KSI adakan HBH dan Peringatan HPI

20270272_1770700412944831_1828032896_n

Litera.co.id (Pamulang)- Sejumlah sastrawan adakan Halal Bi Halal (HBH) yang diadakan di roti bakar 88 yang terletak di komplek ruko Pamulang, Tangerang Selatan pada hari Minggu (23/7). Sekitar 30 rekan yang hadir memadati ruang dan mengikuti acara yang digelar oleh rekan-rekan Komunitas Sastra Indonesia (KSI) dan portal sastra Litera.co.id. 

Acara HBH yang dimaksudkan juga untuk memeringati Hari Puisi Indonesia (HPI) ini dimulai pkl 16.00. Hujan yang mengguyur semenjak pkl 15.00 tak mengurangi antusias rekan-rekan untuk memeriahkan acara yang dikemas santai ini.

Hadir di acara tersebut ketua umum KSI Pusat, Ayid Suyitno PS dan Sekjen KSI, Aris Kurniawan. Rencananya akan hadir juga ketua dewan pendiri KSI Wowok Hesti Prabowo, namun Wowok batal hadir dikarenakan suatu hal.

Acara dipandu oleh Mahrus Prihany selaku redaktur pelaksana Litera.co.id dan ketua KSI Tangsel yang dibuka dengan sambutan oleh pemimpin redaksi Litera, Ahmadun Yosi Herfanda yang juga pernah menjadi ketua umum KSI.

“Sebenarnya ini acara rutin bulanan Litera. Namun momen ini lebih spesial karena masih momen halal bi halal dan sekaligus untuk memeringati Hari Puisi Indonesia, itulah kenapa kami mengundang secara lisan rekan-rekan Dewan Kesenian Tangerang Selatan (DKTS),” terang Ahmadun dalam sambutannya.  Pada acara tersebut memang hadir juga ketua umum DKTS, H Shobir Poer yang juga merupakan salah seorang dewan pendiri KSI. Beberapa pengurus DKTS juga hadir seperti Agus Grave, Kusen, Zaenal Radar, Hadi Sastra, Dzevita Hariani dll.

Sementara ketua KSI pusat, Ayid Suyitno dalam sambutannya mengatakan memang benar selama ini jika KSI sedang mati tanpa kegiatan tapi Ayid sebagai ketua akan berusaha mengaktifkan kembali aktifitas KSI.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiah oleh Humam S Chudori. Humam menjelaskan bahwa halal bi halal sesungguhnya sebuah tradisi yang mungkin hanya dilakukan oleh kaum muslim di Indonesia dan Malaysia, namun ini suatu tradisi yang sangat baik dan memiliki banyak manfaat.

Tausiah dan pencerahan juga disampaikan oleh Nurdin, wakil ketua ICMI Tangerang Selatan. Nurdin lebih menyorot halal bi halal dalam perspektif sosial dan kebangsaan.

“Terkadang bahkan sering kehidupan keberagamaan kita mengalami gesekan bahkan benturan internal dan eksternal terlebih menyorot fenomena keberagamaan di negeri kita akhir-akhir ini. Kita bisa memanfaatkan momen-momen di mana kita bisa duduk bersama untuk mempererat kembali tali persaudaraan kita. Momen itu bisa saja Halal Bi Halal ini,” jelas Nurdin.

Acara kemudian makin hangat dan penuh gairah saat rekan-rekan diberi kesempatan membaca puisi. Para pembaca puisi lalu memilih cara dan posisi masing-masing untuk membaca puisi di ruang kafe yang tak begitu lebar tersebut semisal dengan membaca di atas kursi sambil berdiri atau ada yang membaca sambil duduk. Iman Sembada mengawali pembacaan puisi. Penulis buku Perempuan Bulan Ranjang yang sedang menulis puisi dengan ekplorasi tentang ruang tersebut membacakan dua puisinya. Dzevitha Hariani, Kusen, Ayid suyitno, Aris kurniawan, H. Shobir Poer, Beni Satria dan beberapa rekan juga turut berpartisipasi membaca puisi dengan semangat untuk memeringati Hari Puisi Indonesia.

Saat Maghrib acara ditutup oleh pemandu namun meski telah ditutup, banyak rekan masih memanfaatkan momen tersebut untuk bincang-bincang santai dan berbagi. (Mahrus Prihany)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *