Category Archives: Puisi Pilihan

MBOK PATMI, KEPERGIANMU TAK SIA-SIA!

Chavchay-Syaifullah-Dok-Facebook

Puisi Chavchay Syaifullah 

manusia adalah pejalan setia menuju kematian
maka tak ada manusia hidup abadi di negeri semen ini
di pegunungan di pesisir di desa di kota
kematian tak pernah memilih tempat
manusia hanya bisa memilih jalan kematiannya
ada yang memilih jalan hina
ada pula yang memilih jalan ksatria
pejalan setia di jalan-jalan panjang perjuangan
ia tahu cara memilih jalan matinya
ia tahu tak perlu ada yang ditinggal kecuali amal bakti
pejalan setia adalah manusia yang senyum
menghadapi kematiannya

Sajak-sajak Rukmi Wisnu Wardani

dani-cu-oke

Rukmi Wisnu Wardani (Dani) lahir di Jakarta. Sarjana Teknik Architecture Landscape (Fakultas Architecture Landscape dan Teknologi Lingkungan) Universitas Trisakti, ini mulai menulis sejak tahun 2000 di dunia maya. Kemudian puisinya juga dimuat di berbagai media cetak seperti Republika, Bentara Kompas, dan Media Indonesia. Sajak-sajaknya juga terhimpun dalam berbagai buku antologi puisi, antara lain Graffiti Gratitude (2000), Surat Putih 1 (2000), Cyberpuitika dalam format CD ROM (2002), Surat Putih 2 (2002), Puisi Tak Pernah Pergi (Kompas, 2003), antologi cerpen Batu Merayu Rembulan (2003), Bisikan Kata Teriakan Kota (DKJ, 2003), Sastra Senja (DKJ, 2004), Cyberpunk Les Cyberlettres (2005), Surat Putih 3 (2005), Karena Namaku Perempuan (2005), Jalan Bersama II (2008), dan buku kumpulan puisi Temu Sastra MPU (Mitra Praja Utama) 2008. Manuskrip buku kumpulan puisinya, Banyak Orang Bilang Aku Sudah Gila, masuk dalam 5 besar Komunitas Sastra Indonesia Award (2003). Hadir dan tampil di berbagai acara sastra baik dalam maupun luar negeri. Terbaru, tampil sebagai pembicara dan pembaca puisi dalam Forum Penyair ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 3 September 2016.

Puisi Kota-Kota Fikar W. Eda

fikar-w-eda

Penyair asal Aceh, Fikar W. Eda, selalu menghadirkan yang menghentak. Sebetulnya puisi-puisinya adalah bercorak naratif, yang bercerita tentang sesuatu — dalam hal ini kegelisahanna. Nah kali ini, ia berkisah tentang kota-kota di Aceh, yang dilintasi atau dikunjunginya. Ini adalah puisi terbaru penyair kelahiran Takengon pada 1966 itu.

Sajak-sajak Thomas Budi Santosa

thomas budi OKE

DI GLENEAGLES HOSPITAL

di gleneagles hospital
di operation theatre suite
aku datang padaMu
“sejak dahulu sudah
aku serahkan telinga ini
dan sekarang aku serahkan pula
telingaku, dan hidupku
sebab Engkaulah yang
empunya diriku”

Puisi Afrizal Malna

images

 

para pengungsi dalam tenda yang terlalu tenangi

aku ingin bercerita padamu

suara rendah dan hati-hati di lantai goyah

wajahku tak berani menatapmu

agar kau tidak berada dalam lampu sorot siaran berita

LK Ara: Surat dari Radio Rimba Raya

Sastrawan dan Budayawan LK Ara seperti tidak pernah kehabisan “bensin” untuk menulis. Kita bisa tiap hari menikmati karya terbarunya, terutama yang diposting di situs jejaring sosial Facebook. Energi kepenulisan tokoh kelahiran Takengon, Aceh, 12 November 1937 begitu luar biasa. Ia telah melahirkan puluhan judul buku, baik kumpulan puisi, esai, ensiklopedi, buku cerita anak, juga puisi anak. Sikapnya yang sangat santun, arif, dan mengayomi, membuat ia menjadi semacam ayah bagi para seniman muda.

Ia juga masih suka melakukan perjalanan budaya ke berbagai tempat, di dalam dan luar negeri. Sejumlah perjalanan ini antara lain  mengikuti Simposium Sastra Islam di Univ. Brunei Darussalam (1992), Festival Tradisi Lisan di TIM, Jakarta (1993), Kongres Bahasa Melayu Dunia, Kuala Lumpur (1995), Pertemuan Sastrawan Nusantara IX di Kayutanam, Sumatra Barat (1997), Pertemuan Dunia Melayu Dunia Islam, Pangkalpinang, Bangka (2003), Pertemuan Dunia Melayu Islam, Malaka, Malaysia (2004), Mengikuti Festival Kesenian Nasional (Sastra Nusantara) di Mataram NTB (2007).