CERPEN 

Ibu Bermimpi, Bapak Terbang

Cerpen Mahwi Air Tawar ____________________________________________________________________ Pada hitungan hari keseribu sejak bapak meninggal, ibu bermimpi, bapakku bangkit dari kubur dan terbang ke arah tenggara. Sanak kerabat dan tetangga yang ketika itu sedang berdoa bersama terkesima. Mereka tak melihat secara kasat mata apa yang ibu lihat dalam mimpinya, tapi merasakan hembusan angin yang tiba-tiba. Di antara mereka yang segera menggeser posisi duduknya, lebih dekat dan lekat dengan paha orang di sebelahnya. 

Read More
PUISI 

SAVE PALESTINA

GEMERETAK KEPALKU BERDIRI DI SAMPINGMU _____________________________________________________ Sekali kuingat engkau, Palestina. Gemeretak kepalku berdiri di sampingmu. Lagu surgawi engkau dendangkan. Percuma bersambut salak senapan. Bom pun meledak menggenapkan catatan. Siapakah berkhianat di belakangmu. Melangkah lindap menusuk dadamu. Seribu mimpi pun runtuh ke bumi. Seribu hati membatu dalam sangsi.

Read More
PUISI 

AIR MATA IBU DI SAAT HUJAN MALAM

Sajak-sajak Nanang Suryadi ______________________________________________________   Di SAAT HUJAN   di saat hujan aku teringat penyair yang membenci hujan dan bulan di dalam puisi. karena lampu-lampu kota telah menyingkirkannya jauh ke kampung ingatan selepas hujan aku bertanya: sehitam itukah kotoran yang menumpuk mengendap di dasar-dasar sungai, hingga sehari hujan tak sanggup melarutkannya? Bandung, 2015  

Read More
PERISTIWA 

Kongres Bahasa Indonesia XII Hasilkan Enam Kesimpulan dan Empat Rekomendasi

Jakarta (litera) — Mendikbudristek Dr Nadiem Anwar Makarim, didampingin Kepala Badan Bahasa Prof E Aminudin Aziz PhD, membuka Kongres Bahasa Indonesia (KBI) XII yang berlangsung pada 25—28 Oktober 2023, di Hotel Sultan Jakarta. Perhelatan lima tahunan ini diisi seminar dengan berbagai topik menartik, pentas  seni, musik, pameran, pemberian penghargaan, antara lain kepada Ebiet G Ade, serta baca puisi oleh Godi Suwarna, Iman Soleh, dan Nasruddin Anshory.

Read More
ESAI 

REFLEKSI 25 TAHUN PERTEMUAN PENYAIR NUSANTARA

  Oleh Ahmadun Yosi Herfanda, pemred Litera ______________________________________________________   PPN bermula sekitar 25 tahun yang lalu di kota Medan. Sekitar 50 penyair dari lima negara di kawasan Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Thailand) berkumpul di sebuah hotel, diprakarsai oleh Laboratorium Sastra Medan. Melalui puisi kita saling mengenali, saling memahami, saling mengapresiasi, dan tiba-tiba pertemuan terasa menjadi penting, dan harus dilanjutkan ke tahun berikutnya.

Read More