Geliat Literasi di Kota Bogor

P71021-104504-001

BOGOR (Litera.co.id) – Forum Sastra Bogor, Pusaka Pakuan dan Yayasan Satyacitra Indonesia telah sukses mengadakan Kegiatan Seminar Kesusastraan Indonesia dan Peluncuran Buku Antologi Puisi Bogor Buitenzorg (Sabtu, 21 Oktober 2017). Acara dihadiri Kepala Kantor Disdik, H. Fahrudin dan dibuka seminar oleh Kepala Disbudpar yang mewakili Walikota Bogor. Peserta yang hadir selain guru-guru, siswa-siswi pemenang perlombaan sebelumnya seperti pemenang Lomba Membaca Puisi, Lomba Musikalisasi Puisi, juga Lomba Menulis Puisi Batik Bogor.

Hadir 15 penyair Indonesia dari berbagai daerah seperti Bogor, Depok, Jakarta, Tangerang Selatan, Bandung, Madiun, Jogjakarta, Palu dan Aceh. Para penyair selain menyaksikan peluncuran buku Antologi Puisi Bogor Buitenzorg, juga membaca puisi di depan guru-guru Kota Bogor. Sebelum acara seminar dimulai, perwakilan pemenang baca puisi dari SMAN 5 Bogor sdr. Ilham, pemenang baca puisi tingkat SMPN yakni siswi SMPN 4 kota Bogor. Pementasan Musikalisasi Puisi yakni pemenang 1 SMPN 8 dan SMAN 2 kota Bogor. Pemenang lomba selain mendapatkan piala Walikota, Kadisdik juga ketua Forum Sastra Bogor.

Ketua Panpel, Rida Nurdiani seorang penyair Bogor yang juga guru SMPN 20 kota Bogor mengatakan, kegiatan seperti ini di Bogor sudah berlangsung dua tahun belakangan. Tahun 2016 Bogor menyiapkan para penulis puisi dan diikutsertakan ditingkat pusat dengan demikian Panitia Hari Puisi Indonesia (HPI) pusat menerbitkan Antologi Puisi Indonesia dari 2016 penyair Indonesia dengan buku puisi berjudul, Mutiara Cinta Samudra Kata dari Yayasan Sagang Riau yang mensponsorinya. Untuk tahun 2017 Bogor lebih banyak lagi berbuat untuk kemajuan kesusastraan yakni selain perlombaan, seminar kesusastraan yang menghadirkan tiga narasumber yakni, Ahmadun Yosi Herfanda (penyair, sastrawan, kolomnis, redaktur senior Republika), Mustafa Ismail (penyair, wartawan kolom sastra budaya Tempo, kurator) dan pembicara ke tiga Ace Sumanta (penyair, budayawan, kurator, penerima ORI dan pengagas HPI Bogor.

Antusias peserta guru yang luar biasa bertahan hingga acara usai pkl 13.30. Guru-guru dan seluruh peserta selain mendapatkan sertifikat, buku puisi Buitenzorg (Bogor dalam puisi penyair Nusantara). Buku Antologi Puisi Bogor menjadi tonggak kesusastraan khususnya Antologi Puisi Indonesia yang hampir seluruh penyair Indonesia menulis tentang Bogor. Tentu saja Ketua Yayasan Satyacitra Indonesia yang juga pengagas acara akan mendistribusikan buku ke perpustakan daerah, sekolah, penulis dan peminat lainnya. Dengan demikian akan tersosialisasikan sastra dengan baik di sekolah dan Bogor berharap ke depan menjadi kota puisi. Menurut Ace Sumanta penggerak Literasi Pojok Desa Nusantara sekaligus budayawan yang aktif membangun peradaban dalam sambutannya bahwa Kota Bogor telah memecahkan Rekor MURI dengan mengumpulkan 10.000 pelajar kota Bogor menulis puisi tentang ibu. Dari tulisan pelajar SD, SMP dan SMA kota Bogor tsbt dikumpulkan mencapai tinggi 100 CM. MURI puisi tertebal di dunia itu diterima langsung Walikota Bogor DR. H. Bima Arya pada hari Minggu, 21 Desember 2014 di Gedung Kamuning Gading. Saat itu Komisi Sastra Dewan Kesenian Kebudayaan Kota Bogor yang menginisiasi dan menggandeng banyak pihak.

Pelaksana Hari Puisi Indonesia (HPI) Kota Bogor juga dinobatkan HPI pusat pada, 4 Oktober 2017 10 besar terbaik membuat poster dan melaksanakan acara dari 80 Kota/Kabupaten di Indonesia. Perwakilan Bogor diberikan waktu membaca puisi di panggung HPI pusat di Taman Ismail Marzuki Cikini Jakarta sebelum malam puncak HPI Jakarta yang sederet penyair Indonesia termasuk beberapa menteri, Anggota DPR RI, Gubernur, Walikota, Rektor dan budayawan nasional. “Tentu kami dari Bogor turut bangga dan bisa berbuat serta melaksanakan kegiatan walau sangat minim sponsor dan pendukung. Kami tetap kegiatan berjalan baik mulai bertempat di RRI Bogor, Taman Ekspresi Sempur hingga puncaknya 21 Oktober 2017 di Aula Disdik Kota Bogor. Kedua kepala SKPD (Disbudpar dan Disdik) mendukung program dan langkah yang dilakukan Forum Sastra Bogor yang berkontribusi untuk kegiatan sastra dan budaya di Kota Bogor.

Para pembicara yang mengapresiasi acara seminar dan peluncuran buku sekaligus di depan para penyair dan para pendidik hanya di Bogor, ungkap Mustafa Ismail yang juga salah satu kurator penerbitan Antologi Puisi Bogor Buitenzorg. (R)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *