Danarto: Jibril Belum Pensiun

dan

Litera.co.id (Pamulang)- “Malaikat Jibril itu belum pensiun. Jibril masih bertugas menyampaikan kabar dan berita kepada manusia. Ini menurut tafsiran saya,” begitu kata Danarto saat membuka bincang bertema “Sastra Sebagai Ibadah Kultural” di acara Tadarus Sastra Litera yang diadakan di roti bakar 88 yang terletak di bilangan komplek ruko Pamulang Permai pada hari Sabtu malam (17/6).

Sastrawan senior Indonesia yang terkenal dengan beberapa buku kumpulan cerpen seperti Godlob, Adam Ma’rifat, dan Setangkai Melati di Sayap Jibril itu mengatakan hal tersebut dengan berdasar pada surat Al Mukmin ayat 15 yang berbunyi:

 

“(Dia-lah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, yang memiliki Arsy, yang menurunkan wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang dia kehendaki diantara hamba-hamba-Nya, agar memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat).”

 

Bagi Danarto, Jibril tentu masih memberi berita pada manusia atau hamba-hamba yang dikehendaki Allah. Danarto memisalkan bahwa jika banyak ulama yang mampu menulis kitab yang tidak semata tebal tapi juga banyak memuat persoalan umat dan kehidupan yang begitu komplek, sangat mungkin ulama tersebut mendapat bisikan dari Jibril atas kehendak Allah.

Begitun juga dengan para pujangga terdahulu semacam Rabiah Al Adawiyah, Abu Yazid Al Busthami, Junaid Al Baghdadi, Ibnu Arabi, Fariduddin Athar dll yang memiliki kedekatan pada Allah. Suara mereka adalah suara batin yang penuh cinta.

“Hanya saja saat ini terjadi kemerosotan. Teks Alquran juga dimaknai secara kaku dan menjadi stagnant. Puisi religius juga seakan berbicara hanya Tuhan dan terlepas dari persoalan kemanusiaan. Padahal ya sosial, politik, ekonomi, dll itu ya sastra religius. Nah di sini sastrawan bisa memainkankan peran agar sastra bisa sebagai suatu ibadah kultural,” lanjut Danarto, sastrawan yang juga dikenal sebagai pelukis dan perupa tersebut. (Mahrus Prihany)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *