Sastrawan Tangsel Rayakan HPI

20668265_1786792554668950_2119630066_n

Tangsel (litera.co.id)- Beberapa komunitas sastra di Tangerang Selatan rayakan HPI 2017 yang diadakan di kampung konservasi Caping Biru, Ciater pada hari Sabtu (5/8). Acara tersebut diprakarsai oleh Dewan Kesenian Tangerang Selatan (DKTS), Komunitas Sastra Indonesia (KSI) Tangsel, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia orda Tangsel, Akademi Bambu Nusantara (ABN), Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) dan Saung Sastra Tangerang meski kemudian teman- teman dari Saung Sastra batal hadir.

Acara dimulai pada pkl 16.00 dan dipandu oleh pemandu acara Agam Pamungkas, mantan ketua DKTS. Nampak sebelum acara dimulai telah banyak rekan yang hadir seperti rekan-rekan mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM), mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah dan rekan-rekan dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Hadir pula beberapa pejabat Tangsel seperti Teddy Meiyadi (ASDA 3), Edi Wahyu (Kabag Kesra), Hartono Warsito (penasehat Himpunan Sarjana Syariah Indonesia Tangsel), Nurdin (ketua HISSI), dan Uten Sutendy (presiden Tangsel Club). Pemandu acara bahkan meminta mereka untuk membaca puisi di atas panggung yang cukup lebar, berukuran 6×6 meter. Panggung ini terkadang digunakan juga sebagai panggung terbuka jika ada acara pesta pernikahan.

Sekitar 50 pengunjung yang hadir di acara yang digelar di kampung konservasi yang juga diperuntukkan untuk kegiatan dan pembelajaran terhadap alam tersebut membaca puisi malam itu. Ini adalah acara kedua yang digelar oleh rekan-rekan pecinta seni Tangerang Selatan dalam rangka memeriahkan Hari Puisi Indonesia (HPI). Sebelumnya acara digelar pada dua pekan lalu di Pamulang.

Antusiasme pengunjung sangat terlihat besar saat mereka membaca puisi di atas panggung. Harun, Iman Sembada, Cut Hani Bustanova, Eko Cahyo Widianto, Mahrus Prihany, juga beberapa rekan dari komite-komite DKTS, dan yang lainnya yang membaca puisi bisa bebas mengekspresikan pembacaan puisi karena panggung dan lokasi yang begitu lapang. Hanya saja belum ada standing microphone tersedia hingga bagi sebagian teman cukup mengganggu penampilan.

Acara sempat dihentikan sementara saat terdengar adzan maghrib dan kemudian dilanjutkan lagi hingga pkl 20.00. H. Shobir Poer (ketua DKTS) yang tampil membawakan musikalisasi puisi tampil menghentak dengan didampingi Dzevitha. Acara kemudian ditutup dengan orasi oleh Kusen, ketua komite sastra DKTS.

Pada sambutan penutupnya, H.Shobir Poer menghimbau teman-teman pecinta seni untuk tetap bersemangat menggalakkan acara-acara seni dan sastra.

“Kita sebenarnya banyak memiliki tempat untuk menggelar acara. Salah satunya adalah kampung konservasi Caping Biru ini. Dan kita harus bersyukur karena bapak Gusri Effendi selaku pemilik tempat ini telah membuka tempat ini lebar-lebar untuk teman-teman yang ingin menggelar acara di sini,” terang ketua DKTS tersebut. Selain itu ketua DKTS yang sering disapa HSP ini mengucapkan terima kasihnya pada para pejabat Tangsel yang mulai banyak mendukung aktivitas seni dan sastra.

Pada kesempatan penutup, tuan rumah Gusri Effendi yang juga ketua PHRI Tangsel menegaskan jika dirinya sangat mendukung dan senang jika tempatnya digunakan acara-acara serupa.

“Jika perlu, teman-teman sastrawan bikinlah event sastra besar untuk memeriahkan hari kemerdekaan ini,” tegas Gusri. Meski acara telah ditutup pada pkl 20.00, banyak teman masih terlihat berbincang-bincang hingga lebih pkl 21.00.

(Mahrus Prihany)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *