ARTIKEL 

Sajak-sajak Sufistik Abdul Hadi WM, Dialektika Sastra dan Alquran

Oleh Ahmadun Yosi Herfada, pengajar dan pelayan sastra —————————————————————————————- Pengaruh tasawuf atau sufisme dalam khasanah sastra Indonesia mulai terlihat sejak masa sastra Melayu klasik pada akhir abad ke-16 Masehi. Sastra Melayu klasik pengaruh Islam pada masa itu selain ditandai dengan munculnya berbagai hikayat para nabi dan pahlawan Islam, juga ditandai dengan munculnya karya-karya penyair sufistik Hamzah Fansuri. Puisi panjangnya, “Syair Perahu”, sangat jelas memperlihatkan sikap hidup, ajaran, dan pandangan sufistik. Jika ditelusur sampai ke masa kini, puisi sufistik atau puisi yang secara tematik dipengaruhi tasawuf memperlihatkan mata rantai yang cukup…

Read More
CERPEN 

Farhat dan Kucing Kesayangannya

Muhamad Pauji, cerpenis dan kritikus sastra kontemporer Indonesia, aktivis organisasi pemuda OI (Orang Indonesia). Artikel dan cerpennya bisa dijumpai di berbagai media massa lokal, nasional, dan media online.   Sejak kecil Farhat dikenal santun dan memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi. Sifatnya yang polos dan lugu seringkali menjadi bahan guyonan teman-teman di sekolahnya. Ia sangat menyukai hewan, dan kedua orangtuanya memanjakannya dengan mengizinkan memelihara beberapa binatang. Bersama mereka ia banyak menghabiskan waktunya. Tak ada kebahagiaan hidup yang lebih nikmat ketimbang saat-saat ia memberi makan dan bersenang-senang bersama binatang peliharaannya.

Read More
FRASA 

Belajar pada Rumputan

Sebagai penyair yang merambah sastra religius sebagai pilihan ekspresi estetik, sajak-sajak saya banyak yang lahir dari pengalaman religius. Tiap pengalaman religius yang mengesankan, baik pengalaman inderawi maupun rokhani, selalu merangsang proses kelahiran ‘bayi unik’ yang disebut sajak. Dari sini, ribuan sajak saya lahir dan membangun hidupnya sendiri. Bagi saya, religiusitas tidak hanya inspiratif, tapi juga indah. Setidaknya, begitulah penjelajahan kreatif saya setiap bersentuhan dengan pengalaman-pengalaman religius. Atau sebaliknya, ketika sebuah perjalanan ataupun pergulatan religius menemukan momentum-momentum puitik yang begitu kuat menyentuh rasa keindahan. Hasilnya, adalah imaji-imaji puitik yang sering terangkai…

Read More
PERISTIWA 

Dunia Sastra Kehilangan Radhar

Tangerang Selatan (litera) — Dunia sastra kehilangan lagi. Kamis 22 April 2021 pukul 20.00 wib sastrawan dan budayawan Radhar Panca Dahana meninggal dunia sehabis cuci darah di RS Cipto Mangunkusumo. Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka, Vila Pamulang, semalam. Keesokan harinya, setelah dimandikan, ditahlilkan dengan dipimpim oleh mantan Menteri Agama Dr. Lukman Hakim Saifudin. Siangnya, jenazah almarhum dishalatkan di masjid Vila Pamulang, dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan, seusai shalat Jumat. Sebelumnya, dunia sastra kehilangan Umbu Landu Paranggi, yang meninggal dunia, Selasa, 6 April 202l, di RS Bali.…

Read More
PERISTIWA 

Sastra Diharapkan Tetap Jadi Sumber Inspirasi

Palembang (litera) — Pada saat peradaban mulai merambah revolusi industri 4.0, sastra tetap diharapkan hadir sebagai sumber inspirasi pembangunan karakter, dan penghalus budi pekerti pembacanya, terutama generasi muda. “Gererasi milenial, diharapkan masih tersentuh oleh nilai-nilai sastra yang adiluhung dan dapat memperhalus budi pekerti mereka,” kata Ahmadun Yosi Herfanda dalam Seminar Nasional Program Pasca Sarjana Universitas Sriwijaya Pelambang, Rabu (23/12). Pembicara lain, Dr. Suhardi Mukmin, M.Hum, menegaskan fungsi sastra sebagai penghalus budi pekerti. Dalam seminar bertema “Sastra Perhalus Budi Pekerti di Era Milenial” itu Suhardi merinci aspek-aspek yang membuat karya sastra…

Read More
AYH'S CORNER 

Kontemplasi Menata Diri

Sejak wabah covid19 menyerang Indonesia semua kegiatan sastra temu muka (luring) nyaris tidak ada lagi. Memang ada kegiatan sastra yang diadakan secara luring dan daring, seperti perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) dan Musyawarah Sastrawan Indonesia (Munsi) 3. Namun saya memilih ikut secara daring, itung-itung mengurangi kemungkinan penularan melalui kontak langsung — walaupun panitia menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Kegiatan sastra lain yang melibatkan saya, seperti Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas), Diklat Proses Kreatif Penulisan Puisi yang diadakan oleh Akademi Puisi Rumah Seni Asnur, dan kegiatan serupa yang diadakan oleh Rumah…

Read More
ESAI 

Sastra dalam Etos Literary Branding

Oleh Ahmadun Yosi Herfanda, pelayan sastra ——————————————————————————————— Kali ini saya meminjam istilah branding dari bidang studi komunikasi politik. Istilah ini berasal dari kata brand, yang berarti merek. Branding, menurut Philip Kotler (2009), berarti pemerekan, pemberian tanda, simbol, atau rancangan, atau kombinasi dari semuanya, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang, jasa, atau penjual, untuk membedakan dari barang atau jasa pesaing. Branding juga berarti citra, kredibilitas, karakter, kesan, persepsi, dan anggapan yang terbentuk di benak konsumen tentang suatu objek yang dipasarkan. Dengan meminjam istilah itu, saya ingin mengatakan bahwa sastrawan (penyair maupun novelis),…

Read More
puisi PUISI 

Puisi Iwan Setiawan

Iwan Setiawan, kelahiran Kotabumi, Lampung Utara 23 Agustus1980, kini berdomisili di kota Lubuk Begalung, Padang Sumatra Barat. Pernah tergabung dalam antologi 55 penyair coretan dinding kita, 30 penyair sastra roemah bamboe, 3 penyair ilalang muda, Seutas Tali & Segelas Anggur (2017), tersiar di koran media indonesia dan masuk sebagai kategori Puisi Terpuji Anugrah Sastra Litera(2017).

Read More