Chavchay Syaifullah: Literasi adalah Gerakan Rasionalisme

sambutan chavchay

Tangsel (Litera.co.id)- Ketua Dewan Kesenian Banten (DKB), Cahvchay Syaifullah mengatakan jika literasi bukanlah sekadar persoalan baca dan tulis. Chavchay menyampaikan hal tersebut saat memberi sambutan di acara pembukaan Festival Literasi Tangserang Selatan (FLT) yang digelar di Kandang Jurank Doank (KJD) pada hari Sabtu 4/11.

“Literasi adalah sebuah gerakan rasionalisme dengan basis literer. Literasi adalah sebuah pendekatan yang berbasis pada metodologi dan ilmiah,” tegas Chavchay dalam sambutannya. Ketua DKB tersebut merasa bingung jika literasi kemudian hanya dikaitkan baca dan tulis yang kemudian dikonsruksikan dengan penyediaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Menurut Chavchay sangat disayangkan jika pemerintah mengalokasikan begitu banyak dana untuk TBM-TBM dengan dalih sebagai penggiatan literasi.

“Manusia literer akan mendekatkan dirinya dengan suatu hal yang bersifat pengetahuan dan ilmiah. Manusia literer mendekati buku seperti mendekati kehidupan itu sendiri,” lanjut Chavchay. Penyair dan juga musisi ini menegaskan jika literasi adalah suatu masa atau fase yang mengakhiri suatu fase yang disebut mitologi. Dulu manusia hidup dengan mitos-mitos lalu lahirlah manusia literer semacam Socrates, Plato, dan Aristoteles hingga muncul gerakan yang disebut Rasionalisme yang diusung oleh filsuf Prancis Rene Descartes abad 17 dengan diktum terkenalnya “Cogito Ergo Sum.”

Chavchay sangat menginginkan agar event FLT tidak disorientatif yang dipahami dengan perspektif sempit seperti yang lainnya yang memandang persoalan literasi hanya semata baca dan tulis, tapi benar-benar mampu melahirkan manusia literer.

“Literasi adalah hal yang menggaungkan ide dan argumentasi,” tegas Chavchay kembali. Baginya literasi akan melahirkan manusia literer. Lanjut Chavchay lagi bahwa Tan Malaka dalam keterasingannya mampu melahirkan gagasan dan perubahan besar, begitu juga manusia literer lainnya seperti H. Agus Salim dan Soekarno.

“Republik ini hanya membutuhkan sedikit saja manusia literer yang mampu menjadikan bangsa ini besar, bukan banyak anggaran besar yang sesungguhnya foya-foya,” tutup Chavchay.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *