Category Archives: puisi

Puisi-puisi Laras Sekar Seruni

laras sekar

Laras Sekar Seruni, lahir pada tahun 1995. Karya-karyanya terangkum dalam antologi bersama dan tersebar di media massa. Penulis merupakan pegiat Komunitas Sastra Rusabesi. Buku tunggalnya berjudul Bincang di Bawah Bintang, Rembulan, dan Hujan terbit tahun 2017. Kini tinggal dan bergiat di kota Tangerang Selatan.

Puisi-puisi Surya Gemilang

Foto - Surya Gemilang-1

Surya Gemilang, lahir di Denpasar, 21 Maret 1998. Buku pertamanya adalah antologi cerpen tunggal berjudul Mengejar Bintang Jatuh (2015). Kumpulan puisi Cara Mencintai Monster (2017) adalah buku keduanya. Karya-karya tulisnya yang lain dapat dijumpai di lebih dari sepuluh antologi bersama dan sejumlah media massa, seperti: Kompas, Suara NTB, Bali Post, Riau Pos, Rakyat Sumbar, Medan Bisnis, Basabasi.co, Litera, Tatkala.co, dan lain-lain. Kini tinggal dan bergiat di Renon Denpasar, Bali.

Puisi-puisi Salim Ma’ruf

New Picture (5)

Salim Ma’ruf, seorang Mahasiswa tingkat akhir yang berdomisili di Martapura. Bergiat di Sanggar Ar-rumi Institut Agama Islam Darussalam Martapura dan Kindai Seni Kreatif Banjarbaru Kalimantan Selatan. Puisinya tersiar di berbagai antologi bersama, di antaranya: 6,5 SR Luka Pidie Jaya (2017), Menembus Kegelapan Menggapai Kerinduan(2017), Maumang Makna di Huma Aksara (2017), The First Drop Of Rain (2017), Ungkapan Cinta (2018) serta di Linikini.id, Nusantaranews.co, Majalah Simalaba, dan Qureta.com.

Puisi-puisi Budi Setiawan

Budi Temanggung

Budi Setiawan, tinggal di Temanggung Jawa Tengah. Alumni Universitas Muhammadiyah Magelang jurusan ekonomi manajemen, bergiat di komunitas seni Turonggo Setro. Beberapa puisinya termaktub dalam antologi bersama di antaranya 100 Puisi Qurani (2016), Puisi Untuk Indonesia (2017), Sajak Untuk Saudaraku (2017) dan 100 sajak untuk Gus Dur (2018).

Puisi-puisi Rifky Raya

rifkyraya-1

Rifky Raya, lahir di Sumenep, Pulau Madura, Jatim, 15 April 1993. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni (STITA), Tarate Pandian Sumenep. Alumnus Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa. Tulisan-tulisannya dimuat beberapa media lokal dan nasional. Juga dalam antologi bersama, Ketam Ladam Rumah Ingatan (LSS Reboeng, Jakarta, 2016), Lubang Kata (2017), The First Drop Of Rain (2017), dll. Selama di pesantren, aktif di Sanggar Pangeran (2007-2011), Sanggar Andalas (2010-2011), Teater Kotemang (2008-2011). Saat ini aktif menulis dan berkesenian di Komunitas Pelar sekaligus aktivis di Padepokan Bintang Sembilan.

Puisi-puisi Zainul Alim

New Picture (5)

Zainul Alim, kelahiran Bangkalan, Madura. Aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Nanggala. Sedang menempuh pendidikan S1 di jurusan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya, Universitas Trunojoyo Madura. Karyanya dalam bentuk cerpen dan artikel kebahasaan pernah dimuat di beberapa majalah pesantren. Karyanya juga tergabung dalam antologi cerpen dan puisi Tirai Kebisuan (2014).

Puisi-puisi Isnadi

13645114_1122269927839888_6963942012914766224_n

Isnadi, lahir di Nganjuk, Jawa Timur pada 10 Juni 1971. Buku kumpulan puisi Tetirah, Cermin, Merupa Tanah di Ujung Timur Jawa. Menerjemahkan novel Sula karya Toni Morison, Galilo and The Magic Number karya Sidney Rosen, Alice Adventures Underground karya Lewis Carrol. Novelnya berjudul Mata Ibu diterbitkan penerbit Pagan Press, 2015.

Puisi-puisi Deni Puja Pranata

New Picture (4)

Deni Puja Pranata, kelahiran Sumenep, Madura. Menyelesaikan Studinya di jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya, Universitas Trunojoyo Madura. Karyanya tergabung dalam antologi bersama Memo untuk Presiden (2014). Antologi Jalan Bersama (Yayasan Panggung Melayu 2014). Antologi Wakil Rakyat (2013). Antologi puisi bahasa Madura JHIMAT (Disparbud Sumenep 2014). Antologi Nyanyian Para Pecinta (Ganding Pustaka 2015). Antologi Memo Anti Terorisme (Forum Sastra Surakarta 2016). Antologi Laut Kenangan (UKM Nanggala Universitas Trunojoyo Madura, TANKALI 2017), dan Antologi Indonesia 2030 (Jejak Publihser 2017).

Puisi Encep Abdullah

encep

Encep Abdullah, berkomunitas di Kubah Budaya. Karyanya dalam bentuk cerpen dan artikel kebahasaan pernah dimuat di media lokal dan nasional. Buku puisinya yang sudah terbit Tuhan dalam Tahun (2014). Berprofesi sebagai guru di Sekolah Menengah di Serang, Banten. Mendapat penghargaan sastra oleh Dewan Kesenian Banten (DKB) pada tahun 2017 dalam kategori anak muda penggerak sastra.

Puisi-puisi Willy Ana

willy ana

Willy Ana, lahir di Bengkulu, 29 September 1981. Buku kumpulan puisinya yang telah terbit adalah  Aku Berhak Bahagia (2016), Tabot Aku Bengkulu (2016) dan Petuah Kampung (2017). Puisi Willy dimuat di sejumlah media, antara lain Amanah, Riau PosKoran Tempo dan Indopos. Salah satu puisinyamasuk menjadi nomine Litera Award 2017. Sebagian puisi lainnya terhimpun di beberapa antologi puisi bersama seperti Antologi Puisi Kopi 1.550 Mdpl (2016), 6,5 SR Luka Pidie Jaya (2017),  Nyanyian Puisi untuk Ane Matahari (2017) dan Ziarah Sunyi (2017).