PESTA KURBAN

Ketika tinggal bersama Bude di kampung, saya bertetangga dengan orang berpunya yang cukup dermawan. Saya ingat betul, ketika itu saya masih SD, setiap Idul Adha, sang tetangga selalu berkurban beberapa ekor kambing. Salah satu kambing, sehabis bipotong dan dikuliti, dia biarkan tergantung terbalik di bawah pohon jeruk di halaman belakang rumahnya. Lalu dia memanggil anak-anak tetangga, termasuk saya, untuk manimati daging kambing segar itu. Anak-anak dibiarkan memilih dan mengiris sendiri daging bagian mana yang mereka sukai. Disediakan beberapa potong pisau, segepok tusuk sate, beberapa mengkuk sambal kecap, dan dua pemanggang…

Read More
CERPEN 

Wanita Tercantik

Supadilah Iskandar, cerpenis dan kritikus sastra, menjadi pengajar sastra di pedalaman Banten Selatan. Menulis cerpen di berbagai harian lokal, nasional dan media daring, di antaranya www.nu.or.id, alif.id, inilahbanten.com, Jurnal Toddoppuli, Radar Banten, Kabar Madura, Harian Haluan dan lain-lain.

Read More
ARTIKEL 

PUISI DAN DEMOKRASI

Oleh Ahmadun Yosi Herfanda, penyair dan pelayan sastra. —————————————————————————————–  Ada hubungan yang cukup signifikan antara puisi dan demokrasi. Puisi adalah mata kanan demokrasi. Ia menjadi penyeimbang ketika demokrasi  berkembang kurang sehat dan praktek politik menunjukkan kecenderungan yang menyimpang. Kiranya tidak sedang bergurau ketika John F. Kennedy, seperti dikutip Quotes.pub, mengatakan, “Ketika kekuasaan mengantar manusia pada kesombongan, puisi mengingatkannya akan keterbatasannya. Ketika kekuasaan mempersempit area pemikiran manusia, puisi mengingatkannya akan kekayaan dan keragaman eksistensi. Ketika kekuasaan korup, puisi akan membersihkannya.” Dalam pandangan mendiang presiden AS itu puisi memiliki kekuatan untuk mengingatkan…

Read More
ARTIKEL 

BENANG MERAH NILAI ISLAMI DALAM SASTRA INDONESIA

Oleh Ahmadun Yosi Herfanda, pengajar dan pelayan sastra ——————————————————————————————   Jika kita cermati dengan seksama akan kita temukan bahwa sastra Indonesia berakar pada sastra daerah. Kita akan menemukan ada benang merah nilai-nilai Islami yang jelas di dalamnya. Nilai-nilai Islami itu ada dalam sastra daerah Melayu (Riau), Jawa, Sunda, Bugis, dan daerah-daerah yang mendapat pengaruh nilai-nilai Islam dalam perkembangan kebudayaannya. Benang merah itu terlihat sejak sastra Melayu klasik masa kesultanan Aceh, dan sastra Jawa zaman kesultanan Demak, sampai pada masa sastra Indonesia kontemporer seperti terlihat pada karya-karya Sutardji Calzoum Bachri, Abdul…

Read More