Ranjang dan Tubuh yang Kesepian
Judul: Perempuan Bulan Ranjang Penulis: Iman Sembada Penerbit: Imaji Cetakan pertama: September 2016 Tebal: 63+vi hal ISBN: 978-602-1545-07-2
Read MoreJudul: Perempuan Bulan Ranjang Penulis: Iman Sembada Penerbit: Imaji Cetakan pertama: September 2016 Tebal: 63+vi hal ISBN: 978-602-1545-07-2
Read MoreTak terasa, portal sastra Litera – yang beralamat di www.litera.co.id – sudah berusia satu tahun. Selama setahun itu, ada banyak tulisan yang muncul di media dalam jaring (daring – online) itu, mulai dari puisi, cerpen, esai, hingga berita. Ada puluhan nama yang mengirimkan karya. Sebagian besar karya itu kami muat, hanya sedikit yang kami tolak. Hanya ruang alias nama rubrik saja yang kami bedakan.
Read MoreDALAM khazanah perpuisian Indonesia modern ada banyak penyair menghamparkan laut. Di situ, laut dihamparkan sebagai tatapan visual bersama citraan alam yang telah menjadi umum dalam upaya penyair menciptakan panorama puitik; bulan, perahu, camar, ombak, pantai, pulau, perahu, langit senja, atau gerimis. Lebih dari sekadar tatapan visual, laut dalam puisi lalu mengeluarkan banyak suara. Suara keheningan bak telaga yang dihembuskan Sanusi Pane dalam sajak “Dibawah Gelombang”. Suara keberanian manusia yang ditegaskan Sutan Takdir Alisyahbana dalam “Menuju Ke Laut”. Suara kebebasan manusia modern dari kungkungan masa lalu sebagaimana Asrul Sani mencetuskannya dalam…
Read MoreSofyan RH. Zaid, lahir di Sumenep, Madura, 8 Januari 1986. Karya-karyanya termuat dalam banyak media baik surat kabar ataupun antologi puisi. Aktif di beberapa komunitas sastra. Ia juga penyair dan editor. Buku puisi tunggalnya Pagar Kenabian (2015) masuk 15 nominasi anugerah Hari Puisi Indopos 2015.
Read MoreSebuah distorsi sejarah Megat adalah novel yang kental dengan sejarah dan mengangkat budaya melayu, khususnya yang berlatar Kepulauan Riau dan Malaysia. Novel karya budayawan melayu Rida K Liamsi ini memiliki tebal 521 halaman. Cerita berkisah dalam suatu kurun terpisah, kurun pertama terjadi akhir abad 17 dan kurun berikutnya terjadi pada paruh pertama abad 21, atau pada masa kita kini.
Read MoreKarya sastra sesungguhnya medium yang mampu menyampaikan banyak hal. Meski kita anggap rekaan tapi karya sastra mampu digunakan sebagai instrumen pembelajaran seperti halnya tulisan ilmiah tanpa mengurangi nilai sastranya. Saat kita membacanya serasa kita sedang belajar sebuah ilmu pengetahuan dengan keindahan dan alur cerita yang terjaga.
Read MoreMahrus Prihany, ketua KSI Tangsel dan pengurus di KSI pusat pada divisi kaderisasi dan organisasi. Quran sebagaimana yang ummat Islam pahami secara umum sebagai bacaan suci yang bersifat qadim atau tak bermula dan tak berakhir tentulah suatu hal yang tak perlu diperdebatkan lagi. Penamaan kata Quran sendiri lebih bisa diterima banyak kalangan dan yang paling populer meski tentu banyak nama lain untuk kitab suci tersebut karena memang banyak pendapat di kalangan ulama bahkan atas penulisan atau penamaan kata Quran sendiri.
Read MoreNarudin, lahir di Subang, ialah seorang Duta Bahasa Berprestasi 2015 Jawa Barat. Lulusan Sastra Inggris, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada 2006. Tulisannya berupa puisi, cerpen, esai/kritik sastra, dan terjemahan dimuat di Majalah Sastra Horison, Majalah Basis, Majalah Sastra Bong-Ang, Majalah Qalam, Majalah Tarebung, Jurnal Sajak, Jogja Review, Koran Kompas, Koran Riau Pos, Koran Metro Riau, Koran Rakyat Sumbar, Koran Indo Pos, Koran Pikiran Rakyat, Koran Galamedia, Koran Seputar Indonesia, Koran Sinar Harapan, Koran Madura, Koran Berita Kota Kendari, Tabloid Ruang Rekonstruksi, Percikan Iman, Pikiran Rakyat Online, Sastra Digital, Radar…
Read MoreOleh Iman Sembada, penyair, redpel Tangselone.com Banyak cara mengemas sebuah acara kesusastraan agar menarik perhatian publik, dengan menggunakan label-label semenarik mungkin. Seperti tadarus puisi, pengajian puisi, dan pengajian pop. Fenomena tadarus puisi sudah muncul sejak akhir 1980-an di berbagai kota di Tanah Air. Dalam tadarus sastrawi itu sajak-sajak religius dibacakan, menebar dan bergema sesuai dengan semangat Ramadhan.
Read MoreNarudin, lahir di Subang, Jawa Barat. Lululus fakultas Sastra Inggris UPI (2006). Bekerja sebagai pengajar dan penerjemah. Tulisan berupa Puisi, Cerpen, Esai ataupun kritik sering dimuat di banyak media. Buku puisi tunggal Narudin, Api atau Cahaya (2016). Buku kritik sastranya berjudul Analisis Modern Buku Puisi dan Puisi (Sarbi, 2015). Buku kumpulan cerpennya berjudul Matahari Hitam Belinda (Garudhawaca, 2014). Buku-buku puisi terjemahannya Setubuh Puisi karya Al-Saddiq Al-Raddi (Penerbit Halindo, 2014), dan masih beberapa buku terjemahan lagi. Sering diundang sebagai pembicara. Nomor HP Narudin: 081-320-157-589. Email: narudinpituin@gmail.com. Facebook: Narudin Pituin.
Read More