DKD Deklarasikan Hari Panggung Budaya Depok

14238328_1412857738729102_1680632372933702381_n

Litera (Depok)– Dewan Kesenian Depok (DKD) deklarasikan tanggal 9 September sebagai hari “Panggung Budaya Depok.” Deklarasi ini dilakukan di acara ‘Panggung Budaya Depok” yang digelar tadi malam, Senin 12/9. Acara deklarasi tadi malam sekaligus peluncuran yang menandai bahwa hari “Panggung Budaya Depok” telah dimulai tahun ini sebagai hari “Panggung Budaya Depok” yang pertama.

Hadir para seniman dan budayawan DKD beserta para budayawan Depok lainnya seperti Komunitas Seniman Depok (Komando) juga seniman tradisional Depok lain beserta para undangan. Pemilihan tanggal 9 September sebagai hari “Panggung Budaya Depok” didasarkan pada hari lahir Nuroji yang merupakan ketua umum DKD Depok dan seorang tokoh seni Depok yang selalu konsisten mengembangkan kemajuan seni dan budaya di Depok.

Acara yang dimulai pkl 20.00 dan dihadiri puluhan seniman Depok dan dibuka oleh sekjen DKD, Puguh Warudju. Dalam pembukaan dan sambutannya Puguh Warudju mengatakan bahwa Depok sebagai salah satu kota seni memang harus memilki hari khusus di mana para seniman dan budayawan bisa saling bersilaturahmi dan berekspresi.

Ketua harian DKD, Asridzal Nur menyambut baik jika tanggal 9 September dijadikan hari “Panggung Budaya Depok.”

“Ini adalah sebagai penghargaan seniman pada bapak Nuroji yang merupakan tokoh kesenian Depok. Selain itu saya berharap dengan adanya hari panggung budaya Depok, kita akan memiliki event tahunan dalam hal seni dan budaya,” lanjut Asridzal Nur. Penyair yang begitu ekspresif di panggung itu juga menambahkan bahwa Depok sesungguhnya adalah kota ke-lima sebagai pusat budaya di Indonesia setelah Denpasar, Jakarta, Jogjakarta, dan Bandung. Depok bahkan memilki lebih banyak seniman dan budayawan jika dibanding Bandung.

Sementara dalam sambutannya, ketua umum DKD Nuroji mengatakan jika ia ingin memperjuangkan nasib seniman Depok dan mengharap para seniman yang tergabung di DKD tidak mengambil job untuk kepentingan pribadi tapi lebih mengedepankan seniman Depok secara umum. Nuroji menambahkan jika DKD juga telah bisa diterima keberadaannya oleh walikota.

“Walikota Depok telah bisa bersikap lebih baik dan hangat juga telah bisa menerima keberadaan saya sebagai ketua umum DKD,” lanjut lelaki yang lahir pada tanggal 9 September dan juga seorang anggota DPR RI ini.

Joko Dewo dari Komando menyatakan jika ia juga bergembira jika DKD bisa berbuat maksimal untuk kemajuan seni dan budaya di depok.

“Komando dibentuk pada tanggal 9 Maret tahun ini karena melihat tidak ada perkembangan seni yang cukup signifikan di Depok. Sampai saat itu, peran DKD juga belum berjalan maksimal. Kehadiran Komando bukan untuk menjadi sekat tapi juga untuk mendorong kemajuan seni di Depok.

Acara kemudian dilanjutkan dengan potong tumpeng oleh Nuroji. Para undangan pun menikmati nasi tumpeng dan jajanan tradisional lain. Para seniman juga lalu menyajikan pentas seperti pembacaan puisi, menyanyi, menari dan bermain gambang kromong.

Acara yang sedianya akan digelar pada hari jumat tanggal 9 September lalu karena bertepatan dengan hari lahir Nuroji tepaksa mundur dikarenakan satu dan lain hal. Tapi kesemarakan acara tadi malam tetap terlihat. Bahkan lewat tengah malam, saat panggung telah kosong karena alat-alat musik dan perangkat panggung telah diturunkan, masih terlihat Jefri Sumampow mengiringi teman-teman pengurus DKD lain menyanyi dan menari. Warung Betawi Koempoel tempat acara berlangsung tadi malam seakan menjadi saksi kebangkitan semangat para seniman untuk bisa berbuat lebih banyak untuk kemajuan seni dan budaya Depok. (Mahrus Prihany)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *