CERPEN 

Perempuan yang Diburu Kenangan

Cerpen Ahmad Tadi N* ________________________________________________________________   Sampai saat ini, kau masih belum bisa melupakan kenangan itu. Kenangan yang terkadang menggenangkan air mata di pelupuk mata. Meski sudah berapa kali kau berusaha melupakannya, kenangan itu akan selalu hadir, nyaris menyerupai kedipan matamu. Kenangan itu terlalu pekat. Terlalu dalam. Terlalu menetap. Dan kau tak mampu merawat dengan tepat.

Read More
PUISI 

AKU MENCINTAIMU

Puisi-puisi Thomas Budi Santosa __________________________________________________________________   AKU MENCINTAIMU   aku mencintaimu melampaui kata-kata sebab kata-kata hanya sebatas pendengaran aku mencintaimu melampaui segala tulisan karena tulisan hanya sejauh penglihatan

Read More
PUISI 

HIJRAHKU

Puisi-puisi HM Nasruddin Anshoriy Ch __________________________________________________________    HIJRAHKU   Hijrahku menebas palang pintu Rekam kata penuh karatan di masa lalu Rekam pikir yang kian pandir dan tak tahu malu Rekam jejak penuh semak dan rimbun perdu

Read More
PUISI 

PERAWAN BADUY

Sajak-sajak Ratna Ayu Budhiarti ________________________________________________________      PERAWAN BADUY   pagi bening terpantul dari betisnya yang bersijingkat menaiki bale bambu hitam, putih, biru tua – konon hanya itu warna yang boleh ditenunnya menjadi selembar harap: sekepul uap nasi di pawon, atau serangkai upacara adat  

Read More
PERISTIWA 

Media Seni dalam Pusaran Perubahan

YOGYAKARTA (litera) – Senin pagi 08 Agustus, Taman Budaya Yogyakarta (TBY) mengadakan Sarasehan Seni Budaya bertajuk Dinamika Media Seni Kita, di ruang seminar lantai satu. Setelah melakukan registrasi, peserta diberi majalah Mata Jendela volume X VII nomor 2 – 2022, dengan headline Ndeso in the New Cool oleh panitia sarasehan. Mata jendela merupakan majalah tua yang berfokus pada seni budaya dan berkiprah di Kota Gudeg.

Read More
PUISI 

DI TIDURMU, APAKAH AKU JADI MIMPI?

Puisi-puisi Dhea Lintang Wengi ___________________________________________________________________   DI TIDURMU, APAKAH AKU JADI MIMPI?   Malam adalah rutinitas, Dan aku menunggu jadi lebur. Pukul dua pagi, kita menanggalkan seluruhnya. Terjaga lebih lama untuk terlelap lebih panjang. Kita berlarian seperti dua anak kecil, Lalu kelelahan tapi enggan beristirahat.

Read More
CERPEN 

Daftar Terakhir pada Oktober yang Muram

Cerpen: Rumadi ________________________________________________________________   Akhirnya kau tertangkap juga. Akhir Oktober, secara tak sengaja seorang pencari kayu bakar sedang melihatmu meringkuk di bawah pohon besar, sambil mengunyah pisang. Pencari kayu bakar itu menjerit, dan ia lari tunggang langgang, membuat beberapa petani yang sedang menggarap sawahnya di pinggiran hutan, langsung datang ke arah sumber suara, dan mereka mendapatimu.

Read More