Sedikit Tentang Temu Penyair 8 Negara

Banda-Aceh

Ada dua hal yang memang tak diagendakan oleh penggagas temu penyair 8 negara. Pertama: menerbitkan antologi puisi peserta temu penyair 8 negara. Kedua: membuat rekomendasi untuk pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Hal ini sudah dipikirkan sejak awal. Alasannya: menerbitkan antologi puisi memerlukan biaya besar sedangkan dana yang tersedia tidak memadai. Jadi penggagas mensiasati dengan peluncuran buku puisi peserta Temu Penyair 8 Negara yang hingga satu hari menjelang pembukaan yang mengirim kan kulit buku mencapai 28 buku dari 26 peserta launching buku. Dua peserta yaitu Prof Siti Zainon Ismail dari Malaysia meluncurkan 2 buku puisi dan bapak DR Ibnu Wahyudi dari Universitas Indonesia 2 judul buku puisi. Kedua, membuat rekomendasi. Penggagas temu penyair memang tidak berniat membuat rekomendasi apa pun. Terlalu banyak rekomendasi yang mati bahkan jasadnya tak ditemukan lagidi laci dan kami tak ingin mengulangi lagi.

Dari materi acara yang kami rancangkan Alhamdulillah sudah terlaksana sesuai harapan kami. Acara pembukaan dilanjutkan peluncuran buku yang dikemas dengan audiovisual, pembacaan puisi mewakili negara berjalan lancar. Sesi seminar dan bedah buku juga berjalan sesuai rencana. Malam apresiasi puisi sangat dinikmati peserta. Apalagi saat ziarah budaya, baca puisi pantai dan malam penutupan. Acara yang padat dan kami yakin sangat melelahkan itu kami rasa tentu tidak sekedar basa-basi atau sekedar silaturahmi halal BI halal setelah lebaran. Karena di dalam halal bi halal tak ada kerja intelektual membandingkan karya sastra, membicarakan karya sastra dari negara yang berbeda, juga tak ada forum bedah buku yang menjurus kepada kritik sastra.

Sebuah hajat besar yang ditangani oleh tim sangat ramping, temu penyair 8 negara tak lepas dari kekurangan. Dan bagi mereka yang memang memposisikan diri mencari kekurangan dan kelebihan kami ucapkan terimakasih yang tak terhingga. Segala cacat cela biarlah hanya milik kami panitia. Segala kelebihan dan kebaikan biarlah menjadi milik negeri ini, negeri Serambi.

Izinkan kami penggagas temu penyair 8 negara untuk berterimakasih kepada semua peserta pertemuan yang telah bersusah payah hadir ke acara ini. Khusus kepada 26 penyair yang menyertakan buku puisinya untuk diluncurkan, 9 pemakalah dari Meksiko, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, universitas Indonesia, universitas Negeri Yogyakarta, dan dari Universitas Syiah Kuala. Kepada 7 pembedah buku yang berasal dari Malaysia, Jakarta, Riau, Terimakasih atas kerjasamanya.

Harapan kami, 7 buku puisi penyair Aceh yang diluncurkan dari 28 judul buku puisi peserta temu penyair 8 negara pada 15 Juli 2016 di Anjong Mon Mata akan menjadi mata air yang bersih dan bening pemuas dahaga penikmat sastra di Aceh dan dunia. 3 buku penyair Aceh dari 7 buku yang dibedah akan menjadi tolok ukur bagaimana karya penyair Aceh layak dibincangkan ditingkat dunia.
Amin ya Allah.

Penggagas Temu Penyair 8 Negara
D Kemalawati Helmi Hass.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *