PERISTIWA 

SELAMAT JALAN, BUDI DARMA

Satra Indonesia lagi-lagi kehilangan tokohnya. Sastrawan ternama, Budi Darma, tutup usia di Rumah Sakit Islam (RSI) A.Yani, Wonokromo, Surabaya, dalam usia 84 tahun. Almarhum dilahirkan d Rembang, 25 April 1937, dan meninggal, pada Sabtu 21 Agustus 2021, sekitar pukul 06.00 WIB. Sebelumnya, dunia sastra kehilangan penyair Diah Hadaning yang meninggal pada 1 Agustus 2021 dalam usia 81 tahun. Pada 22 April  2021 sastrawan Radhar Panca Dahana juga meninggal karena sakit. Sebelum kedua penyair tersebut, dunia sastra kehilangan Umbu Landu Paranggi, yang meninggal dunia, Selasa, 6 April 202l, di RS Bali. Presiden…

Read More
STORY 

A TRAMP IN A LITTLE MOSQUE

Short Story by Ahmadun Yosi Herfanda —————————————————————————————–    If you ever had time to go down the concrete stairs in on the south side of the Afandi Museum and go into the residence area in Gajahwong River, you would stumble upon a little mosque at the end of the narrow and steep alley. There is nothing special about his mosque, except for the old moss covered roof, and its speaker that was held high with a branch of bamboo. If you knew what actually happened in this old mosque and…

Read More
POEM 

POEM OF CHRYSALIS

  Poems by Ahmadun Yosi Herfanda ————————————————————————————–       for centuries i get lost trapped inside my own substance i flounder like a bat in vain searching for your sun thousands of worms cry of hunger in me   rise up, o chrysalis of the soul open your wings and fly toward me your voice shivers in the chamber of the heart alluring my worm to fly into your fire yet still he sulks bringing me into empty chambers “if you want god, seek me,” he says i dwell…

Read More
PERISTIWA 

SATUPENA, BERBENAH DARI KONFLIK

JAKARTA (Litera)–Para penulis yang tergabung dalam Persatuan Penulis Indonesia Satupena terus berbenah untuk menentukan langkah-langkah yang lebih strategis bagi kemajuan perkumpulan. Menurut siaran pers yang diterima Litera, ratusan anggota telah mengikuti jalannya Rapat Luar Biasa Anggota (RLBA) pada Minggu (8/8/2021) dengan agenda utama memilih badan pengurus yang telah ditetapkan berbentuk kolektif kolegial. Kegiatan lain yang digelar secara zoom adalah Webinar Satupena #1 pada 15 Agustus dan Webinar Satupena #2 pada 22 Agustus 2021 dengan tema “Penulis, Penghargaan,  dan Marwahnya”. Antara lain, menampilkan Goenawan Mohamad, Eka Kurniawan, dan Linda Cristanty, dengan…

Read More
PERISTIWA 

KONFLIK SATUPENA, SUATU KLARIFIKASI

Oleh  Kanti W. Janis, advokat dan Sekjen Satupena 2017-2021 ————————————————————————————– Sebagai salah satu Sekretaris Jenderal Persatuan Penulis Indonesia disingkat SATUPENA bersama Dr. Mikke Susanto periode 2017-2021, saya menyatakan sebenar-benarnya bahwa tidak pernah ada usaha kudeta atau perebutan kekuasaan atas kepemimpinan Dr. Nasir Tamara. Sebaliknya, saya justru melihat ada pihak-pihak luar yang berusaha memecah persatuan para penulis di Satupena. Pihak (atau pihak-pihak) ini menggandeng banyak nama besar, lalu mengecilkan keberadaan para pengurus dan anggota yang telah di dalam Satupena sejak kongres Solo 2017. Kemudian pihak ini menyebarkan isu bahwa Mikke Susanto…

Read More
ESAI 

MENGENANG DIHA, PENYAIR “REKOR MURI”

  Dunia sastra kehilangan satu tokohnya lagi. Sosok yang dianggap sebagai ibu penyair Indonesia, peraih Rekor Muri 2010, Diah Hadaning (Diha), meninggal dunia pada 1 Agustus 2021. Penyair ini lahir di Kota Kartini Jepara, tahun 1940, dan wafat dalam usia 81 tahun. Selama hidupnya, Diha sangat produktif menulis puisi (Indonesia dan Jawa) serta artikel sastra. Selain itu, juga aktif sebagai juri cipta dan baca puisi serta sebagai pembicara berbagai seminar sastra. Beberapa penghargaan sastra juga telah diraihnya, antara lain pemegang Rekor Muri 2010 dan Pemenang Anugerah Puisi Putera Gapena 1982.…

Read More
ESAI 

REAKTUALISASI FITRAH RELIGIUS SASTRA

Esai Ahmadun Yosi Herfanda, pelayan sastra                                                  ——————————————————————————————   Sampai hari ini belum ada definisi yang paling pas tentang religiusitas selain semangat untuk setia pada hati nurani, serta sifat-sifat dan kehendak Yang Maha Agung. Dan, demikianlah sastra religius, adalah sastra yang memancarkan semangat religiusitas tersebut. Semangat religius adalah semangat sastra yang paling fitrah (hakiki). Sebab,  seperti diyakini oleh Iqbal dan kalangan penyair sufi — juga ditegaskan oleh Mangunwidjaja dalam Sastra dan Religiusitas (1981) — pada mulanya segala sastra adalah religius. Karena itu, religiusitas dapat dianggap sebagai fitrah sastra. Berdasarkan tesis…

Read More
ESAI 

SASTRA DAN KEGILAAN MENEKUNI BAHASA

Oleh Supadilah Iskandar, cerpenis dan pengajar ————————————————————————————– Dalam novel-novel karya Iwan Simatupang nampak jelas penggambaran dirinya yang terlalu masuk ke dalam arus eksistensialisme Barat, tentang manusia-manusia yang kesepian, kesendirian, keterasingan, yang merasa bahwa seluruh aspek kehidupan manusia hanyalah siklus benang kusut, amoral, nisbi, tanpa pegangan kepercayaan hingga cenderung areligius. Tetapi, pengertian “areligius” ini janganlah diartikan sebagai “anti-religi” ataupun “anti-moral”. Mereka sebenarnya terombang-ambing dalam pemikiran dan kesadaran bahwa “Tuhan telah mati”. Namun paling tidak, yang dipersoalkan oleh mereka hanyalah suatu pemberian fungsi tentang agama dan Tuhan.

Read More
PUISI 

Menangkap Angin

Puisi-puisi Joni Hendri ——————————————————————————————   Kota Dipenuhi Tikus   Sebelum tamat! Maka, tikus tak akan pulang, hidup sedang singkat dan seksi terus berkeliaran dalam kepala.   Kutukan berlari ke waktu, ia berjalan sendiri hampir mati, menggigit dinding-dinding meremukkan kantor berhias itu.

Read More