canda agar kudengar nyaring tawamu yang renyah   kurakit kembali perjalanan masa lalu saat embun menetes di bibirku dan angin pagi mencumbumu…

Read More