Puisi-Puisi Mustiar Ar

Mustiar Ar sering dipanggil Oneh Kubu, lahir di Meulaboh, Aceh 15 April 1967, merupakan salah satu penyair Aceh Barat yang produktif. Puisi-puisinya sering dipublikasikan di Media cetak Aceh dan Medan. Beberapa dari sajaknya terkumpul dalam antologi puisi bersama, antaranya “ Nuansa Pantai Barat” (Lempa, 1993), “ Halimun Malam” (HBS Club, 1994), “ Deru pesisir” (Sanggar Sebaya, 1994), “Seulawah”(yayasan Nusantara/Pemda Aceh, 1995), dan Terakhir Dalam “ Ziarah Ombak” (La Pena, 2005). TENTANG LELAKI YNG BELUM MAU MALAM Debur ombak pantai barat Adalah degup cinta nan dicabik prahara Disepanjang pantai lhok Geudong…

Read More

Sulaiman Juned, Lelaki dari Usi Dayah

Sulaiman Juned, dilahirkan di gampong (desa) kecil Usi Dayah, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie-Aceh, 12 Mei 1965. Pernah terkenal dengan nama pena; Soel’s J. Said Oesy. Mulai menulis sejak tahun 80-an, ketika masih duduk di bangku SLTP, Soel kecil berkenalan dengan guru bidang Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di SMP Negeri 3 Takengon. Ibu guru tersebut bernama Siti Aisyah, Soel kecil di dalam buku catatan Bahasa dan Sastra Indonesianya hanya berisi puisi karyanya. Suatu ketika, sang guru meminta seluruh siswa mengumpulkan catatan Bahasa dan Sastra Indonesia, Soel mulai berkeringat dingin sebab…

Read More

Didong Modern Kuflet Tampil di Lubuk Alung

KUFLET-Lubuk Alung: Kelompok Didong Modern Komunitas Seni Kuflet tampil sebagai pembuka Seminar Nasional Paradigma Pendidikan Nasional di STKIP YDB Lubuk Alung, Sumatera Barat, Sabtu 4 Juni lalu. Mereka tampil memukau membawakan tari sekaligus sastra lisan didong dalam tiga bahasa, yakni Bahasa Gayo, Minang, dan Bahasa Indonesia. “Ini penampilan yang kesekian kali didong modern ini,” kata Sulaiman Juned, pendiri Komunitas Kuflet, kepada kuflet.com. Menurut Sulaiman, didong modern ini disajikan agar membuat didong menjadi lebih dekat dengan masyarakat mana pun. Sebab, jika hanya menyuguhkan dalam bahasa Gayo, yang menjadi bahasa asli didong,…

Read More

LK Ara: Surat dari Radio Rimba Raya

Sastrawan dan Budayawan LK Ara seperti tidak pernah kehabisan “bensin” untuk menulis. Kita bisa tiap hari menikmati karya terbarunya, terutama yang diposting di situs jejaring sosial Facebook. Energi kepenulisan tokoh kelahiran Takengon, Aceh, 12 November 1937 begitu luar biasa. Ia telah melahirkan puluhan judul buku, baik kumpulan puisi, esai, ensiklopedi, buku cerita anak, juga puisi anak. Sikapnya yang sangat santun, arif, dan mengayomi, membuat ia menjadi semacam ayah bagi para seniman muda. Ia juga masih suka melakukan perjalanan budaya ke berbagai tempat, di dalam dan luar negeri. Sejumlah perjalanan ini antara…

Read More