CERPEN 

OMBAK BERDANSA DI LIQUISA

Cerpen Ahmadun Yosi Herfanda ———————————————————————————– Ombak berdansa Liquisa. Deburnya menari dalam gemuruh hujan yang mengguyur pepohonan di sepanjang pesisir. Dan, dalam cuaca dingin malam Minggu berkabut, di dalam sebuah gedung sederhana di tepi pantai, orang-orang berdansa dalam hentakan musik disko. “Ayo! Kalau tidak berdansa kau belum ke Liquisa,” seorang lelaki berkata sambil menarik tangan perempuan yang duduk di depan bar. Perempuan itu bergeming di tempat duduknya. Ia menggeleng di keremangan. Lelaki itu melotot. Matanya menyala dalam remang cahaya lampu. Rambutnya yang berombak seperti berdirian tiba-tiba. Perempuan yang dipanggil Armila itu…

Read More
PUISI 

DI HUTAN IMSOMNIAKU

Puisi-puisi Wirja Taufan   —————————————————————————————-   DI HUTAN INSOMNIAKU   Di hutan insomniaku Aku berharap tidak menjadi sesuatu yang singkat Memeluk impianku yang basah Menjauhkan kematianku   Ada yang bergerak dalam bayangan Dimana udara dipenuhi sirene ambulan Orang-orang berlari meninggalkan detak jantungnya Mengumumkan kematianmu  

Read More
AYH'S CORNER 

BERTAHAN HIDUP DI TENGAH PANDEMI

Terimbas pandemi Covid 19 kegiatan rutin tahunan Litera terhenti sejak 2019. Virus corona mematikan banyak potensi ekonomi bangsa. Di Pamulang, Tangerang Selatan, tempat LITERA bermarkas, kebangkrutan ekonomi itu tampak jelas. Di Pamulang Squara, misalnya, swalayan Giant tutup dan ratusan karyawannya tak tahu pada ke mana. Di seberang Pamulang Square, swalayan Carrefour sudah lama kembang-kempis dan tutup pada masa Covid-19.

Read More
KRITIK 

MENGUNGKAP RAHASIA SUFISTIK DALAM SAJAK

Oleh Ahmadun Yosi Herfanda, pengajar dan pelayan sastra —————————————————————————————-   Religiusitas selalu menyertai kehidupan puisi Nusantara sejak dulu hingga kini. Religiusitas itu dapat kita temukan pada puisi-puisi Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand Selatan yang masih kuat jejak Islamnya. Inti dari religiusitas itu, yang paling terasa, adalah nilai-nilai tasawuf atau sufisme. Dalam khasanah sastra Indonesia pengaruh tasawuf sudah mulai terlihat sejak masa sastra Melayu klasik pada akhir abad ke-16 Masehi. Sastra Melayu klasik pengaruh Islam pada masa itu selain ditandai dengan munculnya berbagai hikayat para nabi dan pahlawan Islam, juga…

Read More
CERPEN 

SESEORANG DAN LANGKAH MISTERIUS ITU

Cerpen Lintang Alit Wetan ———————————————————————————-     Terdengar suara amat keras di suatu malam. Bum! Buk! Berkali-kali. Tanah bergetar hebat, hingga getarannya terasa sekali di sebuah rumah paling mewah dengan desain arsitektur loji minimalis, yang terletak di kampungku Dalang Jamid. Tidak ada desir angin bertiup, ketika mendadak seperti suara orang melangkah kedengaran lagi. Kali ini lebih keras. Jelas. Ya, mirip langkah kaki orang memakai sepatu bot. “Gedebak…Gedebug…Gedebug…Gedebug!” berulang-ulang. Seperti jejakan kaki raksasa yang melangkah berirama.

Read More
STORY 

A GUN TERROR

Short story by Ahmadun Yosi Herfanda ——————————————————————————————   Harjo, a former thug, came into my room bearing a gun. Then it struck me, why is he here? Is he going to kill me? The way he came in immediately raised my suspicion. He came in without knocking while looking me dead in the eyes with his drunken eyes, before settling down on my table and drawing his gun from underneath his jacket.   “I have to kill someone today,” he said “Who will you kill?” “You don’t have to know.…

Read More
CERPEN 

Jidat Sang Ustad

    Cerpen Indah Noviariesta —————————————————————————————– Siapa yang tak kenal Ustad Badru Munawar yang disebut-sebut sebagai “Ustad Jenong”. Dialah seorang ustad dan penceramah yang jidatnya menonjol ke depan sekitar tiga hingga lima sentimeter. Di desa Karang Asem, tiapkali menyampaikan ceramah agama, ia begitu digemari para jamaahnya. Ketika ia mendapat giliran ceramah di malam Selasa, tak urung ratusan jamaah dari para ibu, bapak hingga anak-anak dan remaja, berkumpul dengan penuh antusias mendengarkan petuah-petuah beliau.

Read More
PUISI 

PERJALANAN TERAKHIR

Sajak-sajak Thomas Budi Santoso ——————————————————————————————   PERJALANAN TERAKHIR     pergilah engkau dari pikiranku, sayang karena pikiranku telah keruh airnya berhenti mengalir dan perahumu yang letih mulai menepi mendekati dermaga   di terik matahari musim ini kusisir benua bersamamu dengan langkah-langkah kecil sambil kukeringkan air mata   kubayangkan diriku yang mongering sesaat perjalana dimulai bagian terbaik hidupku mulai tercabik dengan luka menganga sementara kupaksa diriku mengada gelak dan canda agar kudengar nyaring tawamu yang renyah   kurakit kembali perjalanan masa lalu saat embun menetes di bibirku dan angin pagi mencumbumu…

Read More
ESAI 

Sastrawan dan Martabat Karya Sastra

Oleh Irawaty Nusa, cerpenis dan peneliti sejarah —————————————————————————————— Kita memahami, bahwa dengan keagungan karya sastra, suatu bangsa dan negara mampu menciptakan jembatan yang membawa mereka ke dalam percaturan sejarah, yang bukan semata-mata urusan sandang dan pangan. Tapi yang lebih utama adalah nilai-nilai manusia Indonesia bersama kualitas kemanusiaan, yang meliputi impian dan harapan tentang keadilan, pergaulan hidup yang baik, dan bukan hanya retorika omongan semata.

Read More